Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

Natal BPP GBI 2025 Soroti Fondasi Keluarga dan Serukan Aksi Nyata Hadapi Krisis Ekologi

Victor R Ambarita - Sabtu, 20 Desember 2025 17:08 WIB
1.243 view
Natal BPP GBI 2025 Soroti Fondasi Keluarga dan Serukan Aksi Nyata Hadapi Krisis Ekologi
Foto: harianSIB.com/Victor Ambarita
Foto bersama usai menggelar perayaan Natal tahun 2025 Badan Pengurus Pusat Gereja Bethel Indonesia (BPP GBI), di Graha Bethel, Jakarta, Jumat (20/12/2025).

Jakarta (harianSIB.com)

Badan Pengurus Pusat (BPP) Gereja Bethel Indonesia (GBI) menggelar perayaan Natal tahun 2025 dengan pesan reflektif yang kuat di Graha Bethel, Jakarta, Jumat (20/12/2025).

Mengusung tema "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga", acara ini menekankan pentingnya penguatan institusi keluarga serta tanggung jawab moral gereja terhadap kelestarian lingkungan di tengah ancaman bencana ekologi.

Ibadah diawali dengan pesan firman Tuhan yang disampaikan Pastor (Ps) Pujo. Merujuk pada Matius 1:21, ia mengingatkan, sejarah keselamatan dunia dimulai dari ketaatan sebuah keluarga kecil, yakni Yusuf dan Maria.

Dalam pesannya, Ps. Pujo memberikan peringatan keras kepada para pelayan gereja agar tidak mengabaikan peran mereka di dalam rumah tangga.

Baca Juga:
"Keluarga adalah fondasi pelayanan. Banyak hamba Tuhan sibuk melayani di luar, tetapi Tuhan tidak hadir di rumah mereka. Jangan sampai kita fasih mengonseling jemaat, namun pasangan dan anak-anak di rumah justru kehausan perhatian," tegas Ps. Pujo.

Senada dengan itu, Ketua Umum BPP GBI, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, M.Th., menekankan bahwa keharmonisan hubungan suami-istri adalah mesin utama bagi pelayanan yang berdampak.

Dengan nada hangat, ia mengingatkan jemaat bahwa kebahagiaan di rumah tangga (happy wife, happy life) adalah cermin kehadiran Tuhan yang nyata.

Selain fokus pada keluarga, perayaan Natal kali ini juga diwarnai dengan keprihatinan mendalam atas bencana alam yang menimpa wilayah Sumatera Utara.

Pdt. Rubin menceritakan pengalamannya menembus akses yang terputus di Tarutung menggunakan helikopter BNPB untuk menyalurkan bantuan ke Sibolga.

Pdt. Rubin menyebut rentetan bencana banjir bandang yang terjadi sebagai "bencana ekologi" yang dipicu oleh keserakahan manusia.

Ia menyoroti temuan gelondongan kayu dengan cap perusahaan yang terbawa arus lumpur sebagai bukti nyata kerusakan hutan.

"Kerusakan lingkungan akan menyisakan penderitaan bagi cucu-cucu kita. Menjadi pengikut Kristus berarti juga menjadi penjaga ciptaan-Nya. Mari mulai dari hal sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik," ujar Pdt. Rubin di hadapan jemaat.

Sebagai bentuk nyata kepedulian, GBI melalui Tagana GBI telah menerjunkan tim relawan sejak hari pertama bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Namun, Pdt. Rubin menegaskan bahwa strategi bantuan GBI kini lebih terfokus pada masa pemulihan (recovery).

Berdasarkan evaluasi bencana likuifaksi di Palu beberapa tahun silam, BPP GBI kini mengedepankan kolaborasi dengan lembaga pembangunan rumah untuk memastikan gereja dan rumah jemaat yang hancur dapat dibangun kembali.

"Kami tidak ingin terjebak dalam euforia membagikan semua bantuan di awal. Kebutuhan terbesar justru hadir beberapa bulan ke depan saat proses pemulihan dimulai," jelasnya.

Di tengah tantangan pelayanan, BPP GBI juga membagikan kabar baik terkait perkembangan internal organisasi, diantaranya, proses pembangunan Museum GBI yang terus berjalan, pencapaian akademis Seminari Bethel Petamburan yang kini resmi memiliki dua guru besar (profesor) baru dan kehadiran para dewan pendiri yang terus memberikan dukungan doa bagi regenerasi gereja.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hari Ini, Natal Bersama Gereja Bethel Indonesia Medan Metropolitan
komentar
beritaTerbaru