Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026
RENUNGAN

Panggilan untuk Merawat Ciptaan (Imamat 25:1-13)

Oleh Pdt Dr Robinson Butarbutar
Redaksi - Minggu, 21 Juni 2020 17:37 WIB
1.693 view
Panggilan untuk Merawat Ciptaan (Imamat 25:1-13)
Saudara-saudara terkasih di mana pun berada!
Sudah menjadi hakikatnya bahwa manusia harus bekerja. Rasul Paulus berpesan : Jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan (2 Tessalonika 3:10, bnd. 1 Tessalonika 4:11). Berdasarkan ayat tersebut maka kita semua terpanggil untuk bekerja, bahkan sedapat mungkin hendaknya menciptakan pekerjaan bagi setiap orang.

Namun, tidak jarang, kita justru bekerja terus-menerus tak kenal lelah, sampai-sampai lupa istirahat, tidak punya waktu untuk bergaul dengan keluarga dan kawan-kawan, tidak sempat berdoa, piknik, dan menikmati makna kehidupan. Sehingga hidup menjadi sangat melelahkan, penuh tekanan dan akhirnya sakit. Kita lupa untuk menghidupi hukum Tuhan, yaitu mengambil waktu berhenti dan beristirahat, serta menikmati hidup setiap momennya.

Manusia tidak dapat bekerja sepanjang hari, sebab tubuh ini butuh istirahat. Itu sebabnya negara mengatur jam kerja masyarakatnya dengan delapan jam sehari, diselingi waktu istirahat 30 - 60 menit. Mereka yang di kantor bekerja lima hari dalam seminggu. Selain itu, ada juga hari libur nasional, cuti sakit, cuti melahirkan, dan cuti tahunan yang menjadi hak pekerja. Meski cuti, pekerja tetap mendapatkan haknya. Mereka yang bekerja sendiri, bertani, berkebun, nelayan, berdagang dan lain lain pun seharusnya memiliki waktu istirahat, agar tubuh mempunyai waktu untuk memulihkan tenaganya.

Demikian juga yang diinginkan Allah lewat Imamat 25:1-13, bahwa bumi ini perlu juga dipulihkan agar dalam satu minggu ada satu hari perhentian, dan tiap tujuh tahun ada satu tahun perhentian, serta pada tahun kelima puluh manusia itu harus berhenti dari pekerjaannya mengolah tanah. Pada saat hari perhentian bekerja mengolah bumi ini manusia harus bergembira, bersukacita. Sebab hari itu bahkan disebut sebagai hari yang kudus.

Saudara-saudara yang terkasih, melalui teks ini kita juga diingatkan, bahwa hari istirahat atau hari perhentian itu tidak hanya milik manusia. Alam pun butuh istirahat. Alam tidak dapat dieksploitasi terus-menerus. Bumi ini memiliki batas kemampuan dalam mendukung kehidupan di dalamnya. Kerbau atau sapi yang digunakan manusia untuk membantu bekerja, misalnya, juga perlu istirahat. Bahkan mesin pun butuh istirahat agar tidak cepat rusak. Sungai, danau, dan laut butuh perhentian.

Tanah, yang secara khusus di sini disinggung oleh Tuhan, juga sangat butuh istirahat. Tanah tidak dapat dipaksa terus-menerus bekerja. Pemberian pupuk dan bahan kimia secara tak henti-henti sepanjang tahun semakin memperburuk kondisi tanah. Selain itu, kita menghasilkan banyak limbah yang biasanya kita buang begitu saja ke sungai, danau, laut, udara, dan tanah, yang semuanya semakin memperburuk kondisi alam. Kita di negeri di mana manusia belum berhasil mengurus aneka sampah dengan baik.

Dari sana kemudian datanglah beragam jenis penyakit. Alih-alih bersuka-cita, ciptaan Tuhan hidup dalam kesusahan dan meratapi penderitaan.

Oleh sebab itu, saudara-saudara sekalian, sebagai jalan kita mematuhi taurat dan firman Tuhan, dan undang-undang terkait lingkungan di negeri kita, kita dipanggil untuk memelihara dan merawat ciptaan Tuhan, dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan kita.

Roh Kudus, Roh pemelihara kiranya membantu kita, para ilmuwan, pemerintah, anggota legislatif, penjaga keamanan, penegak hukum, pengusaha, ekonom, seluruh rakyat untuk saling bahu-membahu mengembalikan kebaikan ciptaan-Nya, agar tanah, sungai, laut, hutan, bukit dan gunung, hewan dan ikan serta tumbuhan, agar semua kembali sehat dan bergembira. Mari tidak meneruskan kebiasaan lama, yang buruk, yang tidak menaati hukum-hukum tersebut. Mari kita memulai kebiasaan baru untuk masa depan kita sebagai bangsa, yaitu memelihara ciptaan Tuhan secara sungguh-sungguh agar berkat Tuhan atas bumi dan segala isinya kembali memberi kehidupan manusia. Tuhan bersama kita. Amin! (d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru