Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Pdt Dr Sukanto Limbong : Perempuan Potensial Sebagai Agen Diakoni

- Minggu, 12 Mei 2019 16:48 WIB
1.461 view
Pdt Dr Sukanto Limbong : Perempuan Potensial Sebagai Agen Diakoni
SIB/Victor Ambarita
Jakarta (SIB) -Istilah diakoni muncul dalam Lukas 8:3 untuk menyebut Yohana, istri Khuza, bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan yang melayani rombongan Yesus.

"Yesus tidak memandang perempuan sebagai properti tetapi sebagai pribadi," tegas Ketua Program Pascasarjana STT HKBP Pdt Dr Sukanto Limbong, dalam Seminar bertajuk "Sian Dia Lagi Tu Dia" yang diadakan di aula serbaguna HKBP Pasar Minggu, Jakarta, Minggu siang, (14/4).

Disinilah, lanjut Sukanto Limbong, perempuan tampak beranjak dari peran mereka secara tradisional menyiapkan makanan untuk seisi rumahnya,kepada kehidupan yang melayani Kristus dan orang-orang beriman kala itu.

"Tampak bahwa kaum perempuan begitu antusias dalam menyambut pelayanan Yesus, sebagaimana dilakukan oleh para perempuan di atas seperti Martha dan Maria," kata dia.

Menurut Sukanto, Allah memilih untuk menggunakan para perempuan (termasuk laki-laki) menjadi pelayan bagiNya dan para muridNya. "Dalam konteks keluarga, gereja dan masyarakat, perempuan tampak begitu potensial menjadi agen diakoni, perempuan berbelas kasih yang telah menghirup belas kasihan Allah," ujar dia.

Sukanto mengutip pernyataan Joel B Green yang melihat sedikitnya tiga penekanan penting terkait peran kaum perempuan masa kini sebagai agen diakoni yang berlandaskan spiritualitas belas kasih seperti yang dimiliki oleh orang Samaria dalam narasi Lukas.

Pertama, belas kasih orang Samaria terhadap korban merupakan wujud nyata dari belas kasih Allah yang radikal, sebagaimana pelayanan Yesus kepada orang miskin dan menderita selalu mengedepankan belas kasih.

Kedua, perumpamaan tersebut memusat pada persoalan tentang sesama, yakni mengasihi musuh, kasih yang menembusi batas-batas relasi. Ketiga, terkait dengan suasana di Yerusalem kala itu, belas kasih orang Samaria menyiratkan makna perlunya pembongkaran terhadap batas-batas sosial di pusat keagamaan Yahudi sebab telah merusak hubungan kemanusiaan.

Sementara Ketua Parompuan HKBP Resort Pasar Minggu, Dra Sandra Sidabutar, dalam sambutannya, mengatakan seminar ini diadakan dalam rangka Parheheon Parompuan HKBP Pasar Minggu. "Diharapkan melalui seminar ini para parompuan di gereja ini semakin menghayati tugas dan panggilan kaum perempuan berdiakonia dalam keluarga, gereja dan masyarakat," pungkas istri St Ir Ido Hutabarat MSM ini. (J03/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Militer AS Blokade Pelabuhan Iran

Militer AS Blokade Pelabuhan Iran

Washington(harianSIB.com)Militer Amerika Serikat (AS) saat ini akan memulai memblokade seluruh lalu lintas maritim terhadap kapal yang masuk