Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 April 2026

Pasca Insiden Oknum TNI-Polri, Kapoldasu dan Pangdam I/BB Turun ke Pahae Julu

Redaksi - Minggu, 01 Maret 2020 11:10 WIB
604 view
Pasca Insiden Oknum TNI-Polri,  Kapoldasu dan Pangdam I/BB Turun ke Pahae Julu
Foto SIB / Bongsu Batara Sitompul
KUNJUNGI :Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin bersama Pangdam I Bukit Barisan Mayjen MS Fadhilah memberikan keterangan kepada wartawan saat berkunjung ke Pahae Julu. 
Tapanuli Utara (SIB)
Pasca insiden yang melibatkan oknum TNI dan oknum Polri beberapa hari lalu, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin dan Pandam I/Bukit Barisan (BB) Mayjen MS Fadhilah mengunjungi Polsek Pahae Julu, Resort Tapanuli Utara, Minggu (1/3/2020).

Kapoldasu menyampaikan, hanya warna baju TNI dan Polri yang berbeda. Tetapi hati tetap sama. Tugas TNI dan Polri tetap sama yakni melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat.

" Harapan kita, masyarakat adalah mitra. Baju kita baik TNI dan Polri hanya warna saja yang berbeda. Namun tugas kita sama untuk melayani masyarakat. Harapan saya ke depan, ini pertama dan terakhir. Tidak boleh terjadi lagi peristiwa seperti ini, " ujarnya.

Sementara Pangdam Mayjen MS Fadhilah menyampaikan, pihaknya datang untuk meyakinkan dan terus memberikan arahan agar tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini.

" Saya bersyukur karena sejak kejadian itu sudah langsung dilakukan penanganan. Saya bersyukur kondisi sudah kondusif. Tadi saya temui korban, saya sampaikan permohonan maaf. Mudah - mudah ini menambah keakraban kita , " ujarnya.

Pangdam juga menyampaikan, atas kejadian itu, Danki Pasukan Kompi A 123 / RJW Lapo Gambiri sudah diberikan sanksi. Begitu juga dengan sejumlah personel juga masih di proses.

Dalam kesempatan itu, Kapolda bersama Pangdam memberikan tali asih kepada korban yang luka. (*)


Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Teheran(harianSIB.com)Militer Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup pada hari Sabtu (18/4/2026). Hal ini disampaikan komando militer