Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026

Generasi Muda Gereja dan Tantangan Zaman

Oleh: Pdt Midian KH Sirait, MTh
- Minggu, 10 Agustus 2014 12:25 WIB
3.374 view
Generasi Muda Gereja dan Tantangan Zaman
Tahun Remaja - dan Pemuda HKBP 2014 dimaksudkan sebagai tindak lanjut dari pembangunan landasan yang kokoh terhadap pembinaan Remaja dan Pemuda sebagai generasi penerus HKBP. Dengan penetapan tahun pemuda, HKBP menganggap pentingnya pemuda sebagai generasi penerus iman. Tentunya pemuda bukanlah sekedar program jangka pendek, HKBP menyadari semuanya itu untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
Para pakar pendidikan selalu mengingatkan bahwa, para remaja dan pemuda sesungguhnya memiliki vitalitas untuk bertumbuh dan berkembang baik secara fisik, intelektual, sosial, emosional dan spiritual, sehingga tugas pelayanan gereja yang dibutuhkan adalah mendampingi dan menuntun generasi muda memahami panggilannya di tengah-tengah arus zaman
Apabila gereja merancang pembinaan dan pelatihan remaja/pemuda gereja dengan tujuan:mempersiapkan generasi muda yang takut akan Tuhan dan mencintai Gereja, maka pembinaan dan pelatihan yang dibutuhkan harus bersifat komprehensif, meliputi pendidikan iman, pemahaman tradisi ibadah, dan kemampuan merespon tantangan zaman.

Ada beberapa tantangan zaman yang perlu disadari oleh gereja dan para remaja/pemuda saat ini seperti peredaran narkoba semakin luas, kemajuan ipteks (ilmu pengetahuan, teknologi dan seni) yang semakin cepat dan canggih pasti ada efek positif dan efek negatif, bahkan jumlah pengangguran yang terus meningkat.
Perkembangan jemaat dan penyebarannya membutuhkan rumah ibadah sebagai wadah fisik dalam bersekutu. Sulitnya mendapatkan ijin pendirian rumah ibadah di Indonesia merupakan tantangan, bukan hanya di masa kini tapi juga masa mendatang. Generasi muda HKBP harus siap menyikapi tantangan itu.
Tatangan ini, disamping yang lainnya yang memungkinkan masih banyak,  membutuhkan komitmen Gereja untuk memperlengkapi para orangtua menjadi guru dan pendamping anak-anak remaja dan pemuda.

Kesuksesan Tahun Remaja dan Pemuda 2014 ditentukan oleh kesadaran semua pihak terhadap tantangan zaman yang begitu luas dan kuat menghadang generasi muda belia, di tengah-tengah arus globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan seni sebagaimana digambarkan di atas.

Seandainya kita menerima maka diri kita masing-masing harus dibentengi dengan konsep keterpaduan antara Iptek dan nilai-nilai religius yang terpancar dalam sinarnya iman Kristen, artinya Iptek yang dimiliki oleh generasi muda harus mantap dan mempuni sehingga mampu bersaing dengan dunia global bukan  hanya mampu bersaing dengan bangsa sendiri.

Akan tetapi disatu sisi penguasaan Iptek itu harus dibentengi dengan niali-nilai agama, kerana nilai agama merupakan konsep yang ampuh dan mujarab, belum ada konsep lain yang mampu untuk menandingi satu konsep ini, dalam mensikapi tantangan hidup yang semakin berat.

Dalam konteks ini pembinaan menjadi proses penting bagi pembentukan generasi muda sebagai pewaris sah dari bangsa yang terdiri atas multietnis, ras, suku, dan agama. Potensi pemuda HKBP sungguh merupakan kekuatan besar untuk meningkatkan akselerasi pelayanan Gereja di berbagai bidang dengan mobilitas serta jaringan yang luas.

Oleh karena itu dibutuhkan komitmen yang sungguh-sungguh untuk melihat remaja dan pemuda bukan lagi sebagai penggembira melainkan sebagai bagian integral dari Gereja yang hidup dan berkarya sebagai perwujudan Tubuh Kristus.

HKBP tidak kekurangan tokoh HKBP dengan kiprah yang baik sebagai panutan. Pemuda HKBP bisa meneladani para missionaris mula-mula. Ini berarti gereja memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan para pemuda gereja.

Gereja harus mempersiapkan generasi muda yang siap berdialog dan bekerja sama dengan semua pihak untuk menjawab tantangan zaman. Pemuda HKBP sebagai generasi penerus HKBP dalam pengembangannya harus melibatkan semua umat. Pendidikan dan panutan menjadi bekal pemuda. Generasi muda harus kreatif dalam melihat masalah, harus berani melihat masalah dan berani pula memecahkan masalah.

Pemuda berkualitas adalah harapan gereja, umat, bangsa dan negara. Bersyukurlah selalu dan bertumbuhlah setiap saat dan bermegahlah atas jerih payah yang kita kerjakan. Dengan  itu kita telah berbagi kebahagiaan dan syukur  pada Tuhan. Amin. (r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru