Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026
RENUNGAN

Penyertaan Tuhan untuk Menangkal Pencobaan

* (Kejadian 39:1-10) Oleh Pdt Sunggul Pasaribu
- Minggu, 30 September 2018 19:54 WIB
1.502 view
Penyertaan Tuhan untuk Menangkal Pencobaan
Untuk menjadi manusia yang sukses (berhasil) tidaklah mudah. Kita harus mampu melawan badai, berani menghadapi tantangan, tegar terhadap ejekan, rela kerja keras, loyalitas tinggi, komit dalam pekerjaan dengan penuh tanggungjawab. Demikian kisah sukses yang dialami Yusuf sebagaimana dikisahkan dalam Kejadian 39:1-10, diraih berkat adanya penyertaan Tuhan (ayat 2, 3) dan kemudian ia menjadi berkat bagi sesamanya (ayat 5).

Penulis mengajak pembaca yang budiman untuk mencermati kisah pengalaman pahit dan manis yang dialami Yusuf hingga menjadi manusia sukses dan menjadi berkat. Ketika itu Yusuf berusia 17 tahun, dia bersama saudara-saudaranya menggembalakan domba. Pada saat menggembalakan domba, Yusuf menyaksikan saudara-saudaranya melakukan kejahatan. Lalu, sebagai seorang yang mengasihi Tuhan dan saudara-saudaranya, Yusuf memberitahukan kejahatan tersebut kepada ayahnya, Yakub, dengan tujuan supaya mereka mengurungkan niat jahatnya. Bagaimana respon saudara-saudaranya ? Justru sangat membenci Yusuf, (Kejadian 37:2). Akhirnya mereka menjual Yusuf ke tangan orang Ismail, pedagang di Midian. Kemudian dari Midian dijual menjadi budak ke Mesir, maka jatuhlah Yusuf menjadi budak di istana raja Mesir, Potifar. Inilah kisah pahit hidup Yusuf, ia  dijual menjadi budak.

Kini, status budak yang disandang Yusuf di Mesir bukanlah suatu kehinaan. Sebab oleh karena penyertaan Tuhan (ayat 2,3) justru ia mendapat kehormatan dari tuannya. Yusuf diberi kewenangan dan kuasa untuk menjadi penguasa atas harta apapun yang ada di kawasan istana raja. Lebih jelasnya dikatakan,; " Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai Tuhan dan bahwa Tuhan membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia. Kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, Tuhan memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat Tuhan ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apa pun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya (Kejadian 39:2-6).

Penyertaan Tuhan dalam diri Yusuf adalah bagian yang sangat penting untuk diperhatikan dan itu mewarnai perjalanan kehidupan Yusuf. Mengapa? Karena penyertaan Tuhan inilah yang menjadikan Yusuf dapat berhasil dan mendapat perhatian orang di sekelilingnya. Segala bentuk kekerasan yang dialaminya, ia dibuang dari antara saudara-saudara sebagai orang yang tidak berdaya, bahaya yang mengancam silih berganti dalam kehidupan namun selamat, bukankah itu bukti dari penyertaan Tuhan? Saudara-saudaranya yang tidak menginginkan Yusuf hadir di antara mereka namun di pihak lain Tuhan justru memakainya hadir dan berkarya di tempat asing, jauh dari kebiasaan hidup, jauh dari sanak saudara, jauh dari kemanjaan sebagai anak yang disayangi. Tuhan benar-benar hadir dalam kehidupan Yusuf, tidak meninggalkan sang anak yang 'dibuang', anak yang dikasihi orang tuannya dan dikasihi Tuhan .  

Penyertaan dalam kisah ini mendapat penekanan khusus. Konsep "Tuhan yang menyertai atau memberkati Yusuf" muncul berkali-kali (ayat 2, 3, 21, 23). Konsep ini menyiratkan bahwa penyertaan Tuhanlah yang berperan penting dari awal sampai akhir (ayat 2, 23). Di akhir cerita secara keseluruhan Yusuf pun mengakui bahwa kedatangan dan keberhasilannya di negara Mesir adalah karena Tuhan yang menyuruh dia ke sana (Kejadian 45:5-8). Walaupun saudara-saudaranya melakukan yang jahat, tetapi Yusuf mengetahui bahwa Tuhan menggunakan semua itu untuk kebaikanNya (Kejadian 50:20). Berkat penyertaan Tuhan maka Yusuf berhasil mengalahkan kejahatan dengan ketabahan dan kebaikan. Penyertaan Tuhan belum selesai sampai di sini. Kini, Yusuf menghadapi cobaan manis, yang menggiurkan, yang membangkitkan birahi seks dari istri Potifar. Karena keelokan parasnya dan ketangguhan pribadinya dalam kerja di istana maka sang istri raja pun mulai terperanjat kepada Yusuf, lalu diajaknya untuk bersetubuh,. Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" (ayat 8-9). 

Kemampuan Yusuf tidak jatuh dalam kebejatan moral terhadap istri Potifar karena ia menyadari bahwa hal itu adalah perbuatan dosa, tindakan pencemaran nama baik seorang hamba yang dikasihi Tuhan. Pencobaan sebesar atau seberat apapun dapat kita tanggung bila Tuhan senantiasa menyertai kita hingga berhasil melewati tantangan dan menjadi berkat. Amin.! (c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru