Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 Juli 2026

Uskup Baru Keuskupan Agung Medan: Jangan Memberi Hati Setengah-setengah

* Oleh Maurits Pardosi (Alumni STFT Pematangsiantar)
- Minggu, 10 Februari 2019 11:10 WIB
2.137 view
Uskup Baru Keuskupan Agung Medan: Jangan Memberi Hati Setengah-setengah
Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap
"Jangan memberi hati setengah-setengah" merupakan judul buku yang mengulas mengenai hidup Mgr. Kornelius Sipayung OFM Cap. Peluncuran buku ini diadakan di Catholic Centre baru-baru ini. Peluncuran buku ini bersifat relaks, identik dengan karakter uskup baru – para peserta dihadiahi suara merdu dari uskup baru. Semenjak dia menjadi Frater hingga Pastor, bakat bernyanyi sudah ada dalam dirinya. Sebelum menjadi uskup, beliau juga sudah menghadirkan beberapa volume lagu-lagu bernuansa rohani. Selain suka bernyanyi, dia juga menguasai berbagai bahasa suku di Sumatera Utara, misalnya bahasa Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, dan beberapa bahasa daerah lainnya.

"Duc in altum" (bertolak ke tempat yang dalam) menjadi nuansa yang timbul dari pihak audiens yang hadir. Banyak peserta mengajukan pertanyaan, namun uskup baru menjawab dengan mengajak agar setiap orang membaca buku tersebut. Ungkapan di atas juga sangatlah berdekatan dengan evangelisasi yang akan dijalankan uskup baru. Dalam evangelisasi, aspek (dimensi) manusia harus mendapat perhatian karena manusia adalah sasaran pewartaan.

Perjalanan evangelisasi berjalan bersama dengan sejarah, khususnya sejarah gereja di Sumatera Utara. Tongkat evangelisasi kini diberikan kepada Mgr. Kornelius, OFM Cap setelah adanya pengumuman resmi dari Vatikan pada Sabtu, 8 Desember 2018, pukul 18.00 WIB (pukul 12.00 waktu di Roma). Mgr Kornelius Sipayung OFMCap menggantikan Mgr Anicetus Sinaga merupakan simbol bahwa evangelisasi di daerah Sumatera Utara akan terus berjalan sesuai dengan dinamika masyarakat. Dan kehadiran uskup baru ini disambut umat beriman dengan gembira. Tentu, ada harapan dibalik kegembiraan para umat Katolik di Sumatera Utara.

Sebagai bentuk kegembiraan umat beriman, Simon Saragih (seorang wartawan senior) bersama dengan timnya mengemas sebuah buku mengenai kisah hidup sang pelayan baru, pemegang tongkat Keuskupan Agung Medan saat ini. Dalam buku tersebut tampaklah semangat dialogis; adanya perbincangan yang berlandaskan correctio fraterna (koreksi persaudaraan) – dengan terbuka, uskup baru menyigi segala ucapan selamat maupun kritikan serta pengharapan umat beriman. Dia berharap bahwa segala tulisan yang tertuang dalam bukunya bukanlah tulisan mati, namun suatu cermin untuk menatap masa depan Gereja. Pada sambutannya, dia mengutip nas Kitab Suci, "Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku supaya kuasa Kristus menaungi aku" (2 Kor. 12:9).

Semangat dialog menjadi landasan dalam evangelisasi. Dengan sikap dialogis, evangelisasi dapat mendarat kepada umat beriman secara optimal. Sebagai uskup dengan usia muda, beliau sangat senang berbagi cerita, pengalaman, bahkan berbagi makanan dengan teman satu rumah (komunitas). Beliau juga dikenal sebagai orang yang setia menjaga kesehatan melalui olahraga. Dengan demikian, dia bisa melakukan aktivitas pewartaan dengan semangat, gembira, dan tampil prima. Kekuatan ini tentunya bukan semata-mata dari dirinya, namun dorongan untuk setia dalam hal-hal rohani membuatnya tetap bugar. Hal ini diutarakan oleh Pater Guido Situmorang, rekan satu komitasnya di Biara Kamerino, Nagahuta, Pematangsiantar.

"Saya merasa terhormat untuk datang pertama kalinya ke Medan guna menahbiskan Uskup Baru yang mulia, Mgr. Kornelius Sipayung, OFM Cap dan untuk memenuhi anda sekalian; para imam terkasih, biarawan dan biarawati, seminaris, novis bersama dengan banyak umat beriman awam yang merupakan harta karun paling indah dan kebanggaan Gereja Metropolitan Sumatera Utara. Melalui pesan singkat ini, saya hadir di tengah anda membawakan anda sambutan Bapa Suci, Paus Fransiskus yang setiap kali beliau menerima saya di Roma dalam audiensi menanyakan saya tentang kabar Gereja di Indonesia dan selalu memberitahu saya untuk membawa salam kebapakannya beserta doa dan berkatnya bagi anda semua." Inilah sambutan Mgr. Piero Pioppo, Nuntius Apostolik Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia di Jakarta, 10 Januari 2019.

Mgr. Kornelius Sipayung, yang lahir di Bandar Hinalang, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada 26 Agustus 1970 adalah seorang yang terbiasa dengan kehidupan menggereja. Dia sangat dekat dengan para biarawan/wati dan kedua orangtuanya sangat aktif dalam pelayanan di Gereja. Hal inilah membentuk dirinya. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Mgr. Kornelius sah menjadi uskup baru di Keuskupan Agung Medan setelah adanya pengumuman resmi dari Vatikan. Moga-moga, dengan terpilihnya uskup baru di Keuskupan Sumatera Utara ini, kita semakin belajar dalam seluruh aspek kehidupan untuk "Jangan memberi hati setengah-setengah". (d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru