Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 April 2026
* Natal di AS dan Eropa Bakal Beda

UEA Larang Pesta Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

* Palestina Batasi Natal di Betlehem
Redaksi - Minggu, 29 November 2020 11:27 WIB
729 view
UEA Larang Pesta Natal 2020 dan Tahun Baru 2021
Foto: dok. Reuters
NATAL: Warga Palestina menyalakan pohon Natal di Manger Square di luar Gereja Kelahiran Yesus di Bethlehem, Palestina, sebelum pandemi virus corona di Tepi Barat yang diduduki Israel. 
Dubai (SIB)
Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan larangan pesta Natal dan malam Tahun Baru 2021.
Pengumuman ini disampaikan oleh juru bicara resmi Manajemen Otoritas Darurat, Krisis dan Bencana Nasional UEA Dr Saif Al Dhaheri.

“Karena Hari Nasional, Hari Natal dan Malam Tahun Baru UEA yang semakin dekat, kami menekankan pentingnya mematuhi protokol kesehatan dan pencegahan serta langkah-langkah keamanan selama menjalani semua kegiatan untuk mengatasi Covid-19,’ kata Dhaheri, seperti dikutip dari Twitter WAM News.

Dia menegaskan bahwa pesta konser untuk perayaan besar tersebut hanya bisa didapatkan setelah mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang serta wajib mematuhi protokol kesehatan.

Aturan resmi pengadaan pesta tersebut mencakup lima area yaitu kesehatan masyarakat, peraturan dan kebijakan jarak sosial, teknologi digital, sterilisasi dan pembersihan.

Pemerintah juga menegaskan supaya perayaan besar nanti hanya akan dirayakan secara virtual. “Tidak ada pertemuan yang diperbolehkan (pemerintah). Tidak ada makanan atau bertukar hadiah. Orang-orang bisa mengambil bagian dalam perayaan secara virtual,” kata seorang pejabat yang lain.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa acara tertentu hanya akan diizinkan jika mematuhi aturan yang diwajibkan pemerintah. “Untuk acara yang diizinkan, seorang anggota staf yang ditunjuk harus mematikan bahwa aturan kesehatan dipatuhi di tempat tersebut,” ungkapnya.

Sementara bagi mereka yang kedapatan melanggar aturan ini akan dikenakan sanksi hukuman dan denda, sesuai dengan undang-undang yang dikeluarkan oleh Jaksa Agung UEA.

Di Indonesia sendiri, himbauan yang sama telah disampaikan oleh pemerintah pusat. Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021, masyarakat dihimbau untuk tidak mengadakan acara atau pertemuan besar yang melibatkan banyak orang. Hal ini diberlakukan demi meminimalisir penyebaran virus Corona yang masih belum tertangani.

BAKAL BEDA
Sementara itu di Amerika, setiap tahunnya, Natal dirayakan dengan meriah di Temple Square, Salt Lake City, namun tahun ini hanya akan dirayakan secara virtual. Bahkan pihak gereja Mormon berinisiatif membuat tur virtual Natal yang bisa diakses dari rumah.

Sementara untuk persiapannya, Temple Square dan gereja-gereja di sekitar Washington, DC dan Los Angeles akan dihiasi dengan lampu kelap kelip dan mulai dinyalakan di malam hari setelah Thanksgiving. Setiap orang yang melewati tempat tersebut diwajibkan mengenakan masker dan melakukan sosial distance.

Para panitia penyelenggara Natal virtual ini akan bertugas membimbing para penonton dalam mengakses serangkaian pertunjukan yang berlangsung selama bulan Desember.

Menyambut liburan Natal, negara Eropa seperti Perancis dan Jerman juga mengambil langkah serupa. Presiden Perancis Emmanuel Macron, seperti disampaikan pada Rabu (11/11), menyampaikan harapannya supaya semua warga bisa merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga.

Sementara Perdana Menteri Inggris Borris Johnson masih belum memutuskan pilihan apakah akan melakukan lockdown di masa menjelang perayaan Natal atau tidak. Namun nyatanya sebagian kota di Inggris telah mengumumkan penutupan pasar Natal tradisional selama masa pandemi ini.

Sementara perayaan Misa Natal di Vatikan akan dibatasi, mengingat lonjakan kasus baru di Italia belakangan ini.

Palestina Akan Batasi
Perayaan Natal di Betlehem tahun ini juga akan dibatasi ketat karena wabah virus corona.
Perayaan di kota alkitabiah yang dihormati oleh orang Kristen sebagai tempat kelahiran Yesus biasanya dihadiri oleh ribuan orang dari seluruh dunia.

Tetapi tahun ini, Kementerian Kesehatan Palestina telah merekomendasikan upacara penerangan pohon Natal yang di Manger Square dibatasi hingga 50 orang, dengan lampu pohon dan restoran ditutup pada jam 21:00 malam, sepanjang musim Natal. Dalam rekomendasinya pada hari Sabtu (21/11), dikatakan bahwa layanan keagamaan pada Malam Natal juga harus dibatasi jumlah orang yang hadir.

Perekonomian Bethlehem, yang dipenuhi dengan hotel, toko suvenir, dan restoran, sangat bergantung pada musim Natal. Pembatalan atau pengurangan perayaan akan memberikan pukulan lain bagi ekonomi yang sudah terpukul keras oleh krisis virus corona tahun ini.

Pejabat Palestina diharapkan membuat keputusan akhir tentang perayaan Natal dalam beberapa hari mendatang. Bandara internasional Israel, sebagai titik masuk utama bagi wisatawan asing, telah ditutup untuk wisatawan selama beberapa bulan membatasi jumlah calon peziarah.

Tepi Barat berada di tengah lonjakan kasus virus corona, sementara Israel perlahan-lahan keluar dari penguncian yang diberlakukan pada bulan September untuk mengendalikan wabah.

Kota Nazareth di Israel utara, yang dihormati oleh umat Kristiani sebagai tempat masa kanak-kanak Yesus, telah ditetapkan sebagai zona "terbatas" oleh pihak berwenang dengan membatasi pergerakan masuk dan keluar daerah tersebut setidaknya untuk beberapa hari ke depan. (Jawaban.com/AP/SH.com/c)

Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru