Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Para Uskup Marah Atas Rasisme di AS

Redaksi - Minggu, 14 Juni 2020 17:15 WIB
289 view
Para Uskup Marah Atas Rasisme di AS
Foto: Adam Berry/Getty Images
Mural George Floyd, seorang pria Afrika-Amerika. 
AS (SIB)
Kasus kematian George Floyd, seorang pria Afrika-Amerika setelah disiksa polisi mendapat reaksi keras dari para uskup di Amerika Serikat.

Para uskup mengatakan mereka “kecewa, merasa pedih dan perihatin menonton video” kekejaman yang terjadi terhadap pria 46 tahun itu.

Mereka menyatakan, Floyd telah “dibunuh di depan mata kita” dan mendesak masyarakat untuk menunjukkan kepedulian pada masalah kemanusiaan ini.

“Yang lebih mencengangkan adalah bahwa (kasus kematian Floy) ini terjadi hanya beberapa minggu setelah beberapa kejadian lainnya,” kata para uskup dalam pernyataan pada 29 Mei.

Kasus ini, kata mereka, mesti disikapi dengan niat sungguh menuju sebuah pertobatan.
Kasus Floyd hanya terjadi setelah beberapa waktu lalu, Ahmaud Arbery, seorang pria Afrika-Amerika berusia 25 tahun di Georgia ditembak mati. Tiga pria kulit putih ditangkap dan menghadapi dakwaan pembunuhan dalam kematiannya.

Pada bulan Maret, Breonna Taylor, seorang wanita Afrika-Amerika berusia 26 tahun meninggal di tangan polisi kulit putih ketika mereka memasuki apartemennya di Louisville, Kentucky.

“Rasisme bukan sesuatu yang terjadi di masa lalu,” kata para uskup. “Ini bahaya nyata saat ini yang harus dihadapi secara langsung.”

Mereka menyatakan, ”sebagai anggota Gereja, kita harus berpihak pada tindakan yang benar dan adil.”
“Kita tidak bisa menutup mata terhadap kekejaman ini,” kata para uskup.

Mereka juga menyatakan, kehidupan setiap orang mesti dihargai karena kita pada dasarnya “mengabdi kepada Tuhan yang penuh cinta, belas kasih dan adil.”

“Ketidakpedulian bukanlah suatu pilihan,” kata mereka, sambil menekankan dan menyatakan dengan tegas bahwa “rasisme adalah masalah kehidupan.”

Sebagaimana dilansir Catholic News Service, pernyataan itu dikeluarkan oleh ketua tujuh komite Konferensi Waligereja AS.
Di dalamnya, mereka menyatakan, “Bagi orang-orang kulit berwarna, interaksi dengan polisi dapat dipenuhi dengan ketakutan dan bahkan bahaya. Orang-orang yang memiliki hati nurani yang baik tidak boleh menutup mata ketika warga negara kehilangan martabat manusia dan bahkan hidup mereka.”

“Kami menyerukan umat Katolik untuk berdoa agar roh kebenaran menyentuh hati semua orang di Amerika Serikat dan ke dalam sistem peradilan pidana serta penegakan hukum kita,” kata para uskup.

Mereka juga mendesak setiap umat Katolik, terlepas dari etnisnya, “memohon kepada Tuhan untuk mengubah pandangan yang buruk terhadap sesama dan memulihkan kehidupan bersama yang hancur. (Katoliknews/c)



SHARE:
komentar
beritaTerbaru