Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Advent : Menanti dan Menerangi Lingkungan Hidup

* Oleh: Pdt Midian KH Sirait, MTh
- Minggu, 14 Desember 2014 14:59 WIB
336 view
 Advent : Menanti dan Menerangi Lingkungan Hidup
Masa-  Adven tetap terfokus pada kedatangan Kristus (Adven berasal dari bahasa Latin “adventus”, artinya “datang”). Masa Adven membantu kita berhenti sejenak. Mengingat segala yang dibangun dengan tangan kita, yang dicapai sejauh langkah kaki kita, setinggi impian kita, dilakukan dalam pengharapan atas datangnya hari penghabisan kita di dunia ini.

Tuhan melalui hambaNya, mengingatkan kita, hidup di dunia ini hanya seperti kemah sementara saja.

Menanti yang jelas berarti keadaan kita sekarang, bukanlah apa yang kita dambakan, atau bukanlah apa yang seharusnya kita dapatkan.

Menanti antrian, jelas berarti di ujung nanti, ada sesuatu yang mau kita dapatkan.

Teologia yang diangkat pada masa Adven : Dimensi historis keselamatan Tuhan atas manusia. Tuhan yang dinantikan adalah Tuhan di dalam sejarah manusia yag datang dalam diri Yesus dari Nazareth.

Dimensi eskhatologis kehidupan para pengikut Kristus, proses antara sesudah diselamatkan Kristus dan belum terwujudnya keselamatan itu sepenuhnya dalam diri kita sampai kepada kedatangan Kristus yang kedua sebagai Hakim dan Penyelamat Tugas misioner Gereja : memberitakan Firman Allah kepada seluruh bangsa.

Lingkaran Adven terbuat dari tumbuh-tumbuhan segar, sebab Kristus datang guna memberi kita hidup baru melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Tiga batang lilin berwarna ungu melambangkan tobat, persiapan dan kurban; sebatang lilin berwarna merah muda melambangkan hal yang sama, tetapi dengan menekankan Minggu Adven Keempat, Minggu Gaudate, saat kita bersukacita karena persiapan kita sekarang sudah mendekati akhir.

Terang itu sendiri melambangkan Kristus, yang datang ke dalam dunia untuk menghalau kuasa gelap kejahatan dan menunjukkan kepada kita jalan kebenaran. Gerak maju penyalaan lilin setiap hari menunjukkan semakin bertambahnya kesiapan kita untuk berjumpa dengan Kristus. Setiap keluarga sebaiknya memasang satu Lingkaran Adven, menyalakannya saat santap malam bersama dan memanjatkan doa-doa khusus.

Kebiasaan ini akan membantu setiap keluarga untuk memfokuskan diri pada makna Natal yang sebenarnya.

Di tengah berbagai persoalan masyarakat, terutama tekanan batín karena persaingan kebutuhan dan harga diri, Adven menampilkan secara jelas nilai yang menggembirakan. Adven dilihat sebagai tanda alternatif terhadap keadaan masyarakat di mana frustasi hidup lebih memilukan daripada kelaparan dan kemiskinan. Dalam masa ini diangkat pandangan hidup yang eskhatologis dan transendental; manusia diajak untuk menjangkau pemikiran lebih luas melampaui tujuan-tujuan duniawi. Masyarakat diajak memasuki cakrawala dimana optimisme dalam iman , pengharapan dan cinta kasih akan lebih menggairahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembinaan kesadaran hati akan nilai-nilai eskhatologis –transendental kristiani tidak mengurangi malahan menumbuhkan dan mengembangkan ikatan kewajiban untuk memperbaiki dan meluruskan jalannya sejarah kehidupan manusia sebagai persiapan unsur-unsur positif bagi kerajaan Allah melalui pengabdian diri kepada sesama.

Roh Kudus bekerja dalam setiap hati manusia tidak hanya untuk mensukseskan kerinduan dunia yang akan datang, tetapi memberi inspirasi, menyucikan dan menguatkan kewajiban para pengikut-Nya untuk menciptakan dunia yang lebih berperikemanusiaan. Masa adven ini kesempatan kita dengan kebijaksanaan untuk membangun kehidupan Kristiani dan kelompok masyarakat yang sadar akan dirinya sendiri sebagai penjiwa dunia. Amin. (h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru