Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026
Dukung Imbauan PGI Hindari Pengumpulan Umat

Pdt Dr Victor Tinambunan Sampaikan Beberapa Alternatif Sinode Godang Secara Virtual

Redaksi - Minggu, 29 November 2020 11:29 WIB
906 view
Pdt Dr Victor Tinambunan Sampaikan Beberapa Alternatif Sinode Godang Secara Virtual
Foto: Dok/Pdt Dr Victor Tinambunan
Pdt Dr Victor Tinambunan 
Medan (SIB)
Salah seorang calon kuat Sekjen HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan sangat mendukung Sinode Godang HKBP yang telah dijadwalkan 9-13 Desember 2020 dilakukan secara virtual, sebagaimana imbauan PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia), yaitu sebaiknya menghindari pengumpulan umat secara ragawi.

Mantan Ketua STT HKBP Pematangsiantar ini, mengakui bahwa akibat pandemi Covid-19 saat ini, maka timbul wacana agar Sinode dilakukan virtual sesuai dengan tuntutan era industrialisasi 4.0. HKBP juga harus siap menyesuaikan diri dengan era digital sebagaimana sudah didengungkan selama ini. Jangan hanya di permukaan saja, tetapi saatnya kita harus buktikan kesiapan kita untuk bersinode tanpa tatap muka langsung, jelasnya kepada redaksi SIB, Rabu (25/11) malam lewat WhatsApp.

Setelah wacana sinode virtual itu muncul, maka ada beberapa pendapat yang beredar di media sosial atau Youtube yang menolak dengan beberapa alasan. Di antaranya, banyak peserta sinode yang tidak punya akses jaringan internet, tidak memiliki gadget yang memadai, dan belum terbiasa atau belum mengetahui pelaksanaan virtual.

Menurutnya, keadaan ini mungkin saja benar, tetapi bisa diatasi dengan mudah. Sinode virtual tidak harus setiap utusan sinode godang (USG) menggunakan HP atau laptop di rumah masing-masing, tetapi bisa dilaksanakan dengan beberapa cara yang mudah dan memungkinkan.

Pertama, peserta berada di 5 tempat di satu kota yang sama atau di 5 kota yang berbeda yang dihubungkan secara virtual. Masing-masing tempat bisa beranggotakan 200-250 orang USG. Pemilihan bisa dilakukan secara bersama pada waktu yang sama di kelima tempat tersebut dengan cara menulis (mametek), bukan online.

Kedua, bisa juga berada di 33 tempat, yaitu di 32 distrik tambah 1 di pusat. USG masing-masing distrik berkumpul di satu tempat, dihubungkan secara virtual. Pemilihan juga dengan cara menulis (mametek), tidak secara online yang dilakukan dalam waktu bersamaan di 33 titik kumpul. Perhitungan suara juga dilakukan pada waktu yang sama dan dijumlahkan bersama.

Ketiga, sistem pemilihan secara online dengan aplikasi yang disediakan. Cara ini sudah dilakukan GKPS baru-baru ini untuk memilih Ephorus dan Sekjen dan terbukti berhasil dengan sangat baik. Tetapi untuk mencegah timbulnya kecurigaan, maka lebih baik sistem pemilihan secara tertulis yang diikuti semua peserta USG secara virtual (cara 1 atau 2).

Melihat pengalaman GKPS, kata Tinambunan maka jika sinode dilakukan virtual maka perlu dipersiapkan tata tertib sinode secara virtual, aplikasi yang mumpuni dan teruji, sosialisasi dan simulasi sampai mahir dan transparansi. Pakar IT dan penyedia jasa saat ini sudah tersedia, sehingga tidak ada alasan meragukan keakuratan dan keberpihakan, ujarnya.

Jika ini terlaksana dengan baik, maka HKBP akan mencatat sejarah baru, siap menghadapi perubahan dan kemajuan zaman saat ini.(rel/R4/c)

Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru