Berita sukacita paskah minggu ini, sebuah kisah bermakna iman: Yesus telah bangkit. Kebangkitan Yesus adalah kejadian historis, kejadian dalam waktu, tempat. Yesus yang mati telah bangkit kembali. Layaknya sebuah peristiwa, biasanya diperbincangkan banyak orang. Kabar beritanya menyebar.
Mata, pikiran, hati disuguhi dengan berjibun berita tentangnya. Biasanya kita sibuk tentang peristiwa itu sendiri, namun sering lupa memahami arti, manfaat atau hikmat di balik suatu Satu contoh aktual, minggu-minggu atau bulan belakangan ini, virus corona sedang merebak, kejadiannya bukan saja di satu tempat atau negara tapi hampir seluruh bagian dunia mengalaminya. Berbagai tanya mengemuka, banyak upaya dicurahkan untuk meminimalisir, memutus rantai penularannya.
Pemerintah mengajak masyarakat menjaga jarak aman satu dengan yang lain, membatasi aktivitas yang tidak perlu di luar rumah, diam di rumah saja. Ibadah pun kita lakukan di rumah masing-masing. Banyak tanya mengemuka, spekulasi dan pendapat diajukan. Dengan enteng ada yang berujar, tak perlu takut.
Ah, mungkin kita kurang beriman. Tanggapan yang diberikan kadang bukan jawaban, solusi. Tidak semua pertanyaan mendapat jawaban. Tidak setiap hal dapat kita mengerti dan pahami. Saat ini kita tidak butuh perdebatan atau pertanyaan. Sederhana saja. Simple. Di saat pandemi ini, kita beribadah di rumah, alasannya sederhana. Karena ada yang lebih penting daripada yang penting. Sekali lagi, ada yang lebih penting daripada yang penting.
Apa itu? Kehidupan. Kehidupan itu sendiri lebih penting dan brharga dari semua yang penting lainnya. Maka, kalau kita menempatkan kehidupan lebih penting dari yang penting, kita akan fokus kepada kehidupan, menghargai dan menjaga hidup yang Tuhan anugerahkan.
Berita yang terpenting itulah, berita sukacita paskah minggu ini, yang terpenting saudaraku adalah kehidupan.
Sungguh, Kristus telah bangkit. Alkitab tidak banyak menceritakan bagaimana persisnya kebangkitan Yesus itu terjadi. Sebab pesan paskah bukan tentang bagaimana kebangkitan itu tetapi apa arti kebangkitan Yesus bagi dunia dan manusia.
Yesus bangkit dari antara orang mati, dan oleh kebangkitanNya, Dia memberi hidup baru. Peristiwa paskah menjadi berita besar an sarat makna, ketika Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Salome pergi ke kubur bermaksud meminyaki pusara Yesus.
Di tengah perjalanan, mereka baru ingat bahwa ada batu besar menutup kubur Yesus. Injil Markus (16:3) mencatat: Mereka berkata seorang kepada yang lain. Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur? Kesadaran mereka agaknya terlambat, tetapi tidak membuat mereka surut atau berhenti.
Mereka tetap melanjutkan perjalanan sampai kepada tujuan. Dan nyatalah, sebelum mereka sampai di tempat tujuan, terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang menggulingkan batu itu. Dari dekat, tampaklah batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.
Dalam suasana terkejut, mereka disapa seorang muda: “Jangan takut!†Kamu mencari Yesus orang Nazaret yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Yesus tidak lagi berada di tempat kematian, Dia sudah bangkit.
Ketiga perempuan inilah yang tampil sebagai saksi yang memberi kepastian Yesus telah bangkit. Mereka perempuan istimewa dan luar biasa, bukan karena mereka kuat atau tidak memiliki rasa takut.
Walau berada di tengah ketakutan yang mencekam, tantangan yang menghadang, perempuan-perempuan ini tetap menunjukkan kesetiaan kepada Yesus. Kasih yang mereka miliki menjadi dorongan yang menggerakkan mereka mengalahkan ketakutan dalam hati. Betapa kuat dan luarbiasanya kasih itu. Kasih mampu mengalahkan perhitungan akan kesulitan, hambatan yang mengadang, keraguan dan ketakutan yang mencekam hati mereka.
Pagi-pagi benar, menjelang fajar, mereka pergi menengok kubur Yesus. Hasilnya, sungguh luar biasa, bukan kematian dalam kubur yang mereka dapatkan melainkan kebangkitan dari kematian, Yesus bangkit. Kebangkitan Yesus menerobos seluruh kemungkinan logika, daya pikir manusia.
Kebangkitan Yesus meretas kehidupan, memberi semangat baru dan sukacita.
Kebangkitan Kristus merupakan keharusan dari Allah. Ratusan tahun sebelumnya, Allah memerintahkan Yehezkiel bernubuat tentang tulang-tulang umat Israel yang telah kering dan berserakan akan memperoleh daging, urat dan nafas kehidupan sehingga mereka hidup kembali (Yeh. 37).
Allah setia pada janji-Nya. Nubuat mendapat penggenapan dalam diri Yesus. Kebangkitan Yesus memberikan kehidupan baru bagi dunia dan kita. Mengapa Kristus harus bangkit? Apabila Kristus tidak bangkit dari antara orang mati, maka tidak mungkin ada kebangkitan orang mati (1 Kor. 15: 12 �" 19).
Paskah, pesakh, pascha (artinya, melewatkan). Allah melewati rumah umatNya dan membebaskannya dari kematian. Paskah, awalnya adalah kenangan pembebasan Israel dari perbudakan di Mesir. Allah melewati rumah-rumah Israel agar mereka bisa mengalami kebebasan. Mereka terlewati dari tulah kematian anak sulung (Kel 12). Oleh dan di dalam Yesus,
Paskah, memberi makna baru, kita terlewatkan dari kematian kekal dan hidup dalam hidup baru (Rm. 6:4,6). Yesus menyediakan kehidupan baru.
Peristiwa Paskah, merupakan rahasia yang tidak mudah dimengerti. Dunia berusaha berjuang dengan segala cara mengalahkan kematian.
Sampai detik ini kita tidak mampu mengatasi kesulitan terbesar problema hidup manusia yaitu kematian. Itu sebabnya kebangkitan Kristus merupakan fakta sejarah yang sulit dimengerti oleh logika manusia. Tidak masuk akal tetapi sungguh nyata. Paskah, fakta nyata kemenangan dari kuasa kematian. Kuasa dosa yang paling mengerikan dipatahkan dan dikalahkan. Kebangkitan Kristus memberi jaminan dan pengharapan pasti kebangkitan dari kematian dan adanya kehidupan kekal bagi orang percaya.
Mulai hari ini, jangan ragu, tetapi percayalah kepada kebangkitan Kristus. Dengan percaya, kita memiliki pengharapan kemenangan dalam kehidupan dunia ini. “Mari bergegas meraih cita-cita yang luhur meski harus menempuh jalan yang sulitâ€. Kebangkitan Kristus menjadikan kita merasa pasti di tengah ketidakpastian dunia ini.
Dalam Dia ada jaminan kehidupan dan pengharapan. Kebangkitan Kristus sudah terjadi, kebangkitan kita pun harus terjadi mulai sekarang dan penggenapan sempurna kebangkitan akan terjadi nanti.
Injil, berita sukacita hari ini, Matius berkisah tentang kubur yang kosong, Yesus telah bangkit.
Maria Magdalena dan Maria yang lain merupakan orang pertama yang menerima berita kebangkitan Tuhan dan bertemu denganNya. Mereka hadir dekat salib, mereka hadir ketika Yesus dibaringkan di kubur dan kini mereka mendapat balasan atas kasih mereka itu, mereka mendapatkan sukacita kebangkitan.
Berita paskah ini melahirkan tiga makna yang mewarnai sikap dan hidup kita. Percaya, berbagi, bersukacita. Anda mungkin ragu, gelisah, merasa jenuh. Percayalah kepada Yesus, keraguanmu akan disingkirkan. Kita diajak dan termotivasi untuk berbagi.
Peduli dengan sesama yang membutuhkan perhatian dan pertolongan kita. Pergi dan katakanlah!. Perjumpaan dengan Yesus yang telah bangkit membuat kita hidup dalam sukacita kehadiranNya. Yesus memberi kehidupan. Itu yang terpenting dari segala yang saudara anggap penting. Selamat Paskah. Amin (*)