Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
RENUNGAN

Jenis Karakter yang Bagaimanakah Anda?

* (Lukas 8:9-15) Oleh Pdt. Sunggul Pasaribu MPd.K
- Minggu, 04 Februari 2018 18:51 WIB
405 view
Jenis Karakter yang Bagaimanakah Anda?
Ada pepatah yang mengatakan, siapa yang menabur angin maka ia akan menuai badai - siapa yang menyimpan dendam maka ia akan menuai amarah. Dua kata dari perumpamaan tersebut,yaitu; badai dan amarah akan menimbulkan perseteruan dan perang mental. Situasi orang yang senantiasa dihantui kebencian dan amarah akan memberi peluang kepada iblis untuk mengacaukan persaudaraan sesama manusia.

Mereka yang hobi memprovokasi, yang suka memutarbalikkan data dan fakta, mereka yang suka bersumpah di depan mata tetapi berkhianat di belakang layar, mereka yang suka berkata baik bila di depan mata tetapi perlakuan menusuk dari belakang. Perilaku seperti inilah yang membuat satu sama lain saling curiga hingga hubungan antar seorang dengan yang lain menjadi bermusuhan, saling sikut, ia memang jaya dan sukses di atas penderitaan orang lain.

Gambaran seperti perilaku atau karakter manusia yang tidak baik inilah yang dilukiskan oleh penulis Injil Lukas 8:1-15, membentangkan perihal seorang penabur yang akan menaburkan benih tanamannya namun berjatuhan dalam beberapa ragam tanah yang kurang baik. Ada tiga ragam jenis tanah yang tidak baik tersebut, yaitu ; pertama, bibit yang jatuh di pinggir jalan, kedua, bibit yang jatuh di atas tanah yang berbatuan, ketiga, bibit tersebut ditanam pada tanah di tengah semak duri yang menghimpitnya. Disebutkan bahwa benih di ketiga jenis tempat ini tidak dapat menghasilkan buah. Tetapi bibit yang di tanah yang baiklah dapat tumbuh dan berbuah seratus kali lipat hasilnya. Inilah isi singkat ceritanya.

Benar! Perumpamaan tentang dunia pertanian seperti nats ini tidak semua orang memahami apa makna dan tujuan yang dimaksudkan oleh Yesus. Baiklah, benih yang dimaksudkan di sini adalah Firman Tuhan yang ditaburkan oleh para hamba Tuhan di dunia ini. Maka jenis tanah yang dimaksud oleh penulis mengartikan tentang karakter manusia yang bagaimanakah si pendengar? Tadi disebutkan ada beberapa jenis karakternya, yaitu, manusia yang bermental rapuh (tanah yang di atas bebatuan), kemudian manusia yang bermental premanisme (manusia di pinggir jalan), ketiga, bermental parasut (digambarkan sebagai semak duri yang menghimpit).

Artinya, tidak semua orang merespons kehadiran Yesus secara positif. Ini nyata melalui perumpamaan tentang empat jenis tanah, yaitu tanah pinggir jalan, tanah berbatu-batu, tanah bersemak duri, dan tanah yang baik (5-8). Masing-masing jenis tanah memunculkan respons berbeda-beda terhadap benih yang jatuh di atas tanah itu. Ada benih yang diinjak orang dan dimakan burung; ada benih yang bisa tumbuh, tetapi cepat mati karena tidak mendapat air; ada benih yang juga mati karena terhimpit tanaman lain, walaupun ada juga benih yang bisa menghasilkan seratus kali lipat!

Tentu Yesus bukan sedang memberikan pelajaran bercocok tanam. Namun Ia sedang berbicara tentang empat jenis respons orang terhadap Injil. Semuanya sama-sama mendengar Injil. Pertama, tidak terbuka sama sekali pada Injil, tak ada respons dan tak ada kelahiran baru. Kedua, merespons firman secara positif, tetapi ketika menghadapi kesulitan atau penderitaan karena iman, orang semacam ini akan mundur teratur. Ketiga, mau juga menerima Injil, tetapi prioritasnya adalah uang dan senang-senang. Orang semacam ini tidak memiliki komitmen dan tidak mau bayar harga dalam mengikut Kristus. Keempat, orang yang menerima Injil dan selalu mengutamakannya dalam hatinya. Tak ada tempat utama untuk yang lain, baik minat maupun kepentingan pribadinya. Mari kita periksa hati kita, termasuk jenis tanah yang mana? Mintalah agar Tuhan memberikan hati yang responsif. Pelajari firman-Nya dan jadikan sebagai dasar perilaku kita tiap-tiap hari. Biarlah firman bertumbuh dan berbuah dalam hidup kita.

Percayalah.! Yesus adalah pribadi yang peduli dan penuh belas kasih, hatiNya selalu tergerak saat melihat penderitaan manusia. KasihNya tak terbatas, setiap orang dipulihkanNya, tanpa memandang status sosial, latar belakang atau kesalehan mereka.Buang segala keraguan dan kebimbangan yang ada. Jangan pernah ragu untuk datang ke hadapanNya, ucapkan permohonan dengan rendah hati dan iman teguh. Ia tidak pernah mengecewakan siapapun yang bersandar kepadaNya dan berani menyerahkan semua beban kehidupan ke dalam tanganNya.

Mungkin saja kita sedang dihantui ancaman kemajuan jaman ini yang sedang menggerogoti mental, karakter dan kepribadian manusia sehingga kita merasa sulit melepaskan diri dari cengkeraman kejahatan dunia ini. Namun yakinlah bahwa Tuhan selalu mempunyai cara untuk menolong kita. Andalkan Dia dalam segala perkara dan jangan sekali-kali mengandalkan kekuatan sendiri. Ia senantiasa membawa harapan baru, damai sejahtera dan sukacita. Mari tetap setia menanti pertolonganNya. Amin.! (l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi