Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026

Menjawab Panggilan Pelayanan, Pdt Fernando Sibarani Siap Maju sebagai Kandidat Bishop GMI

Oki Lenore - Kamis, 23 Oktober 2025 16:28 WIB
1.723 view
Menjawab Panggilan Pelayanan, Pdt Fernando Sibarani Siap Maju sebagai Kandidat Bishop GMI
Foto: IG
Doa dan Dukungan: Pdt Dr Fernando Sibarani MTh di Menara Doa bersama Ketua Team Pemenangan Pdt Naek Situmorang, Pdt Ridwan Purba, Osbeth Sinaga JM Hutapea serta Dr Burhan Sidabariba SH untuk dukungan pada Pdt Fernando Sibarani di Konag 2025.

Medan(harianSIB.com)

Pdt Dr Fernando Sibarani MTh berniat maju sebagai kandidat bishop dalam Konferensi Agung (Konag) Gereja Methodist Indonesia (GMI) Wilayah I yang diadakan di Medan, Jumat - Minggu (24 - 26/10).

Pendeta berkharisma yang rutin melayani jemaat kaum papa termasuk dari luar GMI itu, membawa misi ingin merubah statuta di mana Bishop GBI harus dikontrol dan tak lagi memiliki kekuasaan tak terbatas.

"Selama ini (kecenderungan) yang terjadi Bishop GMI tak terkontrol karena ada semacam legitimasi memiliki kekuasaan tak terbatas. Siapa yang kritis atau memberi masukan untuk kebaikan, dibanded bahkan dikucilkan. Itu terjadi. Misalnya, ada 4 pendeta yang 'ditangguhkan' kepedetaannya sebab memberi masukan yang baik tapi tak disukai oleh pimpinan," ujarnya di Medan, Rabu (22/10).

"Di mana pun di dunia ini, baik pemerintahan sekuler apalagi religi, harus ada checks and balances. Caranya harus ada badan pengontrol," simpulnya.

Baca Juga:
Sebagaimana diketahui, jelang Konag XV Oktober 2025, setelah Konferensi Tahunan (Konta) ke-80, nama Pdt Fernando Sibarani mencorong ke depan. Nama lainnya adalah Pdt Antoni Manurung MTh.

Pdt Fernando Sibarani didorong banyak pihak untuk menakhodai GMI Wil 1. "Selain dukungan banyak pihak, saya ingin mengabdikan diri sesuai panggilan-Nya di GMI Wil 1," tegasnya.

Jauh-jauh hari sejumlah tokoh Kristen di lingkungan GMI, mengelukan dan membujuk Pdt Fernando Sibarani untuk maju dalam Konag 2025. Saling bahu-membahu, tokoh tersebut memberi pos diskusi di Kompleks Ghra Kasuari Jalan Amal, Sunggal, Medan. Pos tersebut dijadikan sebagai Menara Doa untuk Pdt Fernando Sibarani.

"Saya terharu. Saya semakin kuat menyerahkan diri sebagaimana mengikuti dan dilakukan pendiri Methodist John Wesley sebagai pelayan-Nya (dalam arti gereja) dan manusia. Sebagai seorang Methodist, seluruh pelayanan muaranya adalah memperkuat, melestarikan kehidupan Tuhan dalam jiwa manusia! Upaya itu justru semakin menjauh karena sifat kedagingan dan ambisi duniawi," tegasnya sambil mengutip sedikitnya 4 buah pikiran John Wesley.

Mulai dari tuntunan melakukan semua kebaikan yang bisa dilakukan dengan semua cara yang terbaik dari semuanya adalah Tuhan serta pelayanan manusia adalah dunia sebagai paroki dan Tuhan tidak melakukan apa-apa kecuali sebagai jawaban atas doa bagi yang percaya.

Tokoh-tokoh mendata kehebatan GMI masa lalu yang sekarang tergerus. Mulai dari STT GMI Bandar Baru, lembaga kesehatan, institusi pendidikan dari terendah hingga tertinggi yang terdegradasi.

Ketua Team Pemenangan Pdt Naek Situmorang memastikan, para tokoh optimistis Pdt Fernando Sibarani akan bekerja untuk seluruh umat manusia sesuai perintah-Nya dengan visi-misi yang muaranya mengembalikan kejayaan GMI sudah disosialisasikan.

"Yang tergerus dari GMI adalah guyub dan kebersamaan, degradasi di dunia pendidikan serta religi termasuk aset yang semakin berkurang. Semua sudah dibahas dan diupayakan bagaimana dikembalikan. Kami memercayai pada Pdt Fernando Sibarani karena yang bersangkutan dianggap tertepat serta cakap serta tidak memiliki beban masa lalu," jelasnya.

"Ini kami lakukan setelah berdoa panjang, terus berdoa dan berdoa. Dari sisi intelektualisme religi, Pdt Fernando Sibarani paling unggul yang dikuatkan istrinya seorang pendeta," tegasnya.

Ketika disinggung 'pencekalannya' sebab tidak boleh berkhotbah di mimbar Methodist, Pdt Fernando Sibarani mengatakan tidak pernah menerima 'sanksi' seperti itu tapi pembatalan-pembatalan khotbah terus diterimanya menjadi rahasia umum bahwa ia 'diasingkan' dari Methodist.

"Itu tadi... mari membangun GMI bersama-sama. Saya usul ubah statuta hingga tidak ada siapapun yang memiliki kekuasaan tak terbatas di gereja yang ktia cintai ini," tegasnya sambil kembali mengulang jejak suci pendiri Methodist John Wesley tidak berkhotbah di mimbar gereja sebab dunia adalah parokinya.

"Saya mengikuti jejaknya, berkhotbah tidak harus di mimbar Methodist sebab terus melakukan di sinode lain, di pinggir rel, di lokasi 'lokalisasi' bahkan di persimpangan jalan," tegasnya.

Selain tokoh senior, orang-orang muda di GMI pun memberi dukungan dan berharap Pdt Fernando Sibarani berkenan merealisir harapan untuk kembali menjayakan Methodist. "Berdoa dan terus menabulasi persoalan untuk dicarikan solusi," sebut Pdt Ridwan Purba dan diaminkan akademisi, aktivis serta tokoh pemuda Osbeth Sinaga.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
GMI Diminta Pedomani Pengalaman Hidup Iman John Wesley dalam Kabarkan Injil
komentar
beritaTerbaru