Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026
Natal PGPI Rokan Hulu Riau Penuh Suka Cita

Pdt JF Sianturi : Beribadah Jangan Cari Hormat, Tingkatkan Kepedulian

- Rabu, 10 Desember 2014 17:38 WIB
523 view
Pdt JF Sianturi : Beribadah Jangan Cari Hormat, Tingkatkan Kepedulian
SIB/Maruba Habeahan
Suasana Natal PGPI kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Jumat 5-12-2014 di gereja GPDI Immanuel Ujungbatu Rokan.
Pasir Pengaraian (SIB)- Perayaan Natal Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, Jumat (5/12) di gereja GPDI Immanuel Jalan Durian Ujungbatu, Rohul, berlangsung sukses dalam suka cita.

Natal yang mengangkat thema “Inilah PerintahKu Yaitu Supaya Kamu Saling Mengasihi, Seperti Aku Telah Mengasihi Kamu” (Yohanes 15:12), dimulai  pukul 16.30 WIB  dengan rangkaian  ibadah Natal, kata-kata sambutan, diakhiri makan bersama. Selama  ibadah, terlihat para jemaat sangat antusias mengikutinya.

Dalam khotbahnya Pdt JF Sianturi STh menandaskan, gereja itu sempurna kalau Yesus Kristus sudah menyatu dengannya. Jika belum menerima Kristus maka disebut Kristen Farisi (siboto surat). Orang Farisi melakukan ibadah untuk mencari hormat, kasih itu harus rela melepas hormat dan keinginan diri sendiri.

Daging harus diubahkan melalui firman Tuhan, oleh karenanya jadikan firman Tuhan menjadi kepala di atas hidup kita, karena firman Tuhan diatas segala-galanya. Untuk itu mari kita menjadi pelaku-pelaku Firman Tuhan. Kelahiran Yesus ke dunia membawa dua nama, yang pertama Juru Selamat dan yang kedua Immanuel. Immanuel artinya menyertai, mari kita terima Yesus sebagai  kepala yaitu yang memerintah hidup kita. Kita dipanggil jadi kepala atau pemimpin bukan sebagai ekor, sebagai pemimpin harus menjadi teladan. 

Kalau Yesus Kristus jadi kepala di keluarga, maka semuanya akan beres, isteri, suami, anak, semua beres. Gereja-gereja yang menyatu itu harus peduli dengan yang lain, yang bisa mempersatukan kalau kita tidak egois, kalau ada kesombongan dalam diri kita maka tidak akan dapat bersatu dengan yang lain. 

Pendeta Sianturi menutup khotbahnya dengan kisah orang Samaria yang baik hati, yang rela mengasihinya seorang yang dirampok dan dianiaya di tengah jalan. Dia membawa  orang yang tidak dikenalnya itu ke rumah sakit untuk diobati hingga sembuh.

Berbeda dengan sikap pemimpin agama dan penatua yang setiap hari membaca kitab suci, tetapi tidak peduli dan hanya melihat kemudian melewati orang yang kena rampok tersebut. “Isi hati kita harus dipenuhi  kasih, jangan ada kebencian tetapi kasih yang mempersatukan”, terang Sekretaris Umum PGPI Kabupaten Kampar, Provinsi Riau ini.  

Dihadiri para hamba-hamba Tuhan  dan lima ratusan jemaat yang berasal dari gereja-gereja di bawah naungan PGPI Rohul. Usai kebaktian,  kata sambutan disampaikan di antaranya oleh Ketua Panitia Natal  Pdp Dj Hasugian STh, dan Ketua PGPI Rohul, Pdt A Sitorus STh, yang pada intinya menyampaikan PGPI Rohul bersyukur, karena setiap tahun dalam situasi apapun dapat melaksanakan kebaktian Natal dengan lancar, dan penuh suka cita.

Di luar dugaan, kehadiran jemaat yang diperkirakan sekira 350 orang, tetapi puji Tuhan jemaat membludak hingga lima ratusan orang, ungkap Pdt Sitorus, yang juga gembala sidang GPdI Maranatha Ujungbatu Rokan ini. (F6/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru