Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
Bantu Keamanan Jemaat Saat Ibadah

Gereja di Pakistan akan Dipersenjatai

- Minggu, 04 Februari 2018 18:57 WIB
395 view
Gereja di Pakistan akan Dipersenjatai
Balochistan (SIB) -Pemerintah Propinsi Balochistan di Pakistan berencana mengeluarkan izin kepemilikan senjata untuk gereja-gereja di wilayah itu. Pemerintah juga telah menyumbang jutaan rupee untuk sebuah gereja Metodis guna mendukung para korban dan keluarga bom bunuh diri yang menewaskan sembilan umat Kristiani yang tengah beribadah Desember lalu.

Pada 24 Januari lalu, pemerintah propinsi memberitahu seluruh 41 gereja di Quetta, ibukota propinsi, agar menyeleksi relawan keamanan untuk mengikuti pelatihan keamanan di bawah Direktorat Keamanan Sipil.

Pemberitahuan tersebut dikeluarkan menyusul pertemuan antara Forum Implementasi Hak Minoritas (FIHM) dan sejumlah pejabat serta aparat polisi di Quetta minggu lalu.

"Departemen Dalam Negeri Balochistan akan mengeluarkan ijin kepemilikan senjata atas nama gereja-gereja," kata Ketua FIHM Samuel Pyara.

"Hal ini juga memungkinkan sebuah satuan khusus yang terdiri atas para relawan untuk membantu polisi setempat ketika ada ibadah. Kami akan membentuk sebuah komite untuk memantau perkembangannya dan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh para korban ledakan," lanjutnya.

Departemen Dalam Negeri dan Warga Suku dari pemerintah propinsi juga mengalokasikan dana sebesar 26,4 juta rupee atau sekitar 239.000 dolar AS untuk Gereja Metodis Memorial Bethel di Quetta sebagai ganti rugi para korban ledakan bom yang terjadi 17 Desember di gereja itu.

Sebelumnya, Kementerian Federal Agama dan Kerukunan Lintas-Iman mengumumkan bahwa kementerian akan mengalokasikan 5 juta rupee untuk membantu renovasi setelah delegasi pemerintah mengunjungi gedung gereja itu akhir tahun lalu.

"Proses yang rumit dari pemerintah dan koordinasi yang lamban antara berbagai departemen merupakan hambatan besar (bagi langkah keamanan yang baru tersebut)," kata Pyara.

"Baik polisi maupun pejabat rumah sakit telah menyampaikan daftar korban atau penilaian kerugian kepada wakil komisioner Quetta. Kami harus meyakinkan mereka untuk mempercepat persoalan itu," lanjutnya.

Sekitar 30 orang yang mengalami luka-luka akibat ledakan itu masih menjalani perawatan, kata sejumlah pejabat.

Simon Bashir, seorang pendeta dari gereja yang dibom, berada di Karachi minggu ini untuk mengunjungi seorang gadis berusia 16 tahun yang akan menjalani operasi mata dan janggut.

"Kami secara literal mengejar para pasien di sejumlah rumah sakit. Orang, bukan bangunan, adalah prioritas kami saat ini. (Para korban) tidak puas dengan pelayanan di rumah sakit pemerintah," katanya.

"Sedikitnya empat pasien menderita luka-luka di bagian paha dan perlu menjalani operasi. Seorang wanita berusia 30 tahun menderita amnesia akibat luka di kepala," lanjutnya.

Ia juga prihatin tentang orang-orang yang mengeksploitasi serangan itu.

"Saya mendapat telepon dari sebuah kedutaan besar di Islamabad terkait seorang anggota parlemen beragama Kristiani yang tengah mengumpulkan dana atas nama kami. Namun saya belum pernah merekomendasikan atau memberi wewenang kepada siapa pun untuk melakukannya," katanya.

"Aksi korupsi atas nama mereka yang menderita semacam itu tercela," katanya. (ucanews/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi