Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Paus Koptik Mesir: Alkitab Menentang Pernikahan Sesama Jenis

* Gereja Koptik Australia Diminta Perjuangkan Kebenaran Alkitab
- Minggu, 17 September 2017 23:35 WIB
789 view
Paus Koptik Mesir: Alkitab Menentang Pernikahan Sesama Jenis
Gembala Senior Hillsong
Sydney (SIB)- Pemimpin Gereja Ortodoks Koptik Mesir, Paus Tawadros II mendesak Gereja Koptik Australia untuk memperjuangkan kebenaran soal kontroversi pernikahan sesama jenis. Dia menegaskan kalau masalah itu tak pernah disebutkan di dalam Alkitab.

Kepada 1000 pemuda Koptik yang berkumpul di Internasional Convention Centre di Sydney, Australia pada awal September lalu, Paus Tawadros II menegaskan kalau Alkitab tegas menentang soal pernikahan sesama jenis. Dia juga menjelaskan kalau sebuah keluarga itu harus terdiri dari seorang ayah dan ibu.

Paus Tawadros II mengajak semua orang Kristen untuk benar-benar menolak pernikahan sesama jenis. Katanya, "Menurut Alkitab, saat kamu membaca baik dalam Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru, tidak ada sama sekali (dituliskan tentang) pernikahan sesama jenis. Oleh karena itu, pernikahan ini benar-benar ditolak oleh iman Kristen."

Menurutnya, pernikahan semacam itu adalah dosa di mata Tuhan. Keuskupan Orthodoks Koptik Sydney yang mendengar pernyataan ini hanya memilih diam tanpa mau menanggapi pernyataan Paus Tawadros II ini.

Sementara ketika Paus Orthodox Koptik ini bertemu dengan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull pada hari Rabu lalu, Paus Tawadros menyampaikan kalau pertemuan itu adalah cara untuk memperbaiki hubungan antar Mesir dan Australia. Dia juga menyampaikan pujian atas dukungan yang diberikan negara kanguru itu dan negara-negara lain kepada orang-orang senegaranya.

Dengan pernyataan terang-terangan Paus ini berharap bisa membuka jalan pemikiran gereja-gereja Australia dalam menyikapi pernikahan sesama jenis yang sudah banyak dilegalkan oleh gereja-gereja. Dan gereja kembali berpegang pada kebenaran yang tertulis dalam Alkitab.

Pegang Pernikahan Tradisional
Sementara itu, gembala senior dari Gereja Hillsong Brian Houston memperingatkan para penduduk Australia tentang konsekuensi yang akan ditanggung dari proses referendum legalisasi pernikahan sesama jenis yang akan digelar.

Melalui situs resmi Gereja Hillsong, Brian Houston menyampaikan sikap resmi dari pihaknya, Jumat (18/8). Mengutip dari surat terbuka itu, Brian mengatakan bahwa dirinya akan tetap mempertahankan ajaran alkitabiah tradisional dimana perkawinan adalah antara laki-laki dan perempuan.

"Tulisan rasul Paulus di Alkitab mengenai homoseksualitas juga sangat jelas, seperti yang pernah saya sebutkan di dalam pernyataan terbuka saya sebelumnya," ujar suami dari Bobbie Houston tersebut. 

Brian memandang perdebatan di antara kubu yang pro maupun kontra terhadap pernikahan sesama jenis sudah sama-sama salah kaprah. Di kubu pendukung, upaya mereka untuk mengubah definisi pernikahan justru membuat kebingungan bagi kelompok beragama termasuk orang Kristen. Padahal, seharusnya para kubu pendukung menghormati dan menghargai keyakinan umat beragama mengenai pernikahan.

Sementara di kubu kontra yang adalah mereka yang mengaku pengikut Kristus juga menggunakan agama untuk mengasingkan dan mengutuk kaum penyuka sesama jenis dan mengabaikan keinginan mereka untuk bahagia.

"Sebagai seorang pendeta Kristen, saya akan selalu mengajar dan berkhotbah sesuai dengan Alkitab dan keyakinan pribadi saya, namun saya tidak dapat membuat pilihan orang lain untuk mereka. Tuhan menciptakan manusia dengan kehendak bebas, dan saya peduli dengan semua orang termasuk mereka yang berbeda keyakinan dengan saya," ungkap Brian Houston.

Gereja Hillsong di manapun berada, sambung Brian Houston, selalu menghormati hukum yang berlaku yang ada di wilayah sekitar termasuk jika di daerah tersebut, undang-undang pernikahan sesama jenis dilegalkan.

"dan selama kami tidak dipaksa oleh undang-undang untuk mengkompromikan keyakinan alkitabiah kami, kami dapat dengan nyaman tetap berfungsi apapun hasil pemungutan suara ini," tulis Brian Houston.

Namun begitu, Brian Houston sangat mendorong orang-orang Kristen di Australia untuk memberikan suara di dalam voting yang akan digelar dalam kurun waktu kurang dari satu bulan lagi.

"Saya percaya bahwa banyak orang Australia yang sering disebut sebagai 'mayoritas diam' merasa sangat mementingkan hal ini namun membiarkan suara yang lebih keras dan sering kali lebih agresif untuk mengendalikan dialog publik. Pemungutan suara ini memberi kita semua suara yang setara dan kita seharusnya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini," pungkas Brian Houston.

Pernikahan gay saat ini tidak legal di Australia, namun pemungutan suara akan diselenggarakan oleh pihak otoritas setempat untuk mengetahui kemauan masyarakat mengenai masalah ini. (Jawaban.com/h)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi