Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
Utusan 11 Gereja Aliran Lutheran Ikuti Lokakarya

Pengurus Diakonia Gereja Harus Mengacu Standar Internasional

- Minggu, 05 Februari 2017 19:48 WIB
545 view
Pengurus Diakonia Gereja Harus Mengacu Standar Internasional
SIB/Arjuna Bakkara
KUNJUNGAN LAPANGAN : Sebanyak 22 pengurus Diakonia dari 11 gereja aliran Lutheran berfoto bersama usai kunjungan lapangan ke Yayasan Ate Keleng milik GBKP di Sibolangit, Deliserdang, Jumat (27/1).
Medan (SIB) -Centre for Disaster Risk Management & Community Development Studies (CDRM&CDS) Universitas HKBP Nommensen menggelar Lokakarya Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Hak. Lokakarya diikuti  22 pengurus diakonia utusan dari 11 gereja aliran Lutheran (HKBP, HKI, GKPI, GKPPM, GKLI, GPKB, GKPS, GKPA, GKPPD, GPP dan AMIN) yang tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Jakarta. Diakonia merupakan badan gereja yang bertugas melakukan kegiatan sosial dan pengembangan masyakarat.

"Diakonia sudah melakukan pemberdayaan masyarakat berbasis hak di masyarakat. Pengurus Diakonia perlu bersinergi dengan berbagai pihak terutama pemerintah sebagai pengampu kewajiban,"  terang Direktur CDRM&CDS UHN Kepler Silaban di Hotel Danau Toba, Jumat (27/1).

Kepler mengatakan pengurus diakonia gereja harus senantiasa meningkatkan kapasitas seiring perubahan zaman, yang terus berkembang. Itu sebabnya diakonia harus menyesuaikan program dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 2016-2030 dan Core Humanitarian Standard sebagai acuan internasional dalam pengembangan masyarakat.

"Untuk itulah juga kita lakukan lokakarya ini agar bisa sharing informasi dengan pelaku-pelaku diakonia gereja-gereja Lutheran," tambah Kepler.

Kepler mengatakan selain isu pembangunan internasional, peserta lokakarya juga belajar dari keberhasilan Yayasan Ate Keleng. Yayasan ini dibentuk oleh Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dan difokuskan kepada Credit Union dan pengembangan Tim Tanggap Darurat Kebencanaan."Kami membawa peserta berkunjung ke Sibolangit, Deliserdang untuk melihat langsung keberhasilan Yayasan Ate Keleng," terangnya.

Salah satu peserta dari Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) yaitu Pdt J P Robinsar Siregar mengapreasiasi peran CDRM&CDS UHN untuk membantu tugas diakonia. Robinsar berharap CDRM&CDS terus mendukung gereja agar lebih maksimal melakukan pekerjaan sosial.

"Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan CDRM&CDS, dan ke depan kami ingin lebih banyak belajar," terang Robinsar.

CDRM&CDS UHN dibentuk Australian Lutheran World Services (ALWS), Evangelical Lutheran Church in America (ELCA), Lutheran World Relief (LWR), Lutheran World Federation Department of World Services (LWF / DWS), Lutheran World Federation Department of Mission and Development (LWF / DMD), Komite Nasional LWF di Indonesia dan Universitas HKBP Nommensen pada Agustus 2007.  Program CDRM&CDS UHN didesain  untuk meningkatkan kemandirian bagi sumber daya lokal, sumber daya keuangan, informasi dan jejaring di tingkat lokal maupun internasional. (A22/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi