Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026
Fakta Alkitab

Yeremia Melawan Imam-imam Pengeruk Untung dari Jabatanya

Redaksi - Minggu, 11 Oktober 2020 10:19 WIB
1.981 view
Yeremia Melawan Imam-imam Pengeruk Untung dari Jabatanya
jw.org
Ilustrasi nabi Yeremia
Nabi Yeremia adalah salah satu nabi perjanjian lama yang berkarya sebelum bangsa Israel atau Kerajaan Yehuda ditaklukkan dan penduduknya dibuang ke Babel. Dalam Alkitab, namanya disebut sebanyak 134 kali dalam 5 kitab, dan pertama kali muncul dalam 2 Tawarikh 35:25. Fakta yang cukup menarik adalah Nabi Yeremia dipanggil menjadi nabi oleh Allah ketika dirinya masih sangat muda.

Apa Fakta Alkitab lainnya tentang Nabi Yeremia?
Yeremia dalam Bahasa Ibrani disebut Yirmeyahu, yang berarti Tuhan itu tinggi, Tuhan itu mulia. Yeremia adalah anak imam Hilkia dari Anatot, ia lahir sekitar tahun 645 SM. Yeremia lahir dan dibesarkan di Anatot yang menjadi desa para imam, yang berjarak 6 km di timur laut dari Yerusalem. Yeremia diduga adalah keturunan Abyatar, imam raja Daud, yang dipecat oleh raja Salomo dari jabatan imamnya di Yerusalem dan diasingkan ke tanah miliknya di kota Anatot (bnd. 1 Raja-raja 2:26-27).

Menjadi Nabi di Usia Muda
Proses panggilan Yeremia untuk menjadi nabi dimulai pada tahun 627 SM, atau memasuki masa 13 tahun pemerintahan Raja Yosia atas Yehuda. Menurut keterangan Alkitab, Yeremia dipanggil sebagai nabi ketika ia masih muda dan belum pandai bicara (Yeremia 1:6). Dalam ayat tersebut kata muda dalam Bahasa Ibrani di tulis “na’ar” yang memiliki arti ganda, yaitu periode masa anak-anak (Kejadian 2:6) atau masa belia (1 Samuel 30:17). Jika umunya seorang nabi dipanggil saat berusia antara 20-30 tahun ke atas, namun menurut analisa dapat diketahui bahwa Yeremia dipanggil sebelum genap berusia 20 tahun.

Nabi Yeremia melayani di daerah Yehuda, atau kerajaan Israel Selatan. Ketika Israel pecah menjadi dua kerajaan, utara dan selatan maka nabi Yeremia fokus melayani di daerah Selatan. Yeremia melakukan tugasnya sebagai nabi selama 40 tahun dalam masa pemerintahan lima raja Yehuda, yaitu pada masa raja Yosia, Yoahas, Yoyakim, Yoyakhin dan Zedekia

Ajaran Pelayanan Yeremia
Yeremia menentang dua kejahatan pada zamannya, yaitu penyembahan berhala dan ketidakadilan. Ia menentang nubuat para nabi-nabi palsu. Yeremia juga peka terhadap isu-isu kemanusiaan. Yeremia merupakan salah satu nabi yang tidak hanya menyampaikan nubuat atas orang-orang Yehuda, tetapi ia juga mengalami apa yang ia sampaikan. Selain itu inti pengajaran Yeremia menekankan bahwa Allah adalah pencipta dan Tuhan yang berdaulat, yang memerintah segala sesuatu yang ada dilangit dan di bumi (Yeremia 27:5, 23:23, 5:22,24 dan 10:12)

Melawan Imam Mencari Untung
Pengertian Yeremia akan panggilannya yang kuat sebagai nabi menimbulkan permusuhan dengan para nabi palsu dan imam-imam. Yeremia tidak kompromi terhadap nabi-nabi palsu dan imam-imam yang berusaha mengeruk keuntungan dari jabatan mereka dan ramalan manis mereka yang berkata bahwa Yerusalem tidak akan jatuh ke tangan orang Babel (Yeremia 6:13, 18:18). Yeremia berupaya keras menentang nubuatan para nabi palsu dan berusaha menyadarkan umat Yehuda. Dalam Yeremia 23, Yeremia menubuatkan celaka dan hukuman atas para pemimpin rohani Yehuda (para imam dan nabi palsu) yang demi kepentingan pribadi telah memperkaya diri tanpa memperhatikan sama sekali keadaan bangsanya.

Yeremia memiliki pergumulan-pergumulan berat semasa hidupnya. Mulai dari sejak pemilihannya sebagai nabi yang dirasanya masih sangat muda sampai kepada akhir dari pelayanannya. Ia merupakan sosok pribadi yang penyabar dan memiliki jiwa patriot bagi bangsanya, Yehuda. Kehidupan pribadinya tidak lepas dari doa-doanya kepada Tuhan yang penuh dengan tangisan (Yeremia 9:1 & Yeremia 13:17). Ia terus mengungkapkan kepedihannya atas umat Allah yang memberontak serta penolakan mereka untuk bertobat. Kehadiran nabi-nabi palsu di zamannya telah ‘memaksa’nya untuk bersandar kepada Tuhan bukan kepada pengertiannya sendiri.

Saksi Mata kehancuran Yerusalem
Yeremia juga salah satu nabi yang masa pelayanannya cukup panjang dan menyaksikan sendiri kota Yerusalem jatuh ke tangan Raja Nebukadnezar pada tahun 589 SM. Yeremia juga menyaksikan sebanyak 3 kali orang-orang Yahudi di angkut dan dibuang ke Babel, pembuangan ke Babel terjadi pada tahun 597 SM, 587 SM dan 583 SM.

Resiko Menjadi Nabi
Penyampaian pesan Tuhan dan nubuatan yang disampaikan Yeremia kepada umat Yehuda cukup mengancam keselamatannya. Kerasnya nubuatan yang disampaikan Yeremia membuatnya hampir dibunuh (Yeremia 26). Ia juga pernah dimasukkan ke dalam sumur agar mati kelaparan (Yeremia 38). Selain itu, di tengah ancaman militer Babel, Yeremia berdiri bukannya memotivasi umat untuk membela bangsanya, namun ia malah menyatakan kekalahan total bangsanya. Para pemimpin militer menuduh Yeremia memadamkan semangat juang bangsanya dan menuduhnya subversif sehingga ia harus mendekam dalam penjara (Yeremia 37:15). Walau demikian Yeremia tetap hidup.

Penulis Kitab Yeremia dalam Perjanjian Lama
Nabi Yeremia merupakan penulis Kitab Yeremia dalam Alkitab. Kitab Yeremia digolongkan pada kitab-kitab nabi besar, bersama kitab Yesaya, Yehezkiel dan Daniel. Disebut demikian karena disebabkan oleh tebalnya kitab serta luasnya jangkauan nubuatan mereka.

Kitab Yeremia memuat masa datangnya firman Tuhan kepada nabi Yeremia sejak tahun ke-13 pemerintahan raja Yosia (627 SM) sampai pembuangan ke Babel (586 SM). Naskah tulisan yang sekarang menjadi Kitab Yeremia sudah lengkap pada abad ke-6 SM dan tidak diubah-ubah lagi. Ini didukung oleh sejumlah saksi yang hidup pada abad ke-5 dan ke-6 SM,
Kematian Nabi Yeremia

Masa terakhir hidup Yeremia sebagai nabi penuh pergumulan, ia tinggal di Mesir dan menubuatkan mengenai kekalahan Mesir atas Nebukadnezar dan menemplak ibadah orang Yahudi yang tinggal di Mesir yang dirasuki penyembahan berhala (Yeremia 44:1). Tentang peristiwa-peristiwa berikutnya dalam hidupnya atau bagaimana ia meninggal tidaklah diketahui. Namun kuat dugaan bahwa Nabi Yeremia menghembuskan nafas terakhirnya di Mesir.

Menurut Hieronimus, seorang imam dan teolog yang lahir tahun 347 dan Tertulianus, seorang penulis dan pemimpin gereja abad kedua meyakini bahwa Yeremia dirajam di Mesir oleh orang-orang Yahudi. (JC Channel/Jb.com/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru