Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026
Komunitas Doa Oikumene se-Sumut Gelar Webinar Gerejawi

Pemimpin Gereja Sedang Bergumul Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Redaksi - Minggu, 26 Juli 2020 18:39 WIB
733 view
Pemimpin Gereja Sedang Bergumul Menghadapi Revolusi Industri 4.0
hkbpaekkanopan.co.id
Ilustrasi
Medan (SIB)
Komunitas Doa Oikumene se-Sumut menggelar seminar webinar gerejawi dengan thema "Kepemimpinan Gereja di Era Revolusi Industri 4.0 dan Peran Jemaat Visioner" dengan menghadirkan tiga narasumber dan lima jemaat dari berbagai gereja.

Adapun ketiga narasumber tersebut yakni Pdt Joharianson Saragih STh PhD yang juga mantan Ephorus GKPS, Pdt Nelson Siregar yang dikenal sebagai mantan Kadep Diakonia HKBP dan Pdt Patut Sipahutar mantan Bishop GKPI yang menyampaikan paparannya masing-masing selama 10 menit.

Sementara lima jemaat dari berbagai gereja masing-masing Haris Silalahi (GKPI), Firdaus Peranginangin (GBKP), Rikson Sibuea (GPP), Bonardo Marpaung (GKPA), Dr Sanco Manullang ST MT IPM (HKBP) diberikan menyampaikan pandangannya masing-masing selama 5 menit.

Menurut moderator acara Webinar atau Zoom Meeting Ronald Naibaho kepada wartawan, Rabu (22/7) malam seusai acara mengatakan, kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan secara rutin, guna mencari pemimpin gereja yang berintegritas serta memiliki nilai-nilai spritual.

Dari delapan nara sumber yang menyampaikan paparannya disimpulkan, bahwa pemimpin gereja saat ini diperhadapkan dengan berbagai pergumulan secara internal dan eksternal, dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dan peran jemaat visioner.

"Saat ini tidak diperlukan pemimpin gereja yang hanya menang "casing" dan kosong, sebab pemimpin tak zamannya lagi hanya memikirkan struktural dan seremonial semata," tandas Ronald.

Gereja harus keluar (exodus) agar bisa melihat persoalan jemaat di desa maupun di kota. Apalagi disaat pandemi Covid-19 yang tidak tau kapan akan berakhir, pimpinan gereja harus berkolaborasi dengan berbagai yang punya talenta.

Kesimpulannya, tambah Ronald, "kabar baik" harus menjadi landasan dalam setiap manajemen dan aturan main gereja, sehingga gereja benar-benar berfungsi sebagai gereja sehingga tidak akan ditinggalkan jemaatnya. (M03/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru