Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Ephorus GKPS: Danau Toba Anugerah Tuhan, Harus Jadi Berkat Bagi Masyarakat

* GKPS Telah Luncurkan Desa Wisata di Haranggaol
- Minggu, 29 Januari 2017 18:03 WIB
404 view
Pematangsiantar (SIB)- Ephorus GKPS Pdt M Rumanja Purba MSi mengungkapkan Danau Toba adalah anugerah yang besar dari Tuhan. Bukan hanya untuk masyarakat Sumatera Utara, namun juga untuk dunia. Sehingga anugerah yang diberikan lanjutnya kepada SIB, Selasa (24/1) di ruang kerjanya, di Jalan Pdt J Wismar Kota Pematangsiantar, haruslah menjadi berkat bagi masyarakat di dunia, khusus masyarakat di sekitar Danau Toba. Sehingga haruslah benar-benar dijaga dan dirawat.

Pemerintah diharapkan untuk turut serta dan ketat dalam mengawasi dan menjaga Danau Toba. Juga masyarakat hendaknya diikutsertakan  sosialisasi sehingga masyarakat juga punya rasa tanggungjawab dalam upaya menjaga anugerah yang besar tersebut. Juga berkaitan dengan hal-hal yang menjadi berkat, kita juga dituntut untuk menata dan menjaga sumber-sumber air yang ada di sekitar Danau Toba. Serta menjaga budaya/kearifan lokal di sekitar kawasan Danau Toba.

Tanpa dukungan dan kepedulian dari masyarakat untuk turut menjaga dan melestarikan kawasan tersebut, sangat sulit untuk upaya memajukan kawasan tersebut. Dengan adanya perhatian dan kepedulian baik dari masyarakat, maupun pemerintah baik pusat, provinsi maupun daerah kawasan Danau Toba akan semakin maju dan mendunia.

GKPS lanjutnya mengambil peran dan perhatian dalam upaya memajukan kawasan Danau Toba, seperti yang baru-baru ini dilakukan di awal Bulan Januari 2017, GKPS memulai dengan hal-hal yang kecil dengan meluncurkan desa wisata di tiga desa di Kecamatan Haranggaol seperti di Desa Sirukungan, Binaga Bolon, Liang Atas/Liang Dear. Menjadikan desa tersebut dan sekitarnya menjadi kawasan desa Wisata.

GKPS  ingin memberikan dukungan bagi kemajuan kawasan Danau Toba dengan menciptakan model sehingga masyarakat turut tergerak untuk menjaga dan melestarikan Danau Toba. Tiga desa tersebut dipersiapkan untuk menjadi desa wisata tanpa merubah apapun bentuk maupun keaslian hunian masyarakat. Juga akan membentuk pokja untuk mengawal dan mengawasi konsep-konsep yang telah disusun.

Upaya yang dilakukan dengan memberikan pelatihan bagi masyarakat dan mengajak untuk menjaga kebersihan lingkungan. Serta menata lingkungan sehingga terlihat indah dan nyaman untuk dilihat dan dihuni. Membangun pariwisata tidak membangun hotel, namun dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita. Seperti menjadikan rumah penduduk menjadi tempat menginap wisatawan yang datang.

Dengan demikian akan menciptakan wirausaha baru dan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan penduduk di sekitar. Serta  membuat gerakan maupun komitmen bersama untuk menjaga lingkungan  dan  kawasan Danau Toba. Sehingga tidak menjadi beban Danau Toba. Namun sebaliknya bisa menjadi jalan untuk mendapatkan berkat dari Danau Toba. (C03/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi