Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 April 2026

Pemuda Katolik Diharapkan Perjuangkan Terbitnya IMB Gereja

Redaksi - Minggu, 13 September 2020 18:10 WIB
326 view
Pemuda Katolik Diharapkan Perjuangkan Terbitnya IMB Gereja
Foto Dok/bimaskatolik .kemenag.go.id
DIRJEN BIMAS KATOLIK : Dirjen Bimas Katolik Yohanes Bayu Samodro didampingi Direktur Urusan Agama Katolik berfoto bersama Pengurus Pemuda Katolik, Selasa (1/9). 
Dirjen Bimas Katolik Yohanes Bayu Samodro melihat bahwa Pemuda Katolik adalah bagian yang tidak terlepas dari perjuangan Indonesia sendiri. Melihat usianya yang tidak jauh dari usia kemerdekaan Republik Indonesia, menunjukkan bahwa keberadaan Pemuda Katolik sudah melalui proses perjuangan panjang sebelumnya. Demikian Bayu saat menerima kunjungan Pengurus sekaligus Tim Penerbitan 75 tahun Pemuda Katolik Indonesia di Gedung Kemenag RI, Selasa (1/9).

Menurutnya, kebanyakan kader-kader organisasi kemasyarakatan Katolik lebih aktif dan piawai di seputar altar atau internal Gereja Katolik. Namun, ketika keluar dari dirinya, ia seperti orang asing di negerinya sendiri.

Ia juga prihatin dengan “wajah” umat Katolik yang kurang berbaur dengan masyarakat sekitar. Itulah salah satu penyebab kesulitan mengurus IMB rumah ibadah. Selain itu, ia juga melihat semakin menyusutnya kader-kader umat Katolik yang terlibat politik atau dalam kabinet pemerintahan.

Di tengah kondisi seperti itu, ia menawarkan sebuah mimpi bagi umat Katolik Indonesia lewat tugas pelayanannya sebagai Dirjen Bimas Katolik bersama jajarannya. Menurutnya, katekese kebangsaan ini dimulai dari dasar, seperti katekese mulai dari baptis, orang tua calon baptis, atau baptis dewasa, komuni pertama, krisma, dan termasuk pembekalan-pembekalan lain yang ditawarkan Gereja Katolik.

Melalui kerja sama dengan keuskupan-keuskupan dan Konferensi Waligereja Indonesia, ia berencana menyusun sebuah kurikulum katekese kebangsaan. Upaya ini memang butuh persiapan dan waktu yang lama.

Lalu dimana peran pemuda Katolik? Ia berharap ormas-ormas Katolik, termasuk Pemuda Katolik sebagai organ Katolik bersama dengan ormas-ormas lainnya, ikut ambil bagian dalam pengkaderan umat Katolik, misalnya menjadi narasumber terkait materi katekese kebangsaan. Tujuannya adalah untuk mewujudkan umat Katolik yang benar-benar Indonesia, yang benar-benar membaur dan menjadi bagian dari masyarakat Indonesia lainnya, sebagai minoritas yang kreatif bukan sebagai “Umat Katolik di Indonesia” bermental minoritas.

“Saya sampaikan bahwa ada suatu nilai yang hilang, yang ingin kita kembangkan, yaitu nilai-nilai kebangsaan umat Katolik. Jadi ada mimpi saya bersama teman-teman di sini, untuk membentuk suatu katekese kebangsaan. Kalau bicara soal katekese, akan sangat bersinggungan, beririsan dengan hierarki Gereja Katolik, padahal maksudnya bukan itu. Bukan untuk diiris-iris. Kita umat Katolik yang ada di Indonesia harus seiring sejalan dengan apa yang menjadi cita-cita nasional Indonesia, sekaligus juga perpanjangan tangan Tuhan untuk menyapa umat manusia seluruhnya. Kalau mengacu pada nilai-nilai luhur Mgr. Soegiyapranoto yang sering disebut-sebut, itu masih relevan sampai hari ini ‘100% Indonesia dan 100% Katolik’. Itu sangat relevan bagi siapapun umat Katolik Indonesia,” tegasnya.

Tidak hanya Pro Ecclesia
Senada dengan Dirjen, Albertus Triyatmojo Direktur Urusan Agama Katolik, menyampaikan bahwa peran Pemuda Katolik sangat strategis dalam menjaga Indonesia yang berdasarkan Pancasila, bukan hanya peran di dalam Gereja Katolik. Pemuda Katolik juga dapat berperan dalam membela kepentingan Gereja Katolik, seperti pengurusan IMB rumah ibadah atau gedung gereja Katolik.

“Soal peran, kita mempunyai tugas dan peran masing-masing. Melihat keterlibatan Pemuda Katolik dalam memperjuangkan terbitnya suatu IMB rumah ibadah atau gedung gereja merupakan salah satu sumbangan strategis. Ini patut mendapat dukungan dari siapapun. Sebagaimana disampaikan Dirjen, Pemuda Katolik itu perlu Pro Patria juga, bukan hanya Pro Ecclesia. Untuk itu, mari kita gaungkan bersama mimpi Dirjen tadi, menjaga ke-Indonesiaan, dalam konteks NKRI. Panggilan ormas-ormas itu sejatinya terlibat dalam politik bersama dengan ormas lainnya untuk memperjuangkan keadilan, termasuk bidang ekonomi. Ini memang tidak mudah. Tapi butuh sinergi dan perjuangan bersama,” tegas Tri, panggilan akrabnya. (SH.com/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Teheran(harianSIB.com)Militer Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup pada hari Sabtu (18/4/2026). Hal ini disampaikan komando militer