Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh Tahbiskan 18 Pendeta

- Minggu, 16 Juni 2019 11:11 WIB
2.085 view
Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh Tahbiskan 18 Pendeta
SIB/Dok
FOTO BERSAMA: Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh bersama Sekjen Pdt Ro Sininta Hutabarat MTh foto bersama dengan para pendeta yang baru ditahbiskan, Minggu (9/6) di GKPI Jemaat Khusus Batu Aji Wilayah X Kepulauan Riau.
Pematangsiantar (SIB) -Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh menahbiskan 18 orang pendeta, Minggu (9/6) lalu di GKPI Jemaat Khusus Batu Aji Wilayah X Kepulauan Riau dalam ibadah Minggu Pentakosta.

Humas Pdt HUM Gultom kepada SIB, Sabtu (15/6) di kota Pematangsiantar mengungkapkan,sebelumnya mereka menjalani masa vikariat selama tiga tahun di tiga tempat berbeda dan telah menjalani masa pengenalan pelayanan di tengah-tengah GKPI. Juga telah mengikuti pembinaan di Kantor Sinode yang narasumbernya Pimpinan Sinode, Kepala Departemen dan Ketua Badan Pekerja Rapat Pendeta.

Ibadah dilayani pendeta dari Kantor Sinode. Liturgis Pdt Humala Lumbantobing MTh, Pdt. Raden Samosir STh, doa syafaat Pdt Tubiran Simamora MTh.

Khotbah disampaikan Bishop Pdt Oloan Pasaribu MTh dari Roma 8:9-11, menekankan bahwa semua umat harus tinggal di dalam Tuhan (Yoh 15:4-5). Sebagaimana Rasul Paulus yang tinggal di dalam Tuhan dan hidup di dalam Roh. Umat yang hidup di dalam Roh maka hidupnya dipimpin oleh Roh itu sendiri.

Dengan demikian orang yang hidup di dalam roh tidak gila hormat dan tidak pendengki. Orang yang hidup di dalam roh dengan yang tidak dapat diperbandingkan seperti warna hitam dan putih. Dalam peristiwa turunnya roh Kudus, semua orang yang berkumpul di kala itu tercengang karena semua mengerti dalam bahasa ibu masing-masing.

Hal ini mengartikan bahwa semua orang sama di hadapan Allah dan semua diterima dalam persekutuan orang percaya. Hidup orang percaya adalah saling menerima dan saling mengasihi. Bishop pun mengingatkan para vikar yang akan ditahbiskan menjadi pendeta untuk berpedoman kepada 1 Tim 4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu.

Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau. Nas ini menekankan kepada pendeta untuk selalu belajar tunduk kepada Tuhan dengan mengawasi diri dan mengawasi ajaran.

Dalam penahbisan tersebut Bishop bersama Sekjen Pdt Ro Sininta Hutabarat, MTh dan Ketua BPRP Pdt Jention Sihite STh menyampaikan tugas-tugas Pendeta GKPI dilanjutkan dengan janji oleh Vikar yang akan ditahbiskan. Selanjutnya Bishop menumpangkan tangan/menahbiskan vikar menjadi pendeta di GKPI.

Para pendeta GKPI yang baru Pdt Andri Hartono Simanjuntak STh, Pdt Bernando Maju Omas Christ Hakim Napitupulu STh, Pdt Bohal Manontong Silaban STh, Pdt Chandra Tumpu Sirait, STh, Pdt Dani Firmanto Simanjuntak STh P, Pdt Dedi Khapri Yolanda Sirait, STh, Pdt Ferry Lukman Samosir STh.

Selain itu Pdt Ikotison Marpaung STh, Pdt Janwanri Simamora STh, Pdt Joel Ompusunggu STh, Pdt Juprianto Hutabarat STh, Pdt Leo Vedi Berkardo STh, Pdt Pepry Candra Simanungkalit STh, Pdt Peterson Noel Putra Rajagukguk STh, Pdt Renol Panuturi Sianturi STh, Pdt Sintong Aritonang STh, Pdt Risbe Mariboto br Batubara STh dan Pdt Victor Golan Yohansen Sitompoel STh.

Ibadah penahbisan dihadiri 33 orang pendeta. Paduan Suara yang mengisi ibadah dari GKPI JK Letare Bengkong, GKPI JK Batu Aji dan Paduan Suara Vikar.

Dilanjutkan dengan kata-kata sambutan dari vikar yang baru ditahbiskan Pdt Janwari Simamora, S.Th, Ketua panitia mewakili orang tua vikar yang ditahbiskan, mewakili undangan Ombur Rajagukguk, mewakili anggota Majelis Sinode Pnt. Sahat Sinaga, Korwil Wil X Pdt. Junus Situmorang, Ketua BPRP dan kata bimbingan dari Sekjen.

Penahbisan berlangsung dengan baik dengan Ketua Pnt Untung P Batuara, Sekretaris Pnt Hasudungan Situmorang, Bendahara Rimmiel A Siregar.(S04/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Militer AS Blokade Pelabuhan Iran

Militer AS Blokade Pelabuhan Iran

Washington(harianSIB.com)Militer Amerika Serikat (AS) saat ini akan memulai memblokade seluruh lalu lintas maritim terhadap kapal yang masuk