Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 27 Maret 2026

GKPI Sriwijaya Medan Kukuhkan 33 Peserta Sidi

* Diantaranya Cucu Kembar DR GM Panggabean
Redaksi - Minggu, 16 Agustus 2020 17:36 WIB
1.572 view
GKPI Sriwijaya Medan Kukuhkan 33 Peserta Sidi
SIB/Horas Pasaribu
FOTO BERSAMA: Gloria Maria Tamira Reta Nauli Panggabean dan Glory Martha Tamara Reva Nauli Panggabean, cucu kembar DR GM Panggabean/R br Hutagalung foto bersama orangtuanya (Dian br Nainggolan), Pdt Arlinton Nainggolan, DR RE Nainggolan/br Hutaso
Medan (SIB)
Gereja GKPI Sriwijaya Resort Medan Barat mengukuhkan 33 remaja pelajar lepas Sidi, Minggu (9/8). Dua dari ke-33 pelajar Sidi tersebut adalah Gloria Maria Tamira Reta Nauli Panggabean dan Glory Martha Tamara Reva Nauli Panggabean, cucu kembar DR GM Panggabean/R br Hutagalung. Mereka adalah putri dari GM Windu Panggabean/Dian br Nainggolan.

Ayat Firman Tuhan yang diperoleh Gloria Maria Tamira Reta Nauli Panggabean dari Kitab Amsal 16:20: “Siapa yang memperhatikan firman akan mendapat kebaikan dan berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan”. Sedangkan ayat Firman untuk Glory Martha Tamara Reva Nauli Panggabean, dari Filipi 4:8 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu”.

Turut hadir mendampingi mereka DR RE Nainggolan/br Hutasoit (oppungnya). Juga hadir inangudanya Kristina Lumbantobing (Ny GM Marulam Panggabean), Asisten Ekbang Pemkab Batubara Sahala Nainggolan (Oppungnya) dan Gabriel Nainggolan (tulangnya).
Ibadah dipimpin Pnt Haposan Purba, guru jemaat GKPI Sriwijaya dan khotbah dibawakan Pdt Arlinton Nainggolan sekaligus memberkati peserta Sidi. Khotbah ibadah dikutip dari Kitab Kolose 3:23-25. Dia mengingatkan para remaja gereja GKPI yang sudah naik Sidi supaya meningkatkan etos kerja dan jangan mau “diperbudak” gadget.

“Kamu adalah generasi penerus bangsa, jangan habiskan waktumu hanya untuk main android, tingkatkanlah etos kerja. Tidak ada yang bisa mengubahmu dari dunia maya, tapi tugasmu memasukkan yang maya ke dunia konkrit. Karena ada yang positif di dunia maya, ada yang negatif, maka ambillah yang positif,” kata Pdt Arlinton dalam khotbahnya.

Dikatakannya, para peserta Sidi sudah setahun belajar Firman Tuhan. Tapi akibat pandemi Covid pelajaran jadi terganggu sejak Februari 2020. Pdt Arlinton mengakui pembelajaran tentang Alkitab sebagai bekal mereka menyongsong masa depan masih belum cukup.

“Tapi saya memberi nomor ponsel saya dan saya juga meminta ponsel peserta Sidi dan orangtuanya. Bila mana ada anak-anak yang ingin mempertanyakan tentang Firman Tuhan untuk memantapkan yang sudah dipelajari selama belajar Sidi, silahkan telepon saya. Temui saya atau saya datang ke rumah anda. Saya juga nanti akan menelepon orangtua anak-anak Sidi, menanyakan bagaimana perkembangan iman mereka pasca naik Sidi,” tuturnya. (M10)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru