Maka berseru-serulah mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur" (Mazmur 107:19-20)."
Tahun 2020 belum lama berjalan, namun dunia dikejutkan dengan kemunculan virus mematikan. Virus Corona Wuhan, atau virus n-CoV pertama kali merebak di kota Wuhan, Tiongkok dan menyebar dengan masif hingga ke berbagai negara termasuk Indonesia.
Virus yang masih satu keluarga dengan virus penyebab flu hingga MERS dan SARS ini sangat berbahaya. Wabah Corona telah menjadi pandemi dan ancaman serius yang perlu segera diantisipasi dan diatasi banyak negara saat ini.
Di tengah situasi kelam, mungkin kita terdorong untuk bertanya, "Di manakah Allah?" Kita seakan berteriak seperti Daud dalam Mazmur 38, ketika ia merasa sangat menderita karena penyakit yang ia alami, "Aku kehabisan tenaga dan remuk redam, aku merintih karena degap-degup jantungku." Apakah Allah diam saja dalam epidemi Corona ini? Bahkan mungkin ada orang yang mulai bertanya, "Adakah ini suatu hukuman dari Tuhan?"
Pertanyaan ini wajar dan sangat mungkin bisa dipertanyakan oleh orang-orang yang saat ini sedang berjuang antara hidup dan mati. Namun sebenarnya ini bukanlah kelalaian Allah, melainkan sebuah keniscayaan yang bisa terjadi dalam kehidupan yang fana ini. Situasi ini mendorong kita sebagai manusia untuk mengakui bahwa kita adalah makhluk yang lemah dan membutuhkan pertolongan Tuhan dalam segala hal.
Bagaimana kita menghadapi virus yang menyebar ke seluruh dunia ini?
Alkitab sebenarnya sudah meramalkan bagaimana wabah penyakit akan bermunculan di akhir zaman ini. Yesus sendiri menjelaskan kepada murid-murid-Nya tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman. Dalam Lukas 21:11 (BIS) "di mana-mana akan terjadi gempa bumi yang hebat, bahaya kelaparan dan wabah penyakit."
Namun apakah kita akan dibiarkan binasa oleh wabah penyakit yang belum ada vaksinnya ini? Tidak, Alkitab juga sudah memberikan kita cara supaya terhindar dari wabah penyakit di akhir zaman ini dengan memberikan kita petunjuk pola hidup sehat. Salah satunya adalah petunjuk pola makanan taman eden yang terdiri dari buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran. Perintah ini terdapat di dalam Kejadian 1:29, "berfirmanlah Allah: "lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu"" dan Kejadian 3:18 "tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu."
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah memberikan saran bagi masyarakat bahwa virus Corona bisa dicegah dengan kondisi badan yang sehat dan imunitas yang baik. Lakukan perilaku hidup sehat dan Germas setiap hari. Virus Corona dan banyak virus lainnya yang menjangkiti manusia melalui konsumsi daging hewan. Oleh sebab itu tidaklah aman untuk terus mengkonsumsi daging hewan saat ini. Keadaan ini sungguh memprihatinkan dan mencemaskan.
Nasihat Yesus
Apa nasihat Yesus menghadapi virus Corona?
Sebagai salah satu tanda akhir zaman adalah munculnya wabah penyakit sampar. Kita diingatkan untuk memperhatikan tanda zaman ini sebagai amanah untuk hidup benar di hadapan Tuhan.
1.Jauhkan diri dari pesta pora, kemabukan dan hidup keduniawian
Yesus memberi nasihat, "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti jerat. (Lukas 21:34).
2. Berjaga dan berdoa
"Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia (Lukas 21:36)
Yesus mengatakan,"Apabila semuanya itu mulai terjadi bangkitlah dan angkatlah mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat. (Lukas 21:28)
"Demikianlah juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Lukas 21:31.
WASPADA
Kita mengutip Matius 10:28 "Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka." Artinya: mewaspadai virus corona dapat dilakukan dengan cara Takut Kepada Tuhan."
Kita mendoakan agar para korban yang terdampak virus corona secara langsung memperoleh anugerah Allah dan kesembuhan. Mereka yang dikarantina dapat tetap tenang dan mendapatkan suplai bahan makanan. Paramedis juga dapat mengobati korban dengan efektif dan tubuh mereka dapat kebal dari paparan virus, para peneliti agar mampu menciptakan vaksin yang berguna bagi pengobatan dan pencegahan di masa depan dan para pemangku kebijakan agar mereka segera membuat peraturan yang menjamin keamanan setiap warga dari ancaman virus.
Seraya berdoa, kita juga bisa menahan diri untuk tidak menyebarluaskan informasi-informasi terkait virus Corona yang belum bisa diklarifikasi kebenarannya. Meski mungkin maksud kita baik-untuk menginformasikan orang terkasih-namun bisa saja yang terjadi malah kepanikan. Inilah salah satu tindakan sederhana kita yang dapat kita lakukan untuk menolong dan membuat keadaan lebih baik. Janganlah lupa pula untuk menerapkan pola hidup sehat, sebagaimana dikatakan oleh Menteri Kesehatan RI. Tubuh dan pola hidup yang sehat dapat menolong kita meminimalisir potensi terinfeksi virus Corona. (d)