Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026
Rapat Pendeta HKBP Distrik Riau di Pekanbaru

Pdt Dr Martongo Ingatkan 7 Poda Tohonan Kependetaan Menghadapi Revolusi Industri ke-4

- Minggu, 21 Juli 2019 15:04 WIB
4.888 view
Pdt Dr Martongo Ingatkan 7 Poda Tohonan Kependetaan Menghadapi Revolusi Industri ke-4
SIB/Dok
Tertawa : Kadep Koinonia Pdt Dr Martongo Sitinjak (tengah) tertawa saat bersalaman dengan Pdt Dr Robinson Butarbutar (KRP HKBP) (kanan) pada Rapat Pendeta di Pekanbaru, 15-16 Juli 2019 lalu. Juga hadir Pdt Dr Robinson Rajagukguk (kiri).
Pekanbaru (SIB) -Belajar sepanjang hidup (long life education) adalah hakekat manusia. Seruan belajar kepada para pendeta pun diingatkan untuk menyegarkan ulang arti dan makna panggilan sebagai seorang Pendeta dan salah satu metode yang paling baik dalam belajar adalah melakukan panggilan itu sendiri (doing Theologi), terang Pdt Dr Martongo Sitinjak Kadep Koinonia HKBP yang tampil sebagai narasumber pada Rapat Pendeta Distrik XXII Riau di Pekanbaru, 15-16 Juli 2019 lalu. Rapat dipimpin Praeses Pdt Mangantar Tambunan MTh diikuti 89 pendeta aktif, 10 calon pendeta dan 3 pendeta pensiun.

Perlengkapan utama seorang pendeta adalah mengenakan 7 poda tohonan dalam dirinya untuk memimpin umat Tuhan dalam perang rohani menghadapi roh zaman yang sedang berlangsung (ef 6:10-12). Perlengkapan tohonan kependetaan yaitu : 1. Hidup dalam Firman Tuhan (confessi HKBP), 2. Pelayan Sakramen, 3. Pelayan Karakter, Etika dan moral Kristen, 4. Pelayan Sekolah Minggu, 5. Pemeliharaan/Penggembalaan Hidup warga Jemaat, 6. Pemeliharaan keluarga kudus, 7. Karsa (jiwa yang mendorong) Kebersatuan dan kebersamaan Partohonan Pendeta (Solidaritas). Tujuh perlengkapan tohonan kependetaan HKBP harus terus-menerus dipelajari dan diinternalisasi ke dalam diri para pendeta, tambah Sitinjak.

Pdt Dr Martongo menyampaikan bahwa era revolusi industri keempat membuka kondisi baru kehidupan manusia yang merubuhkan batas-batas budaya, bangsa, agama dan identitas lainnya yang menjadi global citizen, sehingga manusia modern kini memiliki multi wajah dalam era digital. Salah satu yang tumbuh dalam proses digitalisasi adalah lahirnya jiwa "me centered" (aku menjadi pusat) segala sesuatu di dalam diri manusia.

Peranan Pendeta sebagai agen perobahan sorgawi harus tetap berada dalam keutamaan missi penyelamatan manusia. Pendeta tidak boleh mengesampingkan missi sorgawi. Allah menjadi manusia (Yoh 1 : 14) artinya manusia menjadi hal pokok dalam komunikasi Allah untuk keselamatan. Hubungan Allah dengan manusia yang tertuang dalam hubungan manusia dengan manusia harus tetap dijaga dan dipelihara. Hubungan manusia dengan manusia tidak boleh digantikan dengan hubungan manusia dengan teknologi, tutup Kepala Departemen Koinonia HKBP.

Rasa antusias untuk lebih memaknai dan menyikapi akan era revolusi industri keempat serta memperlengkapi diri sebagai seorang pendeta, terlihat dari diskusi para pendeta tersebut. Diskusi itu dimoderatori Pdt Herbert Hutagalung.

Rapat Pendeta HKBP Distrik XXII Riau ini juga membicarakan pelayanan dan program yang berlangsung dan yang akan berlangsung di Pelayanan HKBP Distrik XXII Riau.

Selain Pdt Martongo, Pdt Dr Robinson Butarbutar (KRP HKBP) dan Pdt Dr Robinson Rajagukguk juga turut sebagai narasumber menjelaskan tentang tema dan penguatan arti dan makna "poda tohonan". (Rel/hkbp.or.id/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Militer AS Blokade Pelabuhan Iran

Militer AS Blokade Pelabuhan Iran

Washington(harianSIB.com)Militer Amerika Serikat (AS) saat ini akan memulai memblokade seluruh lalu lintas maritim terhadap kapal yang masuk