Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026
Jemaat HKBP Pondok Bambu Bersatu Kembali

Ephorus Upayakan Rekonsiliasi Pimpinan HKBP yang Berkonflik Masa Lalu

- Minggu, 09 November 2014 17:37 WIB
916 view
Jakarta (SIB)- Setelah sekian lama mengalami konflik internal sehingga berimbas pada pemisahan waktu beribadah, antara HKBP Pondok Bambu Minggu Pagi (Jln. Ori Raya) dengan HKBP Pondok Bambu Minggu Siang, maka pada hari Minggu, (26/10) dilakukan ibadah rekonsiliasi yang dihadiri kedua belah pihak di Gedung Pertemuan Gorga II, Pondok Bambu, Jakarta. Ibadah rekonsiliasi ini dilayani Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Colan W.Z. Pakpahan, M.Th sebagai pengkhotbah dan dihadiri para pendeta HKBP yang melayani di HKBP Distrik VIII DKI Jakarta.

Ephorus HKBP Pdt. Willem T.P. Simarmata MA yang pada hari itu melayani ibadah Minggu dalam rangka Mameakhon Batu Ojahan (MBO) dan Jubileum 25 Tahun HKBP Pejuang, Bekasi - menyempatkan diri hadir pada ibadah rekonsiliasi tersebut. Sebelum kegiatan berakhir di HKBP Pejuang Ephorus menuju Pondok Bambu untuk bersama-sama warga jemaat menyukuri rekonsiliasi yang terjadi.

Begitu tiba di tempat ibadah, Ephorus, Ompungboru H.L. Boru Purba beserta rombongan disambut Anak-anak Sekolah Minggu dengan tor-tor. Selanjutnya, dilakukan penandatanganan Piagam Perdamaian oleh kedua belah pihak; HKBP Pondok Bambu Minggu Pagi diwakili Pimpinan Jemaat St. M. Sianipar; sementara itu HKBP Pondok Bambu Minggu Siang diwakili Pendeta HKBP Ressort Pondok Bambu Pdt. A.H. Sitompul, S.Th. Piagam Perdamaian ini juga ditandatangani oleh Ketua Panitia Pembangunan Bersama Pdt. R.J. Hutagaol, S.Th; serta ditolopi Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta dan Ephorus HKBP.

Dalam Bimbingan Pastoralnya, Ephorus mengungkapkan bahwa dirinya selaku Ephorus HKBP sangat bangga dan bersyukur atas rekonsiliasi yang boleh terjadi. "Perdamaian ini adalah pencapaian yang luar biasa. Hal ini sejalan dengan visi HKBP menjadi Berkat bagi Dunia melalui strategi Pembaharuan, Perdamaian dan Pemberdayaan. Dengan perdamaian ini, HKBP membuktikan dirinya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri," demikian diungkapkannya.

Selanjutnya, Ephorus juga mengungkapkan bahwa Pimpinan HKBP pada periode ini masih terus berupaya mewujudkan rekonsiliasi para Pimpinan HKBP yang pada periode-periode sebelumnya berkonflik. "Kita rindu Pimpinan HKBP pada periode-periode yang lampau boleh berdamai sebelum periode ini menyelesaikan tugasnya," ungkapnya dengan penuh harap.

Atas rekonsiliasi yang terjadi di HKBP Pondok Bambu, Ephorus tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada kedua belah pihak yang mau merendahkan hati, duduk bersama, berdamai demi mewujudkan kehendak Tuhan dalam kehidupan, menjadi berkat bagi dunia, bangsa, masyarakat. Selain itu, Ephorus juga mengucapkan terima kasih atas jerih lelah Pdt. R.J. Hutagaol serta tokoh-tokoh lain yang telah memprakarsai rekonsiliasi tersebut.

Selain itu, Ephorus menegaskan bahwa rekonsiliasi ini membuktikan orang Batak makin cerdas menyelesaikan persoalannya. "Kedepan diharapkan orang Batak dapat mengelola energinya untuk hal-hal yang positif bagi kehidupan bersama. Karena itu, kita membutuhkan pendidikan berdemokrasi, belajar menghargai setiap perbedaan pendapat serta mengolahnya untuk kebaikan bersama," ujarnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penggalangan dana melalui lelang yang hasilnya dipergunakan untuk membangun gedung gereja HKBP Pondok Bambu yang berkedudukan di Jln. Ori Raya. Dana untuk membangun gedung gereja ini juga diperoleh dari HKBP Pondok Bambu yang beribadah Minggu Siang, sebesar Rp 300 juta. Selain itu dilakukan juga pemberian hadiah (door-price) berupa satu unit sepeda motor serta berbagai hadiah lainnya.

Hadir dalam ibadah dan penandatanganan piagam rekonsiliasi ini adalah para pendeta yang melayani di HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Praeses HKBP Distrik XIX Bekasi Pdt. Manarias Sinaga, M.Th; Kepala Biro Jemaat HKBP, Pdt. Ir. Thomson M.P. Sinaga, S.Th., MM serta tokoh-tokoh masyarakat Batak. (Rel/R4/h)







SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru