Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026

Ephorus : Jaga Keutuhan Gereja Dalam Damai

*Para Pelayanan Diminta Tiru Model Pelayanan Yesus
- Minggu, 18 Januari 2015 15:43 WIB
287 view
Ephorus  : Jaga Keutuhan Gereja Dalam Damai
SIB/Dok
Tutup Rapat MPS Ephorus Pdt Willem TP Simarmata, MA didampingi empat pimpinan HKBP menutup rapat MPS HKBP 2015 di Sipoholon, Kamis (15/1).
Sipoholon (SIB)- Ephorus Pdt Willem TP Simarmata,MA menutup Rapat Majelis Pekerja Sinode HKBP 2015, Kamis (15/1). Dalam kata penutupnya, Ompui mengajak peserta rapat untuk tetap menjaga keutuhan gereja, terlebih mengingat tahun depan masa pemilihan kembali pimpinan HKBP. "Marilah kita selalu menjaga persaudaraan di dalam gereja, menjaga keutuhan gereja di dalam perdamaian," ujar Ephorus di Seminarium, Sipoholon.

Pada rapat itu, peserta dibagi menjadi tiga kelompok oleh panitia. Peserta mendiskusikan masing-masing pokok bahasan yang telah ditentukan. Hasil diskusi dibahas dan disepakati bersama demi kemajuan pelayanan HKBP baik dalam jemaat sendiri, maupun kesejahteraan pelayan.

Usai sidang pleno, Ompui Ephorus memberikan pesan kepada peserta untuk tetap menjaga kerukunan dan keutuhan gereja dalam perdamaian. Ompui juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran peserta selama rapat berlangsung yang menunjukkan pengorbanan mereka baik secara meteri dan pikiran bagi HKBP, juga kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dengan memfasilitasi semuanya selama rapat berlangsung, juga kepada pelayan dan staf di bagian dapur yang telah menyediakan kebutuhan jasmani pimpinan dan peserta rapat.

Ibadah dan Penutupan
Ibadah penutupan dilayani Pdt Jusden Sinaga,STh sebagai liturgis, Pdt Kardi Simanjuntak,MMin (Praeses HKBP Distrik II Silindung) sebagai pengkhotbah dan Bvr. Roslinda Sihombing,MSi (Direktris Sekolah Tinggi Bibelvrouw) sebagai pendoa syafaat.

Pada khotbahnya, Pdt Kardi Simanjuntak menjelaskan, dalam pandangan duniawi jika orang sudah meraih sesuatu dari keberhasilannya, maka mereka semakin ingin dilayani, menjadi penguasa, dan lain-lain. Namun, Yesus di dalam pelayananNya memberikan contoh, siapa yang menjadi terbesar di antara kita hendaklah menjadi yang terkecil dan menjadi pelayan. Ini seharusnya menjadi model bagi setiap pelayan untuk melayani. "Bukan hanya memberikan perhatian, tetapi juga memberikan diri dan nyawanya sendiri. Dia benar-benar menjadi seorang pelayan dan hamba," jelasnya.

Pdt Kardi Simanjuntak mengajak agar model pelayanan seperti ini ditiru agar setiap pelayanan dimulai dari hati, menjadi pemimpin yang melayani, memberikan semangat, memberikan kelegaan bagi mereka yang terbeban.

Ibadah penutupan diakhiri dengan Perjamuan Kudus peserta rapat, panitia dan staf kantor pusat. Kiranya Tuhan menyertai perjalanan peserta rapat hingga kembali ke tempat pekerjaan dan pelayanan mereka masing-masing.(hkbp.or.id/i)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru