Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026

Ephorus HKBP Letakkan Batu Ojahan HKBP Maranatha Medan

*22 Tahun Bangunan Gereja dari Tepas, 7 Bulan Dibangun jadi Permanen
- Senin, 19 Januari 2015 18:27 WIB
2.215 view
Ephorus HKBP Letakkan Batu  Ojahan HKBP Maranatha Medan
SIB/ Horas Pasaribu
Ephorus HKBP Pdt Willem TP Simarmata MA dan istri, Praeses Ditrik X Medan-Aceh Pdt Julasber Silaban, MTh foto bersama pendeta dan sintua serta panitia pembangunan Gereja HKBP Maranatha Jalan Perkutut Ujung, Resort Ampera Medan, Minggu (18/1) usai meletakk
Medan (SIB)- Ephorus HKBP Pdt William TP Simarmata MA Mameakhon Batu Ojahan (MBO) di gereja HKBP Maranatha, Resort Ampera, Distrik X Medan-Aceh Jalan Perkutut Ujung, Minggu (18/1). Turut mendampingi pelaksanaan MBO Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt Julasber Silaban MTh, Pdt Thomson Sinaga MM (Kepala Biro Jemaat kantor Pusat), turut hadir Pendeta Resort Ampera Pdt Sobok Simanjuntak STh MM, pimpinan Gereja HKBP Maranatha St Tensam Purba dan sejumlah pendeta se Distrik X Medan-Aceh.

Perhelatan MBO dikemas panitia yang diketuai Baringin Simanjuntak. Kepada wartawan, dia mengatakan, gereja tersebut pertama kali berdiri tahun 1992 hanya berdinding tepas dan setengah batu. Jemaatnya kaum ekonomi menengah ke bawah, yang mata pencahariannya menarik beca, supir angkot, parengge-rengge dan parbotot (pencari barang bekas). Sehingga selama 22 tahun gereja tersebut tetap berdinding tepas.

Seiring berkembangnya jumlah jemaat pada April 2014  disepakatilah pembangunan gereja yang diketuai Baringin Simanjuntak dan diarsiteki Ir Dorland Sitorus. Baringin sendiri bukan jemaat HKBP Maranatha tapi jemaat HKBP Sunggal, tapi karena niatnya tulus membangun gereja maka dia mengakomodir para donator di antaranya dari etnis Tionghoa seperti Alwi, Jhony Chandra dan Jansen.

Akhirnya dalam tempo 7 bulan gereja tersebut disulap jadi gedung permanen yang indah. Karena sudah layak sebagai Bait Allah, maka  Ephorus meletakkan batu ojahan sehingga resmilah menjadi gereja untuk beribadah. Ephorus berterima kasih kepada para donator, tidak sesuku dan tidak se agama, tapi karena ada kasih mereka ikut berbagi kasih untuk gereja.

“Mereka tidak seagama kita tapi bisa berkata damai sejahtera, seperti kata Tuhan Yesus, kasihilah sesamamu manusia, tidak ada batas kehadiran mereka, kehadiran mereka adalah khotbah yang hidup di tengah-tengah kita,” ucap Ephorus.

Dalam khotbahnya, Ephorus menyampaikan kepada jemaat kalau kebebasan yang kudus berdiri di atas kehendak Allah. Jangan merusak persekutuan, canggihnya teknologi sering merusak persekutuan, seperti sms, BBM, facebook dan twiter, kata-kata yang terucap tidak bisa dikembalikan, justru beredar ke mana-mana. “Gereja seyogyanya jadi berkat, setelah ditahbiskan  gereja menjadi milik Tuhan, supaya hati dan fikiran manusia damai. Untuk itulah harus ada MBO sebagai landasan gereja,” ucapnya. (A14/h)








SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru