Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 13 April 2026
Pengurus Pusat Studi dan Kajian Budaya Batak di HKBP Dilantik

Kebatakan Tidak Hilang Setelah Kekristenan, Ulos Tidak Dibakar Kebudayaan Tidak Tercabut dari Akarnya

- Minggu, 23 Agustus 2015 14:59 WIB
1.512 view
Kebatakan Tidak Hilang Setelah Kekristenan, Ulos Tidak Dibakar Kebudayaan Tidak Tercabut dari Akarnya
SIB/ Horas Pasaribu
Ephorus HKBP Pdt Willem TP Simarmata, MA foto bersama Pengurus Pusat dan Kajian Budaya Batak Lembaga Raja Pontas Lumbatobing, usai dilantik, Sabtu (8/8) di ruangan Pdt DR Justin Sihombing Kampus Nommensen, jalan Sutomo Ujung No.5A Medan.
Medan (SIB)- Ephorus HKBP Pdt WTP Simarmata, MA mengatakan, HKBP jadi berkat bukan belakangan ini, tapi sejak kedatangan misionaris ke Tanah Batak. Karena sejak itu berdirilah gereja, sekolah, rumah sakit dan kegiatan kemanusiaan, sehingga terbangunlah karakter Kristiani di tengah-tengah Bangso Batak. Sehingga tercapailah orang Batak yang Kristen, tidak hilang Kebatakannya kalau sudah jadi Kristen, tidak dibakar ulos kalau sudah jadi Kristen.

“Orang Batak makin bertumbuh di Kekristenan, karena menjadi orang Batak adalah Identity (identitas) makin digarami Kekristenan maka makin tambah identitas. Inilah kebanggaan kita kepada para Missionaris, Kristen masuk ke Tanah Batak tapi budaya Batak tidak dicabut dari akarnya atau dikurangi, tapi diteguhkan sebagai pemberian Tuhan, siapa yang tidak bangga jadi orang Batak,” tegas Ephorus pada pelantikan Pengurus Pusat Studi dan kajian Budaya Batak Lembaga Raja Pontas Lumbantobing, Sabtu (8/8) di ruang Pdt DR Justin Sihombing, Kampus UHN Jalan Sutomo Ujung No 5A Medan.

Batak, kata Ephorus memiliki martabat, tidak semua suku bangsa memiliki tulisan, filosofi Dalihan Natolu” seperti orang Batak. Ini adalah kekayaan yang harus diwariskan turun temurun. Banyak kebudayaan Batak yang sudah jarang dipertontonkan, seperti kisah si boru Tumbaga, Si Piso Somalim, Si Poki Ngol-ngolan, dll. HKBP jadi berkat dilakukan dengan tiga strategi, yakni dengan Pembaharuan, Perdamaian,dan Pemberdayaan.

Di HKBP ada tim Konversi, tim RPP, Komite HIV/AIDS yang terbaik dari semua gereja-gereja yang ada di Indonesia. Ada juga KPTS (Komisi Pelaksana Pelayanan Strategis) yang tugasnya menjaga sisa-sisa peninggalan Missionaris, seperti yang ada di Sipirok tulisan para Missionaris tahun 1800 an, di Sigumpar masih ada lemari DR IL Nommensen, ini harus dikumpulkan dan jadi warisan yang sangat berharga. Komisi ini juga menangani lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat desa, seperti Koperasi, latihan pertanian, kopi dan padi organic, melatih perempuan desa metode kepemimpinan perempuan dan  keterampilan. Karena bahan-bahannya ada di desa.  “Kenapa ada restoran tahu dan tempe terbesar di Jerman, padahal bahannya dari Indonesia,” ungkapnya.

Kemudian ada Tabe (Tanggap bencana) menolong-orang-orang yang terkena bencana seperti membantu korban pengungsi erupsi Sinabung, banjir di Jakarta, di Manado. Bukan karena HKBP banyak uang membantu negara Nepal dan pengungsi Rohingya, tapi karena HKBP jadi berkat bagi dunia dan melakukan banyak hal bagi sesama. HKBP harus jadi yang terdepan menjadi perlindungan anak dan menghindari kekerasan kepada perempuan. HKBP akan menggelar HKBP Cup III diikuti 24 tim sepakbola untuk mencari bibit-bibit muda bulan depan. Pekan ini sudah berlangsung Kick Soccer yang diikuti 14 kesebelasan anak-anak SD. Konferensi pemuda HKBP dan Perempuan HKBP  harus ada seperti yang dimiliki NU dan Pemuda Muhammadiyah.

Turut hadir Rektor UHN Dr Ir Sabam Malau, Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt Kardi Simanjuntak, M.Min, WR II UHN Charles Sianturi, Ketua PGID Medan Pdt Martin Manullang, MM dan sejumlah Pendeta se Distrik X Medan-Aceh. Berikut susunan Pengurus. Dewan Pembina, Ketua: Pdt  Willem TP Simarmata, MA, Sekretaris Pdt Mori Sihombing, MTh, Anggota: Pdt Welman P tampubolon, STh, Pdt Marolop P SInaga, MTh, Pdt BDF Sidabutar, MM. Dewan pengawas, Ketua: Prof. Dr Belferedick Manullang, Sekretaris Dr Haposan Siallagan, SH, MH, Anggota: St Giunseng Manullang, Pdt Kardi Simanjuntak, M.Min, Landen Marbun, SH. Badan Pengurus Harian, Ketua: Prof St Posman Sibuea, Wakil Ketua: Ir Patar Pasaribu, Dipl.Trop, Dra Anita Gyzelle br Lubis, MBA, Sekretaris Drs Unggul Sitanggang, MSi, Wakil Sekretaris Lenny V Siregar, SH, MKn, Bendahara Kennedy Sibarani, SH, MKn, Wakil Bendahara Lesman pangaribuan, SE, Anggota: Pdt Martin Manullang, MM, Manguji Nababan.

Divisi-divisi: Pdt Colan WZ Pakpahan, MTh, Dr Anthony Sihombing, Dr David Lumbantobing, Ir Parluhutan SImarmata, Dra Emmy Simangunsong, MA, St Drs Oloan Simanjuntak, MM, Ir Posma Simbolon, Junhaedel Samosir, SH, Drg Juliet Lumbantoruan, Prof St Posman Sibuea, Baringin Simanjuntak, MM dan Dr Tagor Pangaribuan, MPd. (A12/y)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru