Setiap kali membaca Alkitab, dan kalau Anda sempat melirik sampul depan atau halaman lain akan akan menjumpai tulisan "Lembaga Alkitab Indonesia" atau disingkat LAI dengan logonya yang khas.
Buku yang Anda pegang itu adalah hasil sebuah proses kerja Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia yang berdiri 9 Pebruari 1954, dan tahun ini akan genap berusia 63 tahun.
Seluruh keluarga besar Kristen di Indonesia pantas bersyukur karena dalam perjalanan panjang itu Tuhan telah mendampingi pelayanan lembaga yang berkantor pusat di Jalan Salemba Raya No 12 Jakarta Pusat itu.
Apa itu LAI ?
LAI berdiri di Jakarta pada 9 Pebruari 1954. Secara khusus penghormatan diberikan kepada Dr. Todung Sutan Gunung Mulia, DS. Raden Saptojo Joedokoesoemo, Willeam Albert Experius Zacharias Makaliwy dan Mr. Giok Pwee Khouw. Keputusan Prof. Dr. Todung Sutan Gunung Mulia dan kawan-kawannya pada awal tahun 1950-an dalam menggagas berdirinya sebuah Lembaga Alkitab yang mandiri di atas dasar sebuah bangsa yang merdeka dan berdiri sejajar dengan bangsa lain, sehingga dapat melayani semua gereja dan umat kristiani di Indonesia merupakan implementasi dari sikap hidup orang yang telah menerima karunia keselamatan itu.
Kita mensyukuri karya pelayanan para pendahulu yang telah meletakkan dasar dan menabur benih pelayanan bagi pekabaran Kabar Baik. Tuhan memakai orang orang cerdas dan memiliki hati.
Semua umat Kristen pantas bersyukur kepada Tuhan atas semangat para pelayanan-pelayan dari Organ Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia, beserta seluruh staf, serta berbagai pihak yang mendukung LAI telah memberikan dirinya untuk pekerjaan dan pelayanan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).
Mereka adalah pelayan-pelayan Alkitab yang setia dan tekun dalam mewujudnyatakan Kabar Baik di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Pelayanan LAI tidak berhenti sekedar mencetak dan menyebarkan Alkitab ke seluruh umat di berbagai pelosok nusantara.
Tahun lalu misalnya, LAI sudah menanda tangani Nota Kesepahaman antara LAI dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta dalam pengembangan konten dan pemeliharaan komunitas orang muda yang mencintai Alkitab yang adalah Firman Tuhan.
Kita berharap kerjasama ini mampu melengkapi dan memperluas penyebaran Alkitab Digital, khususnya di kalangan orang muda yang hidup di zaman yang sangat dinamis.
Hingga tahun 2014, percetakan LAI baru mencetak sekitar 25 juta Alkitab dan disebarkan ke seluruh penjuru tanah air.
Jumlah itu tentunya tidak mencukupi seluruh kebutuhan jemaat yang jumlahnya diperkirakan sebesar 23 juta orang, yang tersebar dari kota Metropolitan Jakarta, hingga Miangas di Sulawesi Utara, atau desa terpencil di Pulau Nias yang masih sulit dijangkau toko buku.
Kita pantas bersyukur karena dengan semangat membara, Tuhan menyertai pelayanan LAI Selama 63 tahun.
Di tengah segala keterbatasannya, LAI dengan dukungan gereja gereja yang sudah mendapatkan karunia (keselamatan) dari Tuhan, berhasil mewujudkan program- programnya sehingga berita kesukaan nama Tuhan tetap dimuliakan, berita suka cita makin menjangkau banyak orang melalui penerbitan Alkitab dalam bahasa daerah, serta terbitan-terbitan lain.
LAI Perwakilan Medan
Kantor LAI Perwakilan Medan sendiri berdiri pada 8 Agustus 1958. Semula LAI di Medan berkantor di Jalan Sutomo Ujung, namun sejak tahun 2012, kantor sekaligus toko buku LAI Perwakilan Medan pindah ke Jalan Setiabudi no. 463 A-B, Tanjung sari, Medan.
Satu tahun ke depan, Tema Kerja LAI adalah: "Diciptakan untuk Berkarya".
Setiap insan yang bekerja dan bermitra dengan LAI dituntut memberikan karya karya terbaiknya Dalam rangka mensukseskan program program LAI. Mereka semua menghasilkan sesuatu yang memudahkan hidupnya, memuliakan Tuhan.
LAI akan terus bekerja keras dan bekerja sama dengan Gereja, Lembaga, dan Umat yang adalah Mitra Strategis LAI dalam mewujudnyatakan tersebarnya Kabar Baik di tengah-tengah kehidupan bersama.
"Peran LAI sebagai badan logistik gereja harus terus diupayakan kelangsungannya," seperti harapan Pdt. Dr. Ishak P. Lambe, Ketua Umum LAI yang mewakili Pengurus LAI memberikan sambutannya setelah Ibadah Syukur HUT ke-62 LAI, tahun lalu.
Kantor LAI Perwakilan Medan, bersama mitranya KPPD dan KKPA, serta seluruh mitra Mitra lainnya meskipun menghadapi tantangan berat berupa perlambatan ekonomi dirasakan disemua sektor usaha yang berimbas kepada rendahnya angka penyebaran Alkitab, namun kita juga patut bersyukur karena Tuhan masih memiliki tangan-tangan yang terus bertambah memberi dukungan kepada LAI.
Dukungan Gereja dan umat Kristiani khususnya di provinsi Sumatera Utara terlihat dari keterlibatan Gereja dalam dukungan Program LAI Sumut dalam berbagai program LAI pada 2016 yang lalu.
Para Pimpinan Gereja Tingkat Daerah dan Nasional, para Mitra LAI, para Kelompok Kerja, dan para Penyalur Utama LAI adalah kunci utama Kabar Baik terus tersebar luas di bumi Indonesia.
Setahun ke depan, LAI Perwakilan Medan mengupayakan penyebaran Firman Tuhan melalui beberapa Programnya diantaranya Program Satu Dalam Kasih (SDK) yang mengupayakan pengadaan Alkitab sebanyak lebih kurang 22.000 eksemplar untuk umat Kristen di Samosir, Program penerjemahan Alkitab Formal bahasa Pakpak Dairi, Pengadaan Alkitab Edisi Studi Bersubsidi untuk mahasiswa/i Teologi di daerah-daerah serta Pengembangan Produk Digital LAI dan beberapa program lainnya.
Memperingati Hari Ulang Tahun LAI ke 63 tahun ini, Marilah kita mensyukuri pekerjaan berat yang sudah dilakukan selama ini dan tetap optimis menyambut tantangan berat ke depan.
Dukungan semua pihak sangat diharapkan demi terlaksananya program program yang telah dicanangkan sehingga kerinduan umat untuk mendapatkan Firman Tuhan dapat segera terwujud. Kiranya Tuhan memberkati! (St Jannerson Girsang adalah Ketua Panitia HUT LAI Perwakilan Medan ke 63, Dan Pdt Ratna Harefa, STh adalah Ketua LAI Perwakilan Medan/l)