Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026

Dihadiri Ribuan Jemaat KKR dan Natal GKJB di Medan Meriah

* Bishop Pdt DR Pilipus Purba Ajak Gereja Jangan Takut Beribadah
- Minggu, 25 Januari 2015 18:50 WIB
1.008 view
 Dihadiri Ribuan Jemaat KKR dan Natal GKJB di Medan Meriah
Medan (SIB)- Bishop GKJB (Gereja Kristen Jerusalem Baru) Pdt DR Pilipus Purba mengatakan, umat Kristiani atau warga gereja tidak boleh takut untuk melaksanakan ibadah dalam kekudusan dan kebenaran kepada Tuhan, meskipun ada ancaman dan gangguan, sebab Tuhan tetap melindungi orang-orang yang percaya kepadaNya. Bahkan Tuhan Allah telah mengutus dan mengorbankan PutraNya untuk menyelamatkan umat manusia dari maut.

Disebutkan, ada banyak ancaman terhadap jemaat terutama gereja kecil, ada pula yang mengatakan gereja kecil harus merger. Istilah merger tidak tepat bagi gereja, sebab Tuhan tidak membeda-bedakan gereja sebagai tubuh Kristus."Beribadah tanpa takut, contoh murid-murid dalam Yohanes 20:19 dan gereja kecil sering ditakut-takuti Lukas 12:32," ucap Bishop dalam Khotbahnya pada KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) dan Natal GKJB yang dihadiri ribuan jemaat, di antaranya seratusan pendeta/Hamba Tuhan, anak panti asuhan/yatim piatu, para janda dan kelompok koor di Gedung Convention Hall Suara Nafiri Medan, Desember lalu, berlangsung penuh suka cita dengan panitianya Ketua Ir Sarma Lumbanraja dan Sekretaris Pdt S Sipahutar.

Beribadah harus dilakukan dengan kekudusan, sebab Tuhan itu kudus dan untuk menjadi kudus adalah masuk ke rumah Tuhan, contohnya Raja Daud (Mazmur 27:4). Kemudian beribadah harus dengan kebenaran karena ada ibadah dilakukan tanpa kebenaran, contohnya ibadah secara lahiriah (2 Tim 3:5), ibadah buatan sendiri (Kol 2:23) dan ibadah buatan manusia (Mat 15:8-9). Jadi ibadah perlu diukur dengan tongkat pengukuran yakni dengan Firman Allah dan Baptisan.

Bishop DR Pilipus Purba lebih lanjut mengatakan, ada beberapa hal yang harus ditekuni dalam beribadah antara lain, ibadah yang sejati yaitu mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus dan  pola pikir tidak hanya memikirkan harta duniawi. Kemudian, ibadah yang murni tak bercacat di hadapan Allah (Yakobus 1:27) bahwa orang Kristen ibarat yatim-piatu  dengan keyakinan akan memiliki bapa dan ibu di Sorga. "Yakin masuk Jerusalem Baru yaitu Sorga? Kalau belum yakin berarti masih yatim-piatu atau orang malang," tegas Bishop sambil menjelaskan bahwa janda secara rohani yaitu yang belum menerima Tuhan Yesus sebagai suami/kepala, sebab Tuhanlah pendamping dan pelindung (Hosea 2:18-19).

Dikatakan, ada 3 utama yang menjadi musuh umat Kristen yaitu, setan (tidak ada setan yang baik- Wahyu 12:10-22), musuh dari dunia jahat seperti pengacau, penipu, orang jahat dan nabi-nabi palsu (Galatia 1:3-4 dan 2 Tes 3:1-2). Dunia kegelapan seperti pesta pora,percabulan, iri hati dan mabuk-mabukan (Luk 1; 78-79 dan Rom 13:12-14). Kemudian lidah juga bisa menjadi sumber kejahatan (penipu, pendusta dan fitnah) serta sumber kejahatan lainnya yaitu uang.

Musuh ketiga yaitu ketakutan daging dan hawa nafsu. Untuk melawan musuh itu harus hidup dalam pimpinan Roh. " Maka semua kejahatan itu harus dilawan dengan iman (Yoh 5:4), ujar Bishop di dalam thema "Yesus datang melepaskan kita dari tangan musuh, supaya kita dapat beribadah tanpa takut dalam kekudusan dan kebenaran" (Luk 1:74-74).   

Ditegaskan, Tuhan melepaskan manusia dari musuh-musuh jahat supaya manusia rajin berbuat baik kepada Tuhan dan kepada sesama seperti perempuan yang meminyaki  Yesus. Berhenti berbuat jahat dan belajar berbuat baik. "Ada 2 hal yang diingat Tuhan dari kita yakni berbuat baik dan doa kita naik ke hadirat Tuhan contohnya Kornelius (Kis 10:1-5)," tegasnya sambil mengajak jemaat atau warga gereja untuk tidak takut dan harus semakin giat beribadah dalam kekudusan dan kebenaran.

Diawal khotbahnya dijelaskan bahwa Natal  adalah ucapan syukur kita kepada Tuhan bahwa kita sudah diselamatkan/dibebaskan dari dosa kejahatan, hukuman, ketakutan, kemiskinan dan dari penyakit. Natal adalah kesaksian kita kepada dunia ini bahwa Yesus lah satu-satunya Juru Selamat. Natal mempersekutukan kita satu dengan yang lain dan persiapan kita untuk menyongsong kedatangan Tuhan Yesus pada kali yang kedua. Ibadah Natal dan KKR yang berlangsung khidmat dan meriah itu, juga tampil Koor GKJB Pusat Medan dan juga pemberian bingkisan Natal kepada janda, yatim piatu dan lainnya. (rel/E1/i)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru