Gereja diutus oleh Tuhan ke dalam dunia.Dunia tidak bersifat statis.Dunia berkembang seturut dengan kemampuan manusia dalam mengembangkan ilmu dan teknologi.Hal tersebut berdampak dalam kehidupan bergereja. Oleh karena itu gereja dinamis dalam membaharui diri serta lingkungannya dalam menanggapi berbagai isu. Dengan kata lain gereja "mempercantik diri" dalam pelayanan untuk semakin layak dan pantas di setiap kegiatan rohani. Pelayanan kerohanian yang menghasilkan kenyamanan rohani harus dibangun tidak hanya berdasarkan diskusi.
Tidak dapat dipungkiri dengan adanya internet dan media sosial mengakibatkan masyarakat semakin kritis dalam menilai perilaku seseorang. Masyarakat cenderung menilai perilaku seseorang atau kelompok secara subjektif berdasarkan interaksi, informasi atau percakapan dalam dunia maya.. Realitas tersebut (yaitu kehadiran internet dan sikap menilai secara subjektif) berimplikasi pada perubahan paradigma atau metode berkomunikasi, termasuk perilaku para pemimpinnya.
Kondisi demikian berpengaruh dalam hidup bergereja. Gereja yang adalah persekutuan orang-orang berdosa yang masih ada di dalam dunia dan sebagai komunitas sosial yang telah dikuduskan oleh Allah. Gereja saat ini hidup dalam era yang berubah (berkembang) dengan demikian perlu perubahan paradigma pelayanan dalam praktek bergereja. Sebab gereja harus berada pada barisan terdepan dalam perubahan metode pelayanan sehingga kehidupan jasmani dan rohani jemaat tidak tergerus oleh realitas sosial saat ini.
Gereja yang kini berada pada zaman Revolusi Industri harus terus menerus untuk secara sadar membangun teologi pelayanannya. Gereja harus hidup pada suatu kesadaran bahwa suasana kehidupan zaman dahulu berbeda dengan suasana kehidupan sekarang ini. Implikasi kesadaran demikian menuntut adanya metode dan sarana pelayanan yang mampu menjawab kebutuhan masa kini yang selalu berubah dan berkembang seiring dengan kemajuan zaman.
Dasar Citra Posisitif GKPI
Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) dalam program Rencana Strategisnya, pada tahun 2018 ini (red. Sudah berjalan bulan keenam) menetapkan visi kerja yaitu Membentuk Citra Positif GKPI. Kesadaran demikian hendak memotivasi seluruh elemen dalam pelayanan GKPI untuk tetap berbenah dan siaga dalam mewujudkan fungsinya sebagai garam dan terang dunia (Mt. 6:13-14). GKPI hendaknya terus memperharui dirinya (ecclesia reformata semper reformanda), meneladani pelayanan Yesus Gembala Yang Baik.
GKPI terpanggil membimbing pelayan dan Warga Jemaat untuk selalu hidup terarah pada Tuhan Yesus dan menjalani kehidupan berdasarkan otoritas firman Allah. Juga yang tidak kalah penting adalah membangun dan serta memelihara damai dan kebersamaan, sebab bila persekutuan di semua aras solid, tertib dan terpelihara maka dengan sendirinya telah membentuk citra positif gembala GKPI di mata Warga Jemaat, masyarakat dan pemerintah.
Sebagaimana telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Membentuk Citra Positif GKPI bahwa,"GKPI bertujuan untuk memberitakan Injil dengan pengamalan dan pelayanan berdasarkan kasih setia Allah Bapa, Anugerah dari Tuhan Yesus Kristus, dan Persekutuan dengan Roh Kudus supaya nama Allah dipermuliakan dan manusia berdosa dalam penebusan Yesus Kristus menjadi pewaris Kerajaan Allah, sesuai dengan rencana keselamatan Allah: "Supaya orang percaya beroleh kehidupan yang kekal" (Yoh. 3:16).
Citra Gembala GKPI
Tentu saja semua pelayan dan warga Jemaat secara bersama-sama dipanggil dan merasa terpanggil untuk bertanggungjawab terlibat secara aktif dalam pelaksanaan tugas panggilan imannya sesuai dengan fungsinya masing-masing. Pendeta, Penatua, Evangelis, Diakones dan anggota Majelis lainnya memiliki fungsi sebagai gembala yang memimpin dan melayani Jemaat (Yoh. 21:15-17), melayani dan bukan untuk dilayani (bnd. Mrk. 10:45). Sedangkan dalam tugas panggilan sebagai anggota, Jemaat berada dalam wujud sebagai Imamat Am Orang Percaya (1 Ptr.2:9).
Pelayanan yang baik dan bermutu bila dilakukan berdasarkan kesadaran panggilan sebagai hamba akan sangat menghasilkan citra positif GKPI. Perwujudan nilai demikian didasarkan pada praktek hidup pelayanan Yesus Gembala Yang Baik. Sehingga para pelayan GKPI akan mempunyai kesadaran dan sikap yang mulia terhadap panggilannya melayani setiap orang dalam konteks kehidupan jemaat.
Gembala Yang Baik ini adalah brand (merk) yang harus menjadi ciri khas dari pelayanan GKPI. Branding tersebut hendaknya menjadi komitmen bersama yang menyemangati dan menggerakkan semangat pelayanan dan persekutuan kasih disemua aras: "Melayani dengan Kasih seperti Tuhan Yesus, Gembala yang baik" (Yoh.10:1-21). Bila branding ini dikerjakan dengan jujur, bermutu dan sesuai dengan kebutuhan warga masyarakat maka akan dengan sendirinya terbentuk Citra Positif GKPI
Kesadaran demikian akan membangkitkan semangat, roh yang menyala-nyala dalam melayani jemaat. Itulah citra positif gembala GKPI dalam memaknai berufung(Jerman: panggilan/dedikasi), panggilan pelayanannya. Citra positif ini akan dilihat dan dirasakan anggota jemaat lewat komunikasi yang menyemangati hidup, perhatian yang memberi harapan, empati yang memberi keyakinan, kotbah yang memberi motivasi dan keteguhan iman.
Jaminan kualitas pelayanan demikian akan mendorong keyakinan (trust) anggota jemaat untuk menyadari arah dan tujuannya bahwa hidupnya berarti bagi Tuhan. Bangkitnya keyakinan atas citra positif pelayanan ini akan membuka hati anggota jemaat untuk datang dan diteguhkan imannya agar mampu menghadapi tantangan dan menang dalam pergumulan hidupnya. Pada akhirnya, anggota jemaat akan mampu menjadi pelayan aktif dalam mewujudkan misi, diakonia sebagai buah iman kepada Yesus Kristus
Perangkat Citra Posisitif
Sadar akan panggilan identitas sebagai gembala yang baik adalah sesuatu yang berat dan membutuhkan banyak faktor pendukung, maka GKPI berusaha untuk terus menerus dalam panggilan yang mulia tersebut, dan akan mampu dengan sempurna pada panggilan mewujudkan panggilan marturia, diakonia dan koinonia.
Guna mewujudkan panggilan citra positif tersebut, GKPI lewat masing-masing Departemen Apostolat, Pastorat dan Diakonat telah merumuskan dan menjabarkannya. Sebelum melaksanakan program dimaksud maka Pimpinan Sinode lewat Koordinator Wilayah telah melakukan sosialisasi panggilan pelayanan ini kepada semua Pengurus Harian Resort (PHR) dan Pengurus harian Jemaat (PHJ).
Itulah sebabnya, di beberapa Wilayah, Resort diadakan seminar, lokakarya, pelatihan untuk semakin memahami betapa besar makna dan fungsi dari program ini. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bagi setiap Jemaat dan Resort untuk menjabarkan tema-tema tersebut sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Jemaat dan Resort itu sendiri. Yang penting program yang diputuskan hendaknya tetap mengacu kepada Rencana Strategis GKPI tahun 2018.
Membangun citra positif gereja adalah langkah yang harus dikerjakan dalam jangka panjang dan tidak akan pernah selesai. Gereja dituntut untuk terus menjawab pergumulan demi pergumulan yang hadir dari zaman ke zaman. Gereja yang memelihara citra positifnya adalah gereja yang mengimani Yohanes 21:15-17 bahwa ketika gereja menyatakan "ya Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau" maka gereja harus siap melakukan perintah "gembalakanlah domba-dombaKu." Ini adalah ungkapan relasi bahwa yang mengasihi Tuhan adalah yang mampu melakukan tugasNya. "Menggembalakan domba-domba" adalah tugas memelihara bukan menguasai.
Melihat kerinduan GKPI dalam menunjukkan citra positifnya kepada masyarakat, ini juga sekaligus menjadi doa dan upaya untuk mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik. Sehingga, dengan adanya citra positif ini, semua lapisan masyarakat akan merasakan dan mengakui bahwa Yesus sang "gembala yang baik" itu masih hidup dan berkarya sampai selama-lamanya.
Atas dasar itulah di masing-masing Wilayah, setiap Resort/Jemaat Khusu sdan Jemaat dalam program pelayanannya tetap mengacu pada metode dan tujuan membentuk Citra Posisitf Gembala GKPI. Dengan demikian diharapkan semua unsur pelayanan gereja sudah mendapat pemahaman yang sama dan bersama-sama melaksanakannya.
Keyakinan dan komitmen yang kuat akan keterpanggilan jiwa mewujudkan program ini akan mampu menjadi sarana dalam pemenuhan diri sebagai pelayan di GKPI serta dapat memberikan keyakinan, harapan dan kepuasan (satisfaction) bagi jemaat dalam mewujudkan panggilan iman kepada Yesus Kristus Gembala Agung yang Setia. Semoga. (d)