Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
RENUNGAN

Menanti Pemerintahan Messianik

* Oleh : Pdt. Sunggul Pasaribu,MPAK (Rom 15:12)
- Minggu, 11 Desember 2016 16:18 WIB
571 view
Menanti Pemerintahan Messianik
Jika tiba  Desember seperti saat ini, apa yang ada di benak orang Kristen? Sudah barang tentu, suasana keceriaan menyongsong perayaan Natal, persiapan pernak-pernik (assesoris) Natal, pengeluaran belanja sedikit membengkak dibanding hari-hari biasa, program kegiatan sosial di Gereja, adat dan keluarga.

Mengapa terkuras untuk urusan menyambut Natal dengan ragam aktifitas? Sebab iman kita terhadap inkarnasi Allah di dalam diri Yesus Kristus ingin kita terjemahkan dalam kehidupan nyata dalam bentuk perayaan, aktifitas sosial, berbagi kasih, mempererat tali persaudaraan, merajut persekutuan yang khusuk dalam ibadah.

Sikap kita terhadap Nubuatan Messianik dalam suasana kekinian ingin mermaknai sendi-sendi kehidupan manusia yang hina, berdosa, dan menyelamatkan umat manusia secara holistik.

Dari awal nubuatan Messianik di Perjanjian Lama dijanjikan bagi pemerintahan Allah yang melayani, menyelamatkan, menabur karunia dan belas kasih. Allah menjadi manusia, Ia berkarya dalam pemerintahan dalam bentuk kerjaan sorgawi agar menjadi sukacita untuk umat manusia.

Menurut rasul Paulus, makna pemerintahan Messianik hendaknya terlihat dalam aspek persekutuan terhadap sesama umat manusia. Paulus ingin menekankan begitu pentingnya kehadiran kerajaan Messianik bagi semua bangsa. Sebab, Paulus melihat bahwa jemaat Roma terdiri dari berbagai suku, ras, keyakinan. Di kota Roma sendiri, masyarakatnya terdiri dari orang Yahudi dan Yunani. Oleh karena itu, Paulus berpendapat hendaknya Injil untuk mempersatukan perbedaan di dalam iman kepada Messias.

Semestinya mereka menyadari bagaimana isi hati Tuhan, bukan Tuhan mementingkan orang Israel, tetapi orang Israel hanya dipilih sebagai alat, agar bangsa-bangsa lain dapat mengenal Allah. Kasih Allah terhadap semua bangsa sama, baik terhadap bangsa Israel maupun kafir. Orang Kristen dari latar belakang Yahudi maupun Yunani, mereka bersyukur karena mereka dipilih Allah, karena mereka juga harus menyelamatkan bangsa-bangsa yang lain.

Allah adalah Sumber Pengharapan, sasaran pengharapan kita, bukan puji-pujian dari orang-orang di sekitar kita. Allah adalah Sumber Ketekunan, Penghiburan dan Pengharapan. Ini tidak dapat dijualbelikan, karena merupakan anugrah dari Tuhan. Semakin kita dekat dan mengenal Tuhan, sifat-sifat itu makin kelihatan dalam hidup kita.

Ada istilah-istilah yang bernilai dan penting bagi rohani kita dalam ayat berikut (ayat 13), yaitu,: pengharapan, sukacita, damai sejahtera, iman, kekuatan Roh Kudus yang berlimpah-limpah dalam pengharapan, kepenuhan dalam pengharapan. Inilah misi kerajaan Allah untuk dunia ini. Kehidupan rohani seperti ini yang tidak dapat diberikan kerajaan duniawi. Maka dalam pemerintahan Allah, tanda-tanda syalom akan segera dideklarasikan melalui kehadiran sang Messias, Yesus Kristus yang diurapi Allah.

Pada saat ini kita melihat, kita begitu cepat marah dan tidak sabar, dan merasakan begitu sulitnya untuk hidup dalam keharmonisan dengan orang lain. Kita mungkin mengalami kesulitan melepaskan sikap atau kebiasaan yang menyakiti orang-orang di sekitar kita - dan kadang-kadang kita bahkan tidak mau lepas dari hal itu.

Tuhan tahu karakter kita yang sebenarnya dan telah memberikan Roh Kudus untuk mengubah kita menjadi serupa dengan Yesus. Roh membuka pikiran kita untuk memahami Alkitab dan mengapilasikannya dalam hidup. Dia memberi kita kekuatan untuk mengatakan "tidak" untuk kefasikan dan mengganti pemikiran "berpusatkan aku" dengan sudut pandang yang "berpusatkan Kristus". Roh Kudus dengan sabar mengerjakan buah-Nya dalam diri kita, termasuk di dalamnya kasih, sukacita , dan damai sejahtera (Galatia 5:22-23).

Dengan bantuan Roh Kudus, kita dapat menjadi pembawa damai yang bekerja untuk mewujudkan rekonsiliasi antara Tuhan dan sesama ( Matius 5:9). Sementara dunia kita terus berharap untuk perdamaian melalui berbagai upaya solusi manusia, kita tahu satu-satunya sumber persatuan abadi adalah Yesus Kristus. Tuhan ingin hati kita dikuasai oleh damai sejahtera-Nya dan hubungan kita akan ditandai dengan semangat kesatuan. "Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh." (Kolose 3:15).

Sesungguhnya akan menjadi kesaksian dan mengundang orang lain ketika mereka menyadari kuasa transformasi Allah dalam hidup kita, yang tercermin dalam kehidupan pernikahan kita, keluarga, gereja dan lingkungan. Selamat merayakan Advent.! (r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi