Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026
Karena Pandemi Covid-19

Sinode AM Periode GKPI XXII Diundur Jadi Desember Atau Januari

Redaksi - Minggu, 09 Agustus 2020 17:25 WIB
951 view
Sinode AM Periode GKPI XXII Diundur Jadi Desember Atau Januari
Foto SIB/Dok GKPI
BISHOP : Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh bersama Ketua Panitia Sinode AM Periode GKPI Ir Donald Lumbantobing di sela-sela Sidang Majelis Sinode di Medan, Jumat (7/8). 
Medan (SIB)
Bishop Gereja GKPI Pdt Oloan Pasaribu MTh mengatakan, GKPI akan melaksanakan Sinode AM Periode dengan protokol kesehatan. Namun jadwal penyelenggaraan akan ditentukan kemudian, apakah Desember atau paling lama Januari 2021. Sinode ini kata Bishop untuk memilih fungsionaris periode 2020-2025.

“Panitia menyediakan kelengkapan protokol kesehatan seperti tempat mencuci tangan, alat pengukur suhu tubuh. Peserta yang hadir juga harus memperlengkapi diri dengan memakai masker dan hand sanitizer. Semua harus mematuhi protokol kesehatan,” kata Pdt Oloan Pasaribu kepada wartawan, Jumat (7/8) di sela-sela Sidang Majelis Sinode (SMS) X GKPI, di Sopogodang GKPI Sriwijaya, Medan.

Dia berharap pelaksanaan Sinode berlangsung sukses demi kemuliaan nama Tuhan. Dia mengajak seluruh jemaat mendoakan agar Covid-19 segera berlalu dan panitia dilindungi Tuhan dalam mengemas perhelatan Sinode yang akan dilaksanakan di GKPI Center, Pematangsiantar.

“Melaksanakan Sinode AM dalam kondisi pandemi Covid-19 ini sangat berat, baik dari segi tempat, dana dan kehadiran peserta sinode dari seluruh Indonesia. Kita harapkan semua bisa hadir dengan baik,” terang Bishop.

Sinode AM ini kata Bishop akan diikuti 700 orang peserta yang terdiri dari pendeta, utusan resort, jemaat khusus, dari lembaga-lembaga GKPI, peninjau dan undangan. Mereka datang dari 260 resort dan jemaat khusus. Sinode nanti akan memilih Bishop, Sekjen, Majelis Sinode dan Badan Rapat Pekerja Pendeta GKPI. Sedangkan Kepala Departemen dan Pimpinan Wilayah tidak dipilih dalam Sinode.

Ketua Panitia Sinode, Ir Donald Lumbantobing mengatakan, sebelumnya pimpinan Sinode GKPI (Bishop) telah menetapkan pelaksanaan Sinode AM Periode XXII GKPI digelar 6-11 Oktober 2020 di GKPI Center. Kemudian panitia dilantik pada syukuran tahun baru di kantor pusat GKPI P Siantar Januari lalu.

Kemudian panitia beraudiensi ke Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Mensos Juliari Batubara dan ke Kemenag yang diterima Dirjen Bimas Kristen Protestan. Namun semuanya tidak menyangka virus corona mewabah, kemudian panitia menyikapi Perpres nomor 12 tahun 2020 tentang bencana nasional non alam dan ditetapkan Indonesia dalam pandemi Covid-19.

“Kami memohon kepada Bishop untuk meninjau kembali jadwal Sinode. Kami mengusulkan mundur 3 bulan menjadi Desember. Ketika kami beraudinesi ke Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengusulkan agar dilaksanakan setelah Pilkada 9 Desember,” kata Donald Tobing.

Tapi lanjut Donald, Gubernur Edy berfikir bahwa setelah Pilkada, umat Kristen disibukkan dengan perayaan natal. Sehingga dia menyarankan Soinode dilaksanakan Januari atau Pebruari. Lalu panitia menyurati kembali pimpinan Sinode agar jadwal diundur kembali menjadi Januari atau paling lama Pebruari.

Kemudian kata dia, pimpinan Sinode membawa ini ke Sidang Majelis Sinode (SMS). Kemudian dari SMS disimpulkan, Sinode dilaksanakan antara Desember tahun ini dan paling lama Januari 2021. Dengan keputusan ini panitia akan menyiapkan perizinan dan tatanan tatanan kehidupan normal baru. Apalagi ada Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang protokol kesehatan di masa pandemi.“Kami akan menata kembali persiapan pelaksanaan Sinode disesuaikan dengan protokol kesehatan yang diatur pemerintah, yang pasti, panitia siap melaksanakannya,” tuturnya. (M10/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru