Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

Kemarau Berlanjut,Petani Jagung di Tiga Binanga Terancam Tanam Ulang

Redaksi - Senin, 02 Maret 2020 14:14 WIB
270 view
Kemarau Berlanjut,Petani Jagung di Tiga Binanga Terancam Tanam Ulang
Foto SIB/Mitcha Sebayang
KEMARAU:Kemarau, tanaman jagung umur 30- 35 hari di Perladangan Kendit Kenderan di Tiga Binanga mulai layu dan kering.Foto dipetik Senin (2/3/2020)
Tanah Karo ( SIB )
Kemarau yang melanda selama dua pekan yang sedang berlangsung di daerah ini membuat petani jagung di Kecamatan Tiga Binanga ,Kabupaten Karo mengeluh. Pasalnya, ratusan hektare lahan pertanian petani itu saat ini terancam mati. Jika tidak ada hujan dalam pekan ini dan petani harus tanam ulang. Padahal, musim hujan pada pertengahan bulan Januari dan Febuari kemarin petani jagung sudah melakukan aktivitas mereka memulai masa tanam jagung.

Hal tersebut disampaikan sejumlah petani kepada SIB secara terpisah di antaranya petani jagung Kuta Bangun Hermanto Peranginangin, Jaya Peranginangin petani Pametar, Alimta Ginting petani Desa Pergendangen, Senin (2/3/2020).

Menurut mereka, seperti pertanian jagung di daerah Kendit Kenderaan, Desa Pergendangan, Uruk Biru, Pametar, Kuta Bangun dan desa lainnya.Sejak beberapa pekan tanaman jagung milik petani mengalami kekeringan. Padahal, petani ada yang baru menanam jagung pada pertengahan bulan Febuari. Sejak penanaman tersebut malah tidak ada curah hujan sama sekali.
Dikatakannya, seandainya dua pekan ke depan tidak ada curah hujan, petani terancam akan tanam ulang dampak kekeringan tersebut. Petani tentu merugi, karena baru beberapa pekan kemarin petani sudah melangsungkan masa tanam jagung mereka.

Ditambahkannya,dampak kemarau ini petani jagung akan mengalami kerugian mencapai 5 sampai 7 jutaan per hektare. "Ini sudah diperhitungkan mulai dari biaya untuk membersihkan lahan (traktor,red),benih jagung, biaya penanaman dan biaya penyemprotan rumput," katanya.

Tak sampai di situ, ada juga beberapa lahan pertanian jagung di Tiga Binanga akibat kemarau ini belum sempat ditanami lahan pertaniannya. Namun di tengah perasaan waswas dan khawatir dengan tanaman jagungnya yang akan mati, petani berharap besar hujan bisa segera turun untuk pertanian mereka.(*)


Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
komentar
beritaTerbaru