Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Ubah Gereja Jadi Pabrik Cara China Larang Umat Kristen Ibadah

Redaksi - Minggu, 15 November 2020 11:40 WIB
586 view
Ubah Gereja Jadi Pabrik Cara China Larang Umat Kristen Ibadah
Jawaban.com
Ilustrasi
Beijing (SIB)
Seperti diketahui Pemerintah China mengekang kebebasan beribadah umat Kristen dengan menghancurkan rumah-rumah ibadah. Tak sedikit juga pemimpin Kristen dan jemaatnya yang diberikan sanksi jika ketahuan menggelar ibadah.

Kali ini, pemerintah China melakukan tindakan pengekangan baru dengan mengalihfungsikan rumah-rumah ibadah yang ditutup menjadi pabrik dan tempat pelatihan pemerintah.

Bitter Winter, sebuah lembaga pengamat pelanggaran kebebasan beragama di Tiongkok menyampaikan bahwa salah satu gereja tua di Provinsi Jiangxi yang ditutup pada April 2020 lalu, telah difungsikan sebagai Stasiun Perancang Peradaban Era Baru.

Sementara lebih dari 70 gereja Protestan di kota Liangyungan dan Suqian, Jiangsu dalam proses alih fungsi. Pihak gereja setempat pun tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan gerejanya.

“Kami tidak punya kesempatan ntuk menyelamatkan gereja kami,” kata salah satu jemaat gereja.
Seorang pejabat daerah dengan tegas menyampaikan jika bekas rumah ibadah itu akan difungsikan kembali sebagai tempat pelatihan bagi generasi muda belajar tentang revolusioner China.

“Jumlah orang beriman jauh melampaui jumlah anggota Partai Komunis, dan partai itu tidak memenangkan hati rakyat. Pemerintah kuatir akan terjadinya ketidakstabilan. Gereja dibasmi untuk memastikan bahwa jumlah anggota Partai Komunis Tiongkok lebih banyak dari orang-orang percaya,” ungkap pejabat yang tidak mau menyebutkan identitasnya itu.

Bulan Oktober 2019 lalu, pemerintah daerah Xiayi di provinsi Henan menyerukan penghancuran bekas gereja Three-Self (Tiga-Pribadi)untuk tujuan menjadikannya sebagai klinik baru.

Menurut penuturan seorang warga setempat,bekas gereja itu sebenarnya sudah ditutup sejak tahun lalu. Kemudian difungsikan sebagai pabrik pakaian. Sayangnya, pabrik hanya bertahan selama dua bulan saja.

Catatan inipun membuat China masuk dalam salah satu daftar negara yang paling tidak aman bagi umat Kristen. Sehingga banyak negara yang mendukung kebebasan beragama acap kali mengecam pemerintah China. (Jawaban.com/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru