Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

HKBP Sepakat Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

- Minggu, 08 Januari 2017 21:08 WIB
716 view
HKBP Sepakat Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
SIB/Dok
Foto Bersama Panitia Seminar Nasional bertajuk “Peranan Gereja dan Keluarga HKBP dalam mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak" foto bersama dengan Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Pdt Midian KH Sirait MTh (keempat dari Kiri) dan Ketua Konfe
Jakarta (SIB) -Konferensi Perempuan Hatopan HKBP kerja sama dengan Universitas Kristen Indonesia menggelar seminar nasional bertajuk "Peranan Gereja dan Keluarga HKBP dalam mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak" di Gedung Grha William Soeryadjaya UKI, Cawang, Jakarta, Kamis (8/12).

Hadir sebagai Pembicara yaitu Fernandez Hutagalung (Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Dra. Emmy Widayanti, MPd (Staf Ahli Menteri Sosial), Saur Situmorang (Komnas Perempuan), Arist Merdeka Sirait (Komnas Anak), Formas Juitan Lase, SSos, MIKom (Pusat Studi Wanita UKI), Elfrida Sormin SSi, MPd (Pusat iStudi Wanita UKI), Nanin Koeswidi A, SH, MH, MM (Pusat Studi Wanita UKI).

Seminar yang dihadiri sekitar 500 peserta ini berasal dari sembilan PPD (Punguan Parompuan Distrik) HKBP, Persekutuan Perempuan Distrik, Forum Perempuan HKBP, Perempuan Pemerhati Pendidikan dan Utusan Gereja, serta UKI.

Ketua Konferensi Perempuan Hatopan (KPH) HKBP, Dr Serirama Butarbutar MH, dalam sambutannya, mengatakan seminar yang digelar hari ini merupakan program pertama yang diadakan KPH HKBP, setelah dibentuk dan dilantik di Kantor Pusat HKBP pada 23 Juni 2016.

Seminar ini, lanjut Serirama, digelar bertepatan dengan momen kegiatan nasional, yakni Hari HAM Sedunia pada 10 Desember, peringatan Hari Ibu pada 22 Desember dan Hari kampanye internasional anti kekerasan terhadap perempuan yang dimulai sejak 20 November 2016.

Menurutnya, kekerasan perempuan terjadi dimana-mana yaitu diranah relasi persoalan, komunitas dan negara. Bahkan, berdasarkan data yang dihimpun oleh Komnas Perempuan di 34 provinsi, ditemukan sekitar 16.217 kasus kekerasan. "Sebab itu, melalui seminar ini diharapkan para perempuan, khususnya di HKBP, bisa membentengi diri dan bersepakat mengakhiri kekerasan tersebut," tegas dia.

Lebih jauh Serirama menguraikan sebenarnya HKBP sudah banyak terlibat terhadap penghapusan kekerasan terhadap perempuan baik ditingkat nasional maupun internasional. Ditingkat internasional, HKBP turut berperan melalui World Council of Chruches (WCC), Lutheran World Federation dan The Cage Overcoming Violence against Women.

"Melalui lembaga-lembaga tersebut, HKBP telah melakukan penyadaran dan pemotivasian lewat seminar dan lokakarya serta pelatihan jender," urai dia. 

Sementara Wakil Rektor UKI, Dr Gilbert Simanjuntak, menyatakan ketertarikannya kerja sama dengan HKBP guna turut mengakhiri kekerasan terhadap perempuan. Apalagi UKI memiliki pusat studi wanita. "Melalui pusat studi wanita ini, UKI siap membantu dan bekerja sama terkait program-program yang berkaitan dengan perempuan dan anak," kata dia.

Sedangkan, Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt Midian KH Sirait MTh, dalam kotbah ibadah penutup, menyatakan kekerasan itu adalah pelanggaran HAM dan kejahatan terhadap kemartabatan manusia.

Midian mengajak umat Kristiani untuk mengakhiri segala bentuk kekerasan dengan bersandar kepada Firman Allah yang mengatakan: "Kasihilah Tuhan Allahmu dan Kasihilah Sesamamu."

"Karena hukum yang terutama adalah kasih. Ketika hubungan kita dengan Tuhan dan sesama baik, maka kekerasan niscaya akan berhenti," tandas dia. (G03/Victor/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi