Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
Seminar Kemitraan Bagi Transformasi Bangsa di Medan

Gereja Diminta Tidak Lalai terhadap Lingkungan, Etika Moral dan Sosial

- Minggu, 17 September 2017 23:37 WIB
1.315 view
Gereja Diminta Tidak Lalai terhadap Lingkungan, Etika Moral dan Sosial
SIB/Horas Pasaribu
FOTO BERSAMA: Tokoh-tokoh Kristen Sumut foto bersama usai pembukaan seminar Kemitraan bagi Transformasi Bangsa, Jumat (15/9) di Gedung Alpha Omega Jalan P Diponegoro Medan.
Medan (SIB)- Tokoh masyarakat Sumut Dr RE Nainggolan mengatakan, kehidupan kemasyarakatan harus senantiasa mengenal tanda-tanda zaman. Warga gereja harus tahu tanda-tanda zaman dan tahu hidup di zaman apa. Untuk itu warga gereja harus memperlengkapi diri menghadapi perkembangan dan tantangan zaman.

"Itu juga harus menjadi bagian dari upaya kita membangun kemitraan dengan jemaat. Di sisi lain,  hubungan lintas agama juga dibangun, sehingga hubungan kita terbangun dengan damai," ucap RE Nainggolan pada pembukaan Seminar kemitraan bagi transformasi bangsa, Jumat (15/9) di Gedung Alpha Omega Jalan P Diponegoro Medan. Seminar ini dilaksanakan Lemaga-lembaga gereja dan lembaga keumatan Kristen Sumut.

Seminar ini, kata mantan Sekda Pemprovsu ini, sangat penting untuk bergumul dan berdiskusi apa yang akan diwujudkan dalam pembangunan bangsa. Karena ada yang mengatakan kalau gereja terlambat mengikuti perkembangan zaman, ada bilang gereja lalai merespon masalah sosial masyarakat, seperti kemiskinan, etika moral, narkoba dan lainnya. 

"Sebagai contoh, justru di Kabupaten Tobasa yang  notabene mayoritas Kristen tercatat sebagai daerah terbesar pengidap HIV/AIDS di Sumut. Contoh lain, gereja harus menyikapi bahwa plastik itu sangat berbahaya, kalau plastik dimakan ikan dan ikan dimakan anak-anak akan mengakibatkan penyakit seirus. Makanya, gereja harus berjuang menyelematkan lingkungan. Kita jangan bicara kasih kalau tidak mencerminkan kasih," tuturnya.

Pdt Ir Rio Sibarani, salah seorang pembicara dalam seminar tersebut mengatakan, gereja tidak boleh acuh terhadap kebenaran, tidak boleh mengatakan pemerintahan itu benar padahal tidak, tapi harus ikut andil menyampaikan kebenaran. Seperti Ahok semasa menjadi Gubernur DKI Jakarta, sudah membawa kebenaran Kristus di lingkungan kerjanya. "Setiap kerja dia rapat dengan jajarannya dan mengajarkan kerja yang benar dan bersih, makanya ketika Wali Kota Jakarta Selatan korupsi langsung dicopotnya," kata Rio.

Dia menjelaskan, Amsal 13:34 menyebutkan: Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa. Kemakmuran suatu bangsa ditunjukkan oleh pemerintahan yang bersih bebas korupsi. Indonesia berada di ranking 90 dari 176 negara yang bebas korupsi. Negara 10 besar bebas korupsi adalah Denmark, Singapura, Selandia Baru, Swedia, Finlandia, Kanada, Belanda, Australia, Swiss dan Norwegia.

"Negara-negara yang bebas korupsi ternyata rakyatnya sejahtera karena negaranya makmur. Rakyat miskin dan melarat jika pejabat pemerintahan negara tersebut korupsi. Kita lihat saja 10 besar negara paling korup di dunia, seperti Somalia, negaranya dilanda kemiskinan dan kelaparan. Negara Sudan, akibat korupsi negaranya terpecah mejadi Sudan Utara dan Sudan Selatan dan rakyat kedua negara tersebut mengalami kelaparan. Begitu juga Korea Utara, Syria, Libya, Yaman dan Afganistan," ungkapnya.

Turut hadir dalam seminar tersebut Ketua PIKI (Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia) Jhon Eron Lumbangaol SE, Ketua FKKGSU Pdt Dr Jamilin Sirait, Sekum PGI W Sumut Pdt Hotman Hutasoit, Fater Dr CP Manalu, Pdt Lucas Timoteus, Pdt Dr Paul F Wakkary, Ketua Sumatera Berdoa JA Ferdinandus, Pastor Yosafat Ivo Sinaga, SB Sitompul, Dr Budi Sinulingga, Tom Victor dari Amerika bersama rekan-rekannya Jason Hubbard, Brian Tom, Mark Iblings, Roby Nayoan, Ketua Panitia Gregorius Marbun, Wakil Ketua Jadi Pane, Sekum Wati Simamora, Rosani Hutagalung, Pangihutan Hutagalung, Ida Nora Nasution, Dona Siagian dan lainnya. (A10/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi