Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 Juli 2026

41 Tahun STT HKBP, Beriman, Bermutu dan Berkarakter

Catatan Pdt. Dr. Pahala J. Simanjuntak (Dosen STT HKBP P Siantar)
- Minggu, 07 April 2019 10:39 WIB
1.326 view
41 Tahun STT HKBP, Beriman, Bermutu dan Berkarakter
Pdt. Dr. Pahala J. Simanjuntak
Bagi dunia Perguruan Tinggi Teologi di Indonesia usia 41 tahun belumlah tergolong tua jika dibandingkan dengan sejarah kekristenan kita. Oleh karena itu harus diakui bahwa perjalanan setiap Perguruan Tinggi Teologi di Indonesia tidak tergantung kepada usianya. Tetapi diyakini sebagai sebuah panggilan pelayanan dalam Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat, gereja dan bangsa. Perjalanan itu pasti melalui proses yang sangat panjang dan diwarnai dengan suka dan duka dalam melintasi setiap badai yang membuat dirinya semakin dewasa dan matang.

Demikian halnya dengan Sekolah Tinggi Theologia Huria Kristen Batak Protestan (STT HKBP) Pematangsiantar yang tidak asing lagi bagi Perguruan Tinggi Teologi di Indonesia bahkan di tingkat ASEAN. Lembaga ini memberi andil dalam dunia pendidikan Teologi di Indonesia khususnya di Sumatera Utara. Perjalanan lembaga milik gereja ini telah mencatat sejarah yang sangat panjang dan telah mengabdi bagi gereja-gereja Protestan di Indonesia bahkan di luar negeri. Sekolah ini telah banyak menamatkan mahasiswa dan sudah melayani di beberapa gereja, ada juga yang menjadi Pegawai Negeri di bidang keagamaan dan kerohanian dan instansi Pendidikan. Misalnya sejak 30 tahun yang lalu lulusannya banyak yang bertugas di dinas Kemiliteran dan di Departemen Agama RI. Ada juga sebagai Dosen di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Para pemimpin gereja Lutheran pada umumnya lulus dari STT HKBP sehingga membawa nama lembaga ini tidak asing bagi perguruan Tinggi Teologi di Indonesia.

Dies natalis ke 41
Tepatnya 12 April 1978 STT HKBP berdiri sebagai lembaga tersendiri setelah memisahkan diri dari Universitas HKBP Nommensen. Dulu disebut sebagai Fakultas Teologi yang khusus membina para mahasiswa menjadi Pendeta. Salah satu alasan pemisahan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam menjawab kerinduan gereja dalam 'penyediaan' para Pendetanya. Dimana sejak para missionaris membawa Injil ke Sumatera Utara khususnya di tanah Batak kebutuhan Pendeta sangat meningkat. Atas dukungan gereja-gereja tetangga (Lutheran) dan dukungan Pemerintah Indonesia sehingga lembaga ini boleh berdiri seperti sekarang ini.

Setiap tahunnya STT HKBP selalu mengadakan perayaan Dies Natalis walaupun sederhana. Namun memiliki nilai-nilai spiritualitas dan nilai sejarah bagi Civitas Akademika STT HKBP sendiri dan bagi warga jemaat. Dies Natalis kali ini (12 April 2019) berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana STT HKBP dalam sidang senat terbuka juga akan diadakan penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Pdt Willem TP Simarmata MA, Ephorus HKBP periode 2012-2016. Pdt Willem Simarmata juga merupakan alumni dan mantan Dosen STT HKBP sebelum menjadi pimpinan HKBP. Penganugerahan gelar ini datang dari Hanil University & Presbyterian Theological Seminary (HUPTS) Korea. Inilah pertama sekali STT HKBP sebagai tuan rumah dalam penganugerahan gelar Doktor HC kepada alumninya.

Menjawab tantangan zaman
Salah satu tuntutan yang dialamatkan kepada Perguruan ini adalah agar meningkatkan kualitas mutu pengajaran dan mutu para tamatan sekolah ini. Selain itu lembaga ini akan semakin membenahi dirinya dalam memenuhi tuntutan akademis dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) baik program studi (prodi) maupun institusinya. Ketua STT Pdt Dr Victor Tinambunan MST dalam hal ini bekerja sama dengan para dosen, staf dan pegawai untuk memenuhi tuntutan yang dialamatkan kepada perguruan ini. Sehingga dapat meningkatkan nilai akreditasi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Melalui pembenahan dan pemenuhan tuntutan ini diharapkan lembaga ini dapat meraih nilai akreditasi A. Maka dalam setiap rapat Senat pembicaraan peningkatan mutu lembaga ini selalu diperbincangkan guna memajukan perguruan ini. Dosen STT HKBP saat ini memiliki 21 orang, 11 orang di antaranya memiliki gelar Doktor Theologi lulusan dalam dan luar Negeri di masing-masing bidang studi. Dan sebahagian besar Dosen telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN). Harapan ke depan Dosen yang berstrata S3 diharapkan semakin bertambah. Dosen-dosen juga diberikan kesempatan untuk mengikuti seminar, pelatihan dan ceramah di tingkat Nasional dan Internasional.

Jumlah mahasiswa saat ini kurang lebih 586 orang untuk program S1 dan untuk Program S2 kira-kira 45 orang. Masing-masing program studi (prodi) ini telah terakreditasi oleh Pemerintah RI. Setiap tahunnya STT HKBP menerima mahasiswa baru dan biasanya jumlah yang mendaftar hampir 500 orang. Pendaftaran tahun 2018 lalu misalnya mencapai 600 orang. Namun yang diterima hanya sebanyak 100 orang dari gereja HKBP dan 20 orang gereja tetangga. Dibatasinya penerimaan mahasiswa ini mempertimbangkan jumlah ruang kuliah dan melihat kebutuhan di lapangan serta mencegah pengangguran bagi lulusan. Seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) dilakukan dengan ujian tertulis, seperti Pengetahuan Isi Alkitab (PIA), pengetahuan umum, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, psikotes dan wawancara. Selain itu juga bagi setiap mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi akan menjalani tes kesehatan di RS HKBP Balige.

Dalam menunjang program studi di tempat ini setiap ruangan dilengkapi dengan fasilitas pendukung. Perpustakaan, kantor dan ruang kuliah serta kantor kerja Dosen dilengkapi dengan AC, CCTV dan komputer. Jumlah buku di perpustakaan tersedia dalam puluhan ribu judul baik yang berbahasa Indonesia maupun Inggris dan Jerman.

Alumni STT HKBP
Sejak tahun 1978 para alumni sudah tergolong banyak dan sudah tersebar di berbagai tempat baik dalam maupun di luar negeri. Hal ini merupakan sebuah kekuatan bagi STT untuk bisa berkiprah dan bersaing secara sehat. Saat ini Ikatan Alumni STT (IAS) diketuai oleh Pdt Dr Robin Butarbutar sekaligus Ketua Rapat Pendeta (KRP) HKBP. Menurut Robin Butarbutar bahwa Alumni sangat memberi perhatian terhadap kemajuan STT HKBP. Hal itu dibuktikan dengan sumbangan pembangunan yang dilakukan oleh para alumni.

Beberapa tahun lalu para alumni ikut menyumbangkan biaya pembangunan rumah dinas Dosen, pembangunan lapangan Basket, Pondok rekreasi serta sumbangan untuk asrama baru mahasiswa. Ke depan kerjasama ini akan tetap berlangsung demi kemajuan lembaga ini. Dalam kesempatan ini Dr. Robin Butarbutar dengan rendah hati mengundang seluruh alumni untuk menghadiri ibadah syukur Dies Natalis ke 41 ini.

Kegiatan Litbang
Dalam menunjang Tri Darma Perguruan Tinggi sebagaimana disebutkan di atas di STT HKBP tetap mengadakan penelitian dan pengembangan (Litbang) serta pengabdian kepada masyarakat (Pengmas). Baik dosen dan mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan ini.

Walaupun dalam skala kecil (lokal) kegiatan Litbang dan Pengmas ini sekaligus menjadi bahagian akademis di tengah-tengah masyarakat dan gereja. Selain itu STT HKBP saat ini telah memiliki beberapa pusat studi seperti Pusat Studi Biblika (PSB), Pusat Studi Teologia Kontekstual (PSTK) dan Pusat Studi Gender (PSG). Masing-masing pusat studi ini melaksanakan programnya dalam membantu perguruan sesuai dengan bidang masing-masing. Selain itu juga sedang direncanakan 'bengkel' PAK untuk menjadi sarana pelatihan para guru-guru Sekolah Minggu dan pembinaan Warga Jemaat (PWG). STT HKBP juga akan mempersiapkan diri untuk membuka jurusan S3 seperti selama ini. Namun saat ini terkendala dan tidak menerima mahasiswa program Doktor karena mengalami kesulitan. Salah satu kesulitan yang dihadapi adalah belum memiliki Dosen ahli atau setingkat profesor.

Sebagai perguruan Tinggi Teologi di Indonesia STT HKBP tetap menyadari keterbatasan dan kekurangan dirinya di beberapa hal. Namun keterbatasan itu dapat dibenahi secara bertahap dan melalui kerjasama, doa dan dukungan semua pihak.

Oleh sebab itu, Dies Natalis ke 41 ini dilaksanakan sebagai ungkapan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan Yesus raja Gereja.

Serta berharap untuk lebih baik dan semakin membenahi diri sehingga dapat bersaing secara sehat dan positif di antara seluruh perguruan tinggi teologi di Indonesia. Kehadiran STT HKBP ini tetap mengharapkan dukungan dan kerjasama dari gereja-gereja tetangga dan Pemerintah. Kerjasama ini dapat diwujudkan dalam beberapa hal seperti mengutus para warganya untuk dididik menjadi teolog dan pendeta. Selain itu kerjasama juga dapat dilakukan melalui penjemaatan, pelatihan, pemberdayaan warga jemaat dan dukungan dana. Sebab kerjasama seperti ini tetap menjadi salah modal STT dalam mewujudkan visi dan misi STT HKBP yakni: Beriman, Bermutu dan Berkarakter. (q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru