Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
RENUNGAN

Kristus Kehidupan Kita

* (Filipi 1:21-30) oleh Pdt Sunggul Pasaribu MPd.K
- Minggu, 24 September 2017 20:19 WIB
1.413 view
Kristus Kehidupan Kita
Apakah jawaban saudara bila ada pertanyaan seperti ini, "Apakah Anda takut mati atau takut hidup? Mungkin saja ada yang akan menjawabnya demikian, "aku tidak takut mati," Hah, bukankah orang seperti ini akan bunuh diri jika ada masalah. Namun sebaliknya, mungkin jawabannya kira-kira seperti ini ; "aku paling takut mati". Oleh karena itu pula orang yang takut mati maka ia berusaha memelihara kesehatannya secara optimal, menjaga pola makan, merawat kesehatan dengan rajin check-up, memakai obat atau makanan tambahan (suplemen) agar tetap terlihat awet muda, ceria, dan menarik.

Akan tetapi beda bila pertanyaan seperti itu ditujukan kepada Rasul Paulus. Apakah saudara tahu jawabannya, atau apakah kita mengira jawabannya akan sama dengan yang di pikiran kita? Belum tentu, saudara.! Kalau begitu seperti apa jawabnya? Pasti dia berkata, "Aku tidak takut keduanya. Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan." Berbeda bukan?

Saudara-saudara yang terkasih.!
Statemen seperti ini mirip dengan motto di kalangan Tentara, begini isinya, : "Dari pada kembali hidup karena menyerah - lebih baik mati berperang karena melawan musuh". Luar biasa motto seperti ini. Militansi adalah suatu kesaksian yang menghidupkan semangat cinta terhadap bangsa, negara, manusia, dan kepada Tuhan. Inilah kehidupan yang membangkitkan semangat optimisme kita. Demikian juga dengan komitmen rasul Paulus dalam misi penginjilannya, ia pantang menyerah dan pantang takut kepada seteru dunia. Paulus dalam hal ini akan mempertaruhkan hidupnya untuk Kristus.

Saat menulis surat Filipi ini, Paulus sedang berada dalam penjara. Ia tidak tahu apakah kemudian akan selamat, ataukah harus mati di penjara. Namun, baik mati maupun hidup sama baiknya bagi Paulus. Mengapa Paulus dapat memiliki keyakinan seperti itu? Hidup Paulus berubah total setelah ia dijumpai Yesus dalam perjalanannya ke Damsyik. Sejak itu ia menjadi pengikut Yesus yang sangat giat memberitakan Injil, sekalipun ia harus menghadapi banyak bahaya penolakan yang mengakibatkan Paulus pernah disiksa, dipenjara, diadu dengan binatang buas, sakit dan sebagainya. Namun ia tak pernah mundur, karena baginya hidup adalah Kristus.

Apakah hidup Anda untuk Kristus? Hidup untuk Kristus bukan hanya memberitakan Injil secara verbal, namun mencakup seluruh hidup yang ditujukan untuk kemuliaan Tuhan dan berkat bagi sesama. Ketika kita bekerja dengan tekun dan bertanggung jawab, ketika kita mengembangkan kemampuan kita semaksimal mungkin yang semuanya ditujukan untuk Tuhan dan sesama kita hidup untuk Kristus. Jika kita telah hidup untuk Kristus, mati menjadi keuntungan. Kata "mati" pada teks Filipi 1:21 ini bahwa kata yang dipakai dalam bahasa Yunani adalah "analuein" yang berarti, melanjutkan perjalanan (Bhs.Inggris, go on, perjalanan masih berlanjut lagi)

Kata "analuein" biasanya dipakai untuk menggambarkan kapal yang mengangkat tali dan jangkarnya untuk melanjutkan perjalanan. Hanya dengan mati kita dapat melanjutkan hidup, yaitu dengan hidup bersama Kristus di surga. Kematian tidak perlu ditakuti, sebab kematian adalah jalan untuk bertemu muka dengan muka dengan Kristus, dan hidup bersama Dia selamanya. Maka mati adalah keuntungan. Pemahaman seperti ini yang terpatri bagi Paulus sehingga ia memiliki komitmen yang kokoh bahwa demi misi Injil ia tidak memperhitungkan soal rugi dan laba, soal hidup dan mati adalah sama nilainya.

Komitmen pantang menyerah adalah spirit rasul Paulus dalam mengembangkan misi Injil, maka resiko apapun akan ia hadapi demi Injil, demi keselamatan, demi untuk kemuliaan Tuhan. Di mana kelak kita mengetahui hasil kerja rasul Paulus membuahkan berdirinya berbagai jemaat Tuhan di Asia raya ketika itu, ditambah sejumlah suratnya, kini menjadi firman kehidupan sebagai buah kesaksiannya terhadap panggilan Tuhan yang melengkapi dan menyempurnakan keKristenan kita. Ada sebanyak tiga belas surat-surat sebagai buah kesaksian karya Paulus yang dapat kita baca pada kitab Perjanjian Baru.

Bila kita percaya bahwa Kristus sebagai kehidupan kita maka jangan pernah meragukan campur tangan Tuhan dalam derap langkah pada setiap aspek pekerjaan, rencana, dan kehidupan kita. Tekat, komitmen, dan semangat adalah spirit orang percaya dalam menalukkan dunia ini. Buanglah setiap keraguan dalam rancangan hidup kita. Sikap ragu, kecut, dan takut hanya akan memperlambat dan menghambat cita-cita dan tujuan yang akan kita raih.

Keyakinan kita terhadap Kristus sebagai kehidupan akan membangun kembali semangat yang patah, akan menumbuhkan kembali suatu cita-cita, akan terlukis rancangan masa depan yang lebih baik lagi. Percayalah bahwa tidak ada penderitaan yang abadi kecuali kita hidup di bawah bayang-bayang kekelaman. Sekarang saatnya kita berkata, Hai, jiwaku, bangkitlah, Kristus adalah kehidupan. Amin! (f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi