Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
RENUNGAN

Dipilih Supaya Berbuah

* (Yohannes 15:5) Oleh Pdt Sunggul Pasaribu MPd.K
- Minggu, 21 Januari 2018 19:29 WIB
1.418 view
Dipilih Supaya Berbuah
Kita sudah melewati tahun dua ribu tujuh belas dengan berbagai catatan hidup, ada yang baik dan menyenangkan tentu saja membahagiakan hati. Bila terdapat kegagalan atau rugi tentu saja kita perlu mengevaluasi mengapa hal itu terjadi. Oleh karena itu, dalam situasi menyenangkan atau tidak membahagiakan sekalipun kita perlu mengucap syukur sebab masih menjaga dan memberi kita kehidupan di tahun ini.

Marilah kita menghitung hari, bulan, minggu, jam, menit dan detik sebagai cara kita memahami bagaimana Allah bekerja memelihara kehidupan kita pada tahun yang lalu.Untuk itu kita perlu menyadari bahwa yang mendasari setiap rencana kerja dalam kehidupan kita pada tahun ini dengan mengingat pesan dan nasehat Tuhan Yesus kepada para murid-muridNya, "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" (Yohannes 15:5).

Supaya kita berbuah, nats ini memberi gambaran tentang pohon anggur supaya menghasilkan buah yang mempunyai kesatuan unsur, yaitu; unsur pohon (Allah, Tuhan Yesus), unsur ranting (Gereja dan Orang Kristen), dan unsur buah (perbuatan, perilaku). Menurut kesaksian Alkitab pada awalnya (khususnya dalam dunia Perjanjian Lama) bahwa Israel digambarkan sebagai pohon anggur Tuhan (Kej. 49:22; Mzm. 80:9; Hos. 10:1; Yes. 5:1-30; Ul. 32:32; Yer. 2:21). Memang, Israel bukan bangsa yang hebat atau besar dan kuat dari bangsa lainnya. Tetapi, Tuhan telah memilih mereka dan menjadikan mereka sebagai umat-Nya. Tetapi  Allah sudah pernah sangat kecewa terhadap Israel, karena mereka tidak berbuah sebagaimana yang diharapkan Tuhan.

Pohon anggur yang baik menghasilkan buah pada musimnya. Tetapi, Israel telah menjadi pohon anggur yang tidak menghasilkan buah. Mereka bukan saja tidak subur, tetapi tidak berguna (Yoh. 15:2-6). Israel bagaikan kayu anggur yang tidak dapat digunakan untuk sesuatu keperluan pada saat masih berbentuk kayu yang utuh, sebenarnya mereka harus dibakar (ay.1-3, 5). Gambaran kasih Tuhan terhadap penundaan hukuman kepada Israel, yang mengartikan bahwa kayu anggur tidak dapat dibentuk atau difungsikan seperti kayu pada umumnya karena sifatnya yang rapuh. Biasanya orang hanya akan membakarnya. Begitulah seharusnya yang terjadi kepada Israel. Bakar saja bila tidak berbuah. Mengapa?

Betapa kecewanya Tuhan melihat umat kesayangan-Nya itu tidak menyukakan hati-Nya. Sebagai balasan atas segala kebaikan Tuhan yang telah mereka terima, kesuburan tanah perjanjian dan segala berkat perlindungan-Nya; mereka menyembah berhala-berhala dan segala dewa sembahan bangsa sekitar. Tuhan membiarkan Israel bagian Utara dan Selatan dihancurkan musuh, bahkan Yerusalem yang menjadi kota tempat Bait Allah berada diserang dan dihancurkan. Raja Yoyakhin dan para pembesar diangkut ke pembuangan (4). Mereka tidak akan dapat meloloskan diri dari berbagai penghukuman karena Ia sendiri yang menentang mereka (Mzm. 34:17). Tuhan menjadikan Israel sunyi sepi, negeri Israel dibiarkan-Nya hancur porak poranda, dan menghalau penduduknya. Dengan demikian, mereka akan menyadari kesalahan mereka terhadap-Nya dan mengetahui bahwa Dialah Tuhan Allah (6-8).

Tuhan menghendaki kehidupan orang percaya adalah kehidupan yang berbuah, hal itu harus menjadi proses dalam komitmen kita sebagai umat kesayangan-Nya.  Dalam dunia pertanian ada istilah yang disebut dengan pemangkasan.  Adapun tujuan pemangkasan adalah untuk menyingkirkan daun dan carang kering yang tidak berguna atau berpenyakit yang dapat mengurangi kemampuan pohon untuk berbuah.  Oleh karena itu kita harus mengijinkan Tuhan membentuk kita, karena Dia memanggil kita untuk dijadikan  'orang-orang yang berbeda'  dan untuk melakukan perkara yang besar bersama Dia.  Firman Tuhan adalah merupakan sebagai gunting atau alat pemangkas sifat dan kebiasaan buruk kita untuk membentuk kita agar kehidupan menjadi berbuah.  Ada tertulis tentang fungsi Firman Tuhan,  "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."  (2 Timotius 3:16).  Orang Kristen yang sudah mengalami proses pemangkasan akan menghasilkan buah.

Dari nats Yohannes 15 ini kita perlu merenungkan,  Pertama, Tuhan Yesus adalah pokok anggur yang benar. Firman Tuhan berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6). Kedua, Bapa adalah pengusahanya. Berhasil tidaknya suatu perkebunan anggur sangat bergantung sepenuhnya pada keahlian pengusahanya. Ranting-ranting memerlukan sentuhan tangan kasih Bapa agar menghasilkan buah yang lebat. Bapalah yang pertama mengambil tindakan kasih itu dengan cara, "...mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16). Maka supaya kita berbuah dalam menapaki tahun ini serahkan segala kuatirmu kepada Yesus sebab Tuhan akan memelihara dan menjagamu. Amin.! (d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi