Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026

Komite AIDS: “Zero Discrimination, Zero New Case and Zero Death”

*Sekjen: Gereja Tidak Membedakan Status Sosial Jemaat
- Minggu, 25 Januari 2015 18:46 WIB
441 view
Komite AIDS: “Zero Discrimination, Zero New Case and Zero Death”
SIB/Dok/i
Serah terima kepengurusan Komite AIDS HKBP Januari 2015-2017, Kamis (22/1) di Pearaja Tarutung Dipimpin Sekjen Pdt Mori Sihombing.
Tarutung (SIB)- Sekretaris Jenderal Pdt Mori AP Sihombing melantik pengurus baru Komite AIDS HKBP Periode Januari 2015 - Januari 2017 di ruang rapat Kantor Pusat HKBP Pearaja, Tarutung, Kamis (22/1). Dalam arahan dan bimbingan pastoralnya, Sekjen mengungkap banyak hal tentang peran gereja di tengah masyarakat terutama dalam pergumulan sosialnya. "Gereja tidak membeda-bedakan keadaan sosial jemaat sekalipun ia terjangkit suatu penyakit. Sama seperti Yesus yang hadir ke dunia juga hadir di tengah-tengah mereka yang terkucilkan oleh masyarakat pada saat itu," kata Sekjen.

HKBP melalui tim komite ini turun ke lapangan bersama-sama dengan jemaat dan pasien untuk memberikan penguatan dan bimbingan. Ini adalah suatu bentuk keprihatinan HKBP terhadap berkembangnya virus dan penyakit ini. "Kita sudah mendengar perjalanan komite ini di 2014. Angka pasien semakin bertambah," ungkap Sekjen. Perlu penanganan ekstra dan kerja sama terutama di dalam pencegahannya melalui media dan pendidikan yang memungkinkan.

Sekjen mengutarakan, pimpinan HKBP siap memberikan dukungan organisasi struktural terhadap pelayanan komite. Pelayanan ini juga menjadi perhatian banyak orang. "Kiranya di dalam pelayanan komite ini dapat dipertanggungjawabkan secara baik dengan kinerja maupun transparansi pengelolaan manajemennya," ujar Sekjen kepada pengurus baru.

Ada pun ketua yang terpilih ialah dr. Maya Damanik, MARS dengan didampingi sekretaris Diak Nurhayati Silalahi. Sebagai ketua, dr. Maya Damanik mengharapkan koordinasi yang baik dari jajaran kepengurusannya. "Sebagai ketua, saya tidak berarti apa-apa tanpa saudara semua," ungkapnya dengan jelas. Baginya, ia harus mensyukuri atas keterpilihannya dan meyakini Tuhan telah menempatkannya di komite ini.

Sekjen Dukung Penuh
Sekretaris Jenderal Pdt Mori AP Sihombing, MTh memimpin pertemuan tim Komite AIDS HKBP 2015. Tim memberikan pemaparan kegiatan pelayanan 2014 dengan beberapa kendala yang mereka hadapi. Sekjen terus mendukung pelayanan komite ini demi reaksi cepat menangani pasien dan berharap dapat mengembangkan banyak kerja sama agar mengurangi keterlambatan informasi sebelum menjadi infeksi yang mematikan bagi pasien. "Tidak ada dilema bagi orang percaya, yang ada itu tantangan dalam kinerja pelayanan komite ini," motivasi Sekjen kepada tim komite.

Sekjen mengangkat peran Biro Perempuan HKBP dalam penanganan ini yang menekankan adanya penyuluhan-penyuluhan pendidikan terkait HIV/AIDS, terlebih dalam laporan 2014 dari tim jumlah pasien perempuan semakin meningkat. "Bagaimana dengan anak gadis kita, ini menyangkut peran biro perempuan," ungkap Sekjen.

Dalam perayaan ke-12 tahunnya komite ini, 25 Februari,  Sekjen mengusulkan perayaan ucapan syukur, konferensi pers dan rapat pertemuan komite.

Dalam beberapa paparan lainnya dari tim, ada peningkatan pasien yang terjangkit HIV AIDS ini. Sebagian besar pasien telah terinfeksi parah yang kemudian baru mendapat informasi. Artinya, jaringan komunikasi tim komite belum terjalin dengan baik. Namun, satu langkah maju telah ditempuh tim dengan mendapat kerja sama dengan Dinas Kesehatan Tapanuli Utara. "Diskes Taput siap bekerja sama dengan kita agar mempercepat informasi sampai ke komite," ujar Diak Nurhayati Silalahi.

Distrik VII Samosir melalui informasi Praeses Pdt Debora Sinaga,MTh pun mengambil sikap cepat di 2014 yang lalu telah mengangkat dua orang pegawai yang berkecimpung langsung di Komite AIDS Distrik Samosir, yakni Diak Lenti Pangaribuan (daerah Nainggolan) dan Erin Stella Butarbutar (daerah Tomok) yang berkoordinasi di Rumah Sakit HKBP Nainggolan dan telah melakukan penyuluhan awal kepada para pelayan yang diharapkan membawa informasi ini ke gereja tempat pelayanan masing-masing.

Praeses Distrik XI Toba Hasundutan Pdt Midian KH Sirait,MTh menyediakan wadah untuk menyebarkan informasi aras para pelayan HKBP dalam sebuah sermon distrik yang mereka lakukan tiap minggu. Pdt Midian Sirait mengundang tim untuk turut hadir dalam sermon tersebut agar memberikan informasi terkait penanganan HIV AIDS. Sama halnya dengan Praeses Distrik II Silindung Pdr Kardi Simanjuntak,MMin yang memberikan tempat sebagai penyuluhan yang langsung terjun ke jemaat-jemaat.

Dalam pertemuan ini, juga dilakukan periodisasi kepengurusan Komite AIDS HKBP Januari 2015-Januari 2017. Dalam kata sambutannya sebagai ketua komite terpilih, dr Maya Damanik, MARS menyatakan kerendah hatiannya atas keterpilihannya mengemban pelayanan komite ini dan senang atas perhatian pimpinan HKBP dalam pelayanan ini. "Kami senang pimpinan HKBP melalui Bapak Sekjen sangat care (peduli) dengan tugas yang besar, yang diembankan oleh komite ini dan berharap ada kerja sama baik dengan biro perempuan karena perempuan akan bicara di perempuan," ucapnya. Juga ada pesan yang disampaikannya kepada Sekjen yang dinamainya 3 zero terkait rencana kinerja pelayanan di komite ini. "Zero discrimination, zero new case, dan zero death," tutupnya. (hkbp.or.id/i)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru