Hari ini kita sudah sampai pada Minggu ini. Minggu Akhir Tahun Gerejawi sebagai minggu untuk mengenang kembali orang-orang yang kita kasihi, yang sudah lebih dahulu menghadap kepada Allah Bapa (Bahasa Latin, Memento memory, artinya mengenang orang meninggal). Dengan kata lain tujuan dari peringatan minggu 'memento memory' adalah untuk mengingatkan kita bahwa hidup manusia di dunia ini ada batasnya dan ada akhirnya, sebab Allah memiliki otoritas untuk menentukan waktu kehidupan yang dimiliki manusia. Minggu memento memory untuk merenung ulang (review) tentang perjalanan hidup kita di hadapan Allah hingga saat ini, apakah hidup kita ada perubahan yang semakin baik, apakah sudah menjadi berkat bagi orang lain atau tidak ada perubahan dari sama sekali sepanjang tahun ini?.
Nas khotbah hari ini diambil dari kitab Daniel 7:9-14, menceritakan tentang penglihatan Daniel pada masa pemerintahan Belsyazar raja Babel. Daniel bermimpi tentang kehadiran empat binatang besar yang melambangkan empat kerajaan yang silih berganti menguasai dunia. Kerajaan pertama adalah Babel, kedua Midian, ketiga Persia, keempat Yunani yang dipimpin oleh Aleksander Agung.
Daniel dalam penglihatannya tentang dunia yang penuh kekacauan dan ketidakpastian. Persoalan silih berganti yang terjadi oleh penguasa-penguasa dunia yang memimpin dengan tidak takut akan Tuhan (Dan. 7:1-8) sehingga timbul peperangan bangsa-bangsa dan pemberontakan. Melalui penglihatan Daniel ternyata Tuhan memberikan kesempatan untuk orang jahat menguasai kekacauan dunia. Dengan melambangkan empat binatang yang besar sebagai empat kerajaan yang besar di dunia. Tetapi kekuasaan kerajaan-kerajaan tersebut tidak bisa bertahan lama jika hanya mengandalkan kehebatannya masing-masing dan kekuatannya dalam hal menindas orang lain terutama perlakuan mereka kepada bangsa Israel.
Daniel melihat apa yang akan terjadi kemudian dalam kehidupan penguasa-penguasa dunia secara khusus dalam persiapan untuk mengadakan penghukuman. Takhta-takhta sebagai symbol kerajaan-kerajaan duniawi itu akan direndahkan oleh yang lanjut usianya, yang tidak lain adalah yang Mahatinggi dan Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya yakni Allah sendiri yang penuh kesucian, kebenaran dan keagungan akan datang untuk melaksanakan pengadilan dan penghukuman. Sungai api yang dapat menghanguskan dan melenyapkan semua yang menentang Allah. Seribu kali beribu-ribu, menunjukkan malaikat-malaikat Allah yang akan melayani Dia dan berdiri di depanNya untuk memulai proses pengadilan yang akan dilaksanakan. Daniel membukakan kitab-kitab yang berisi catatan tentang perbuatan baik dan jahat yang dilakukan oleh setiap orang. Sebab Allah digambarkan sebagai hakim (Kel. 22:23; Mzm. 56:9; Yes. 65:6; Mal. 3:16).
Daniel terus melihat yang akan terjadi kemudian. Penglihatannya belum diakhiri dengan hukuman dan kebinasaan yang akan dijatuhkan terhadap kerajaan atau penguasa-penguasa dunia itu, melainkan masih menantikan akan kedatangan seorang anak manusia yang diberi mahkota kehormatan, kekuasaan dan kemuliaan yang kekal untuk menguasai kerajaan yang tidak akan pernah berakhir, kekal selama-lamanya. Dimana semua bangsa dan manusia akan mengabdi kepadaNya yaitu Allah itu sendiri dalam rupa manusia, yaitu Yesus Kristus (Wahyu 1:4b-8).
Banyak pertanyaan yang sering timbul dalam kehidupan manusia, Dimanakah Allah? Apakah benar Allah berkuasa atas segalanya? Ketika terjadi peperangan, kejahatan, penyiksaan terhadap orang-orang percaya dimanakah Allah? Melalui nats ini, Allah mengetahui kapanpun dan dimanapun kejahatan yang dilakukan oleh manusia. Meskipun Allah membiarkan kejahatan tapi bukan berarti Allah diam dan tidak mau tahu. Terkadang Allah memberi kesempatan kepada manusia melakukan kejahatan tetapi senantiasa di bawah pengawasanNya dan pada waktunya semua kejahatan yang dilakukan manusia akan dihakimiNya. Bila manusia sebagai korban kejahatan anggaplah sebagai ujian iman tapi bila manusia itu sendiri bebal maka manusia akan jatuh terhadap siksaan abadi di akhir zaman.
Percayalah dunia akan berakhir, pengetahuan juga akan berakhir tapi satu hal yang tidak akan berakhir yaitu Firman Allah (Yes. 51:6 ; 1Kor. 13:8). Ini membuktikan bagaimana kuasa Allah akan dunia ini, dan tidak seorang pun bisa sembunyi di hadapanNya. Terlebih dalam keadaan dunia saat ini yang penuh dengan kekacauan, ketidakpastian dan para penguasa yang semakin merajalela hanya untuk mencari keuntungan pribadi dengan cara menindas rakyat miskin.
Melalui renungan ini Allah menginginkan supaya orang percaya tidak perlu merasa takut terhadap berbagai gejolak kejahatan yang terlihat semakin merajalela seolah kita merasa mau kiamat. Ingatlah bahwa kekuasaan duniawi akan berakhir, penderitaan di dunia ini bersifat sementara, air mata sebagai lambang ratapan akan diubahNya menjadi sukacita. Mereka yang setia, yang percaya dan bertahan hingga akhir zaman akan menuai kehidupan kekal dalam kerajaan seribu tahun. Percayalah! Di tahta kerajaanNya manusia penjahat, pendosa akan dihukum tetapi Allah akan menempatkan orang benar, orang baik, orang beriman di sisi kiri dan kananNya serta menganugerahkan hidup yang kekal. Amin! (d)