Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026
Lewati Jalan Terjal dan Aek Manuruk

Pdt Dr Martongo Sitinjak Kunjungi Gereja HKBP Sinar Pagi di Tengah Hutan Dairi

- Minggu, 22 Desember 2019 19:06 WIB
1.901 view
Pdt Dr Martongo Sitinjak Kunjungi Gereja HKBP Sinar Pagi di Tengah Hutan Dairi
SIB/Dok
Kunjungan : Kadep Koinonia HKBP Pdt Dr Martongo Sitinjak (tengah, gambar kiri) foto bersama dengan penatua saat berkunjung ke HKBP Sinar Pagi, Dairi awal Desember lalu. Gambar kanan Pdt Martongo dibonceng warga menuju Gereja HKBP Sinar Pagi.
Sidikalang (SIB)
Untuk keduakalinya Pdt Dr Martongo Sitinjak, Kadep Koinonia HKBP mengunjungi gereja di tengah hutan yaitu HKBP Sinar Pagi, Resort Pardomuan Distrik Dairi awal Desember lalu. Kunjungan yang menggugah dan membuat terenyuh itu mendapat apresiasi dan respon dari masyarakat, khususnya jemaat HKBP dan juga Menko Maritim Luhut B Panjaitan.

Hal ini terlihat dari tanggapan dan like ratusan di status facebook yang diunggah Pdt Martongo Desember 2019 lalu. Jenderal Luhut yang dikenal dengan singkatan LBP itu langsung meminta Pdt Martongo untuk menghubunginya dan sekaligus minta nomor telepon Pdt Martongo.

Lebih lanjut tidak diketahui pasti apa yang diperbincangkan Pdt Martongo dengan LBP terkait kunjungan ke gereja di Desa Sinar Pagi, Kecamatan Tanah Pinem yang berbatasan dengan Kecamatan Siempat Nempu Hilir itu dan juga kondisi jalan dan desa serta jemaat di desa tersebut yang tampak perlu mendapat perhatian pemerintah. Sebagaimana diungkapkan Pdt Martongo, untuk datang ke gereja tersebut mereka harus menempuh jalan turun naik yang terjal melewati Aek Manuruk, sebuah perjalanan yang sulit untuk memuji Tuhan.

Sesuai dengan foto-foto kunjungan Pdt Martongo terlihat mereka berfoto bersama empat penatua gereja di depan gedung gereja yang sangat sederhana yang terbuat terbuat dari papan itu. Selain itu tampak Pdt Martongo bersama rombongannya menaiki jalan berbatu yang sangat memprihatinkan dan menguras tenaga.

Juga kondisi jalan yang berlumpur saat Pdt Martongo dibonceng naik sepedamotor oleh salah seorang warga membuat banyak yang mengapresiasi kunjungan tersebut dan mengharapkan pimpinan gereja agar lebih memedulikan jemaat yang tinggal di desa-desa terpencil.

Selain infrastruktur yang sangat minim, Desa Sinar Pagi yang berada di tengah hutan yang jauh dari keramaian itu juga tidak ada signal internet. Listrik pun baru masuk empat bulan lalu setelah perjuangan panjang yang dicanangkan empat tahun lalu bersama masyarakat yang diorganisir YPDK dan para Diakones HKBP.

Menurut Pdt Martongo, Gereja HKBP Sinar Pagi awalnya didirikan oleh 12 orang penduduk, namun kini para pendiri dan keturunannya tidak ada lagi di tempat ini. Ini merupakan kunjungan yang keduanya ke gereja ini. Kunjungan pertama empat tahun lalu jematnya hanya 16 KK. Warga jemaat silih berganti datang dan pergi dan saat ini jumlahnya 22 KK yang dilayani 4 orang sintua, yaitu St br Hutagalung, St Padang, St Ginting (pimpinan jemaat) dan St Silitonga. Mereka bertani untuk memperoleh hasil pertanian dari tanah yang subur.

Pdt Martongo berharap Pemkab Dairi memperhatikan kondisi desa tersebut, khususnya pembangunan jalan, sehingga masyarakat tidak merasa terpinggirkan. Di samping itu pembangunan jalan akan membantu transportasi hasil pertanian mereka. (R4/f)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Militer AS Blokade Pelabuhan Iran

Militer AS Blokade Pelabuhan Iran

Washington(harianSIB.com)Militer Amerika Serikat (AS) saat ini akan memulai memblokade seluruh lalu lintas maritim terhadap kapal yang masuk