Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
Renungan

Waktu dan Prioritas Hamba Tuhan

* Oleh: Pdt Jansen Simanjuntak, MTh, MM
- Minggu, 31 Januari 2016 16:03 WIB
1.362 view
Waktu dan Prioritas Hamba Tuhan
1.    Melayani
Bagi orang yang terlibat pelayanan gereja, hari Minggu biasanya justru sibuk dan melelahkan. Karena setelah ibadah, akan ada pertemuan atau pembinaan. Apalagi menjelang Paskah, Natal, Perayaan Ulang Tahun Gereja atau Tahun Keluarga.

Pada hari Sabat, Yesus juga sibuk melayani. Setelah mengajar di rumah ibadat dan mengusir setan dari orang yang kerasukan, Yesus pergi ke rumah Simon. Di sana ia menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus, yang sakit keras (Markus 1:30-31). Yesus bukan hanya melayani orang banyak, tetapi juga melayani pribadi yang membutuhkan Dia.

Pelayanan Yesus pada hari Sabat tak berhenti sampai di situ. Orang banyak kemudian datang menemui Yesus untuk disembuhkan, baik dari penyakit maupun dari kerasukan setan. Namun yang menarik, Markus (1:29-34) memberi kesaksian bahwa Yesus tidak memperbolehkan setan-setan berbicara mengenai Dia.
Untuk saat itu, Yesus tidak ingin orang banyak mengenali siapa Dia yang sesungguhnya. Terlihat bahwa bagi Yesus, pelayanan-Nya bukanlah untuk popularitas diri-Nya sendiri. Ia tidak perlu dikenal atau terkenal agar mau melayani. Terlihat bahwa dengan setia dan didasarkan oleh belas kasihan, Ia bersedia melayani orang-orang yang membutuhkan Dia, seharian penuh. Bukan untuk mengundang pujian bagi diri-Nya sendiri, melainkan bagi kemuliaan Allah Bapa.

Seberapa sering kita mengisi hari kita secara penuh untuk melayani Tuhan? Memang kita bisa saja bukan orang yang bekerja secara penuh waktu dalam bidang pelayanan. Namun bagaimana kita menghabiskan waktu kita sehari-hari dengan penuh tanggung jawab, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (bdk. Kol 2:23). Jika kita mengevaluasi pemanfaatan waktu kita dalam sehari akan seperti apa hasilnya? Seberapa persen kita menghabiskan waktu kita untuk melakukan hal-hal yang sia-sia? Atau kita pakai sungguh-sungguh untuk melayani Allah dengan melakukan pekerjaan yang Allah percayakan kepada kita? Kiranya Tuhan menolong kita untuk memakai waktu kita bagi kemuliaan nama-Nya.

2.     Berdoa
Yesus yang begitu sibuk melayani Allah dan manusia. Mulai saat Ia mengajar di bait Allah, mengusir roh jahat dari orang yang dirasuki, menyembuhkan ibu mertua Petrus, sampai menyembuhkan orang-orang sekota yang sakit dan kerasukan, yang mendatangi Dia ke rumah Petrus.

Namun Yesus tidak menghabiskan waktunya selama dua puluh empat jam hanya untuk melayani manusia saja. Pagi-pagi benar, Yesus memulai hari-Nya dengan berdoa (35). Simon yang bangun pagi-pagi benar tidak menemukan Yesus karena ketika orang masih tidur, Yesus pergi keluar rumah mencari tempat untuk Ia dapat menyendiri dengan Bapa-Nya (36-37). Adalah menarik untuk melihat bahwa dihari sebelumnya Yesus melayani orang-orang yang membutuhkan Dia sampai jauh malam. Meski begitu, kesibukan-Nya hingga larut malam itu tidak menghalangi Dia untuk menyediakan waktu bersekutu dengan Bapa-Nya pagi-pagi benar. Tindakan Yesus ini seolah menyatakan bahwa berdoa merupakan satu persiapan penting yang harus Dia lakukan sebelum Ia memulai hari-Nya.
Dan ketergantungan kepada Bapa melalui doa membuat Ia dimampukan untuk melayani dengan maksimal, seperti yang kita lihat pada Kitab Injil Markus 1:29-34.
Jika Yesus merasa perlu memiliki waktu untuk bersendiri dengan Bapa dan berdoa, maka kita pun butuh waktu seperti itu. Ini bukan hanya bagi mereka yang melayani secara khusus di gereja atau bekerja dalam bidang kerohanian. Siapa pun kita yang meyakini bahwa segala yang kita lakukan sesungguhnya merupakan pelayanan, seharusnya menggali kekuatan kita melalui doa. Jangan sampai kita terlalu sibuk sehingga tidak punya waktu untuk bersendiri dengan Allah dan berdoa. Sebagai orang-orang yang hidup melayani Tuhan, kita harus berdisiplin menyediakan waktu untuk berdoa maka akan ada hal-hal lain yang mengisi waktu kita, dan bisa saja itu menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan hati Tuhan.

Kebenaran firman Tuhan dalam renungan ini, anda boleh baca selengkapnya pada Kitab Injil Markus 1:29-39. Tuhan Yesus memberkati. Amen. (f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru