Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026

Lima Tahun ke Depan GPDI Programkan 200 Gereja Baru

- Minggu, 16 Agustus 2015 14:20 WIB
1.871 view
Lima Tahun ke Depan GPDI Programkan 200 Gereja Baru
Pematangsiantar (SIB)- Sekretaris Jenderal BPU-GPDI (Badan Pengurus Umum-Gereja Pentakosta Di Indonesia), Pdt Dr R Nababan MTh Kamis (13/8) di Gereja GPDI Jalan Sangnaualuh Pematangsiantar membuka dimulainya Tahun Ajaran 2015/2016 Sekolah Alkitab Pentakosta yang dibina GPDI diikuti 35 siswa/i terdiri dari 20 siswa/i kelas satu dan 15 siswa/i kelas dua.

Hadir antara lain Ketua BPU-GPDI/Direktur Sekolah Alkitab Pentakosta, Pdt Dr SM Tampubolon STh, Pdt H Gultom STh, Pdt SM Manurung, Pdt YO Ompusunggu dan Pdt Saragi masing-masing Wakil Ketua, Bendahara serta Komisaris I dan II BPU GPDI Pdt P Br Nababan, Pdt TB Tampubolon (gembala sidang), Pdt Iskandar (pengurus wilayah) serta para orangtua siswa/i.

Pdt Dr R Nababan meminta para siswa/i Kalau siswa/i benar-benar disiplin serta memiliki karakter yang baik, pasti dapat bersaing dengan lulusan sekolah yang dikelola gereja-gereja lainnya.

Direktur Sekolah Alkitab Pentakosta. Pdt Dr SM Tampubolon dalam khotbahnya menyampaikan bahwa periode kepengurusan Pimpinan Pusat GPDI 2015-2020 telah menetapkan bahwa selama 5 tahun kepengurusan akan berusaha mendirikan 200 Gereja GPDI yang baru di seluruh Indonesia menambah gereja yang sudah ada sekarang ini sebanyak 500 gereja. Karena itulah sekolah/STT Pentakosta akan terus membenahi diri sehingga akan dapat meluluskan para pelayan dan pendeta yang nantinya ditempatkan melayani diberbagai gereja di Indonesia.

Bagi siswa/i Sekolah Alkitab Pentakosta dilarang membawa HP ke sekolah serta tidak boleh pacaran. Tegasnya kalau ada siswa/i yang kedapatan membawa HP maka HP akan diambil dan menjadi milik sekolah serta siswa/i yang kedapatan pacaran akan dikeluarkan.

Sebelumnya Sekjen BPU GPDI, Pdt Dr SM Tampubolon, Pdt P Br Nababan dan yang mewakili GPDI gembala sidang/pengurus dan wilayah secara simbolis menyerahkan pin kepada empat orang siswa/i mewakili kelas satu dan kelas dua. (R-18/k)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru