Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
RENUNGAN

Berkenan Kepada-Nya

* (Matius 3:13-17) Oleh: Pdt. Sunggul Pasaribu, MPAK
- Minggu, 08 Januari 2017 21:17 WIB
893 view
Berkenan Kepada-Nya
Seorang murid pernah ditanyakan sang guru tentang rumus menambah, mengurangi, membagi, dan perkalian. Kali ini si Guru menanyakan tentang perkalian, katanya, : "Hei, kamu, coba jawab, dua dikali dua berapa?" Jawab murid,: "Empat Pak Guru".  Sambut pak Guru,; "Betul, kamu murid yang pintar". Kemudian si Guru masih melanjutkan pertanyaan berikut, katanya,: "Sekarang, coba jawab lagi. Dua puluh lima dikali dua puluh lima, berapa? Ayo, jawablah". Beberapa saat si murid masih terdiam, karena dia tidak tahu jawabnya. Kembali sontak si Guru, katanya,: "Berapa,!" Akhirnya, si murid pun menjawab sambil kepala tertunduk, dengan suara pelan, jawabnya : "Ya, terserah bapak saja jawabnya".

Demikianlah seorang murid yang baik adalah jika dia sanggup pasrah dan menuruti apa yang menjadi kemauan gurunya. Dalam nats renungan sebagaimana dalam Matius 3:13-17 ini juga menggambarkan bagaimana ketaatan yang dinyatakan Yesus untuk menerima baptisan Yohannes Pembaptis.

Nats Matius 3:13-17, diberi judul, Yohannes Membaptiskan Yesus. Pada saat itu nama Yohannes sangat populer di kalangan masyarakat Yahudi, sebab tema kotbahnya yang tendensius dan revolusioner dengan tema : "Pertobatan". Karya Yohannes yang lebih populer lagi dikenal dengan Baptisan selam oleh Yohannes, yang dihubungkan dengan baptisan pertobatan.

Hebatnya, apa yang dilakukan oleh Yohannes dengan tema khotbah pertobatan dan pembaptisan di sungai Yordan, semuanya ini dia lakukan sebagai perintis jalan bagi Messias yang akan datang. Menurutnya, dia tidak memanfaatkan popularitasnya untuk menklaim sebagai nabi apalagi Messias. Sebab ketika itu orang banyak justru menganggap Yohanneslah yang dimaksud dengan Messias yang dimaksudkan oleh nubuatan Perjanjian Lama.

Momentum meluruskan anggapan yang salah terhadap dirinya pun diklarifikasinya setelah kehadiran Yesus di sungai Yordan. Ketika Yesus datang untuk minta dibaptis oleh Yohannes maka Yohannes sebenarnya menolak Yesus untuk dibaptis. Namun, apa yang terjadi? Yesus minta diriNya supaya Yohannes berkenan membaptisNya. Setelah melalui perdebatan sengit antara Yesus dengan Yohannes, akhirnya Yohannes pun melakukan seperti yang dimintakan oleh Yesus. Jadilah Yesus dibapitskan oleh Yohannes.

Menurut penjelasan para penafsir, bahwa Yesus minta dibaptis, ada beberapa pengertiannya, Pertama; Yesus sedang menuruti aturan Agama bahwa perlu ada baptisan (artinya, permandian, penyucian dari dosa) bagi seorang muridNya. Kedua, Yesus minta dibaptis bukan karena Dia seorang berdosa tetapi untuk menghargai konsep teologis pembaptisan Yohannes seiring dengan tema kotbahnya "pertobatan". Mereka yang bertobat, dan dibersihkan dari dosa inilah yang berkenan di hadirat Tuhan. Artinya, ada benarnya dengan pembaptisan Yohannes. Ini juga dimaksudkan untuk melawan Baptisan proselit, yaitu baptisan yang dilakukan jika seseorang yang ingin menjadi warga Yahudi haruslah terlebih dahulu dibaptis menurut ajaran agama Yahudi. Baptisan Yohannes lebih teologis, sedangkan baptisan proselit masih bersifat politis, yaitu, untuk kepentingan kebangsaan Yahudi.

Seusai pembaptisan dilakukan oleh Yohannes kepada Yesus maka tiba-tiba terbukalah langit lalu ada burung Merpati yang terbang, kemudian menghinggapi Yesus, di saat itu pula ada suara yang terdengar dari sorga yang mengatakan,: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:17).

Suara ini menunjukkan bahwa Yesus dideklarasikan sebagai Messias yang akan melayani dunia dan manusia. Yesus adalah Anak Allah, Messias, Dialah yang akan melakukan misi Allah, hendaklah manusia dan dunia mendengarkan pengajaranNya, kotbahNya, nasehatNya serta perbuatanNya yang ajaib.

Seperti ketaatan yang dilakukan Yesus untuk mewujudkan keinginan Allah Bapa di sorga inilah hendaknya kita juga senantiasa perlu memiliki sifat dan sikap menjadi orang yang taat, setia, dan suka melayani Tuhan di dunia ini. Janganlah kita loyal, taat karena ada faktor sesuatu yang menjadi keinginan dan kepentingan pribadi kita. Janganlah menjadi orang baik supaya terlihat baik untuk dipuji manusia. Janganlah kita bermuka dua, pada satu waktu kita mengiayakan tetapi di lain waktu kita berkhianat. Sifat dan sikap seperti ini tidak berkenan kepada Tuhan.

Menjadi orang yang berkenan kepada Allah hendaknya kita buktikan dengan kesetiaan, dan sikap mensyukuri apa yang sudah Tuhan perbuat kepada diri kita.
Kita berkenan kepada Allah bila kita senantiasa menjadi orang sungguh-sungguh taat, setia, dan tidak jemu-jemu berbuat baik sepanjang waktu. Tuhan memberkati dan menyertai kita menjalani tahun dua ribu tujuh belas ini. Amin.! (r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi