Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Covid- 19, Gugah Jemaat Cermati ‘Kebersihan Diri’ Menurut Alkitab

Redaksi - Minggu, 12 Juli 2020 17:47 WIB
436 view
Covid- 19, Gugah Jemaat Cermati ‘Kebersihan Diri’ Menurut Alkitab
(Foto:Halodoc) Liputan6.com
Ilustrasi mencuci tangan 
Medan (SIB)
Pandemi virus corona atau Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir ini, telah menggugah sejumlah warga atau jemaat gereja melakukan sosialisasi mandiri dengan menghubungkan tradisi bersih wajib cuci tangan, dengan ajaran kebersihan diri menurut kitab suci Alkitab.

"Ada majalah Nasraniah edisi 1993 silam, yang mengutip publikasi majalah internasional The Economist, bahwa sabun yang menjadi bahan atau alat cuci tangan itu ternyata merupakan 'vaksin mandiri' yang sangat mendukung kesehatan dari berbagai aspek," ujar Imsah Barisi Lumbantoruan, pengurus komunitas pustaka Nasrani, Rumah Kasih Segara Jiwa (RKSJ) Medan, kepada SIB, Minggu (21/6).

Sembari menunjukkan artikel majalah tersebut, dia menyebutkan adanya publikasi dari para peneliti di Sekolah Higiene dan obat-obatan (medical-farmasi) Tropis London yang menyatakan bahwa "mencuci tangan dengan benar bisa mengurangi penyakit diare sebanyak 43 persen".

"Penggunaan sabun yang menjadi 'vaksin-mandiri' itu memiliki manfaat yang juga tak kalah besarnya dalam mengurangi infeksi saluran pernapasan (ISPA), yang ketika itu tercatat menjadi wabah penyakit pembunuh terbesar anak-anak di negara tersebut (Inggris). Bahkan suatu penelitian besar-besaran yang dilakukan untuk kepentingan militer atau angkatan bersenjata Amerika, diperoleh fakta bahwa demam dan batuk menurun hingga 45 persen ketika para tentara tersebut mencuci tangan mereka hingga lima kali sehari.

"Di negara-negara berkembang maupun di negara maju, harga sabun itu terbilang murah dan terjangkau oleh kebanyakan keluarga atau konsumen. Itulah sebabnya, sabun cocok digunakan jadi "semacam vaksin yang murah dan mudah digunakan sendiri. Produk ini adalah vaksin yang tidak menimbulkan rasa sakit," katanya sembari menunjukkan artikel tersebut. Artikel itu juga menyebutkan hubungan ajaran Alkitab yang juga menganjurkan kebersihan di kalangan umat manusia (konsumen).

Ajaran tersebut antara lain tertuang dalam ayat 2 Korintus 7:1, bahwa : "Biarlah kita membersihkan diri dari setiap pencemaran daging dan roh. Meskipun Tuhan Allah secara khusus memperhatikan kemurniaan rohani kita, Dia juga menganggap penting kesehatan fisik atau higiene jasmani sebagaimana terkandung dalam ayat Imamat 12-15 "Tidak hanya karena wabah Covid-19 seperti sekarang ini, kita hendaknya memang harus membiasakan diri untuk mencuci tangan setelah menggunakan toilet, setelah mencuci atau mengganti popok bayi, sebelum memasak atau menyantap makanan, dan pada kesempatan lain sewaktu kemungkinan besar kita dapat menularkan kuman atau virus yang berbahaya kepada orang-orang lain. Soalnya, selain menjadi disiplin pribadi publik, aksi mencuci tangan secara rutin kita juga telah memperlihatkan sikap peduli dan kasih kepada keluarga kita dan semua orang atau sesama yang sempat kontak dengan kita.

Lagi pula, publikasi majalah The Economist itu pun menyebutkan pembunuh anak-anak yang terbesar nomor dua di dunia bukanlah malaria, atau tuberkulosis, ataupun AIDS. Melainkan diare. Namun, banyak di antara para korban yang masih belia ini akan masih hidup sekarang seandainya mereka dan keluarga mereka rutin mencuci tangan dengan sabun, ketika itu. (M04/f)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru