Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 07 September 2026

GP Ansor Dukung Pemkab Batubara Bongkar Warung "Remang-remang"

Redaksi - Kamis, 05 Maret 2020 20:05 WIB
236 view
GP Ansor Dukung Pemkab Batubara Bongkar Warung "Remang-remang"
SIB/Burhan
BONGKAR: Sejumlah personel Sat Pol PP Batubara membongkar salah satu warung di kawasan Limapuluh, Kamis (5/3/2020).
Batubara (SIB)
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batubara yang gencar membongkar warung 'remang-remang' yang berada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera di beberapa titik di daerah itu mendapat dukungan dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor setempat.

Kasat Pol PP Batubara, Rahman Hadi, kepada SIB melalui sambungan telepon, Kamis, (5/3/2020) mengatakan, sampai saat ini sudah ada puluhan warung yang dibongkar diseputar jalinsum Batubara.
"Sudah ada puluhan warung yang kita bongkar," ujar Rahman Hadi seraya menjelaskan pihaknya menargetkan sebelum memasuki bulan suci Ramadan, wilayah Kabupaten Batubara khususnya di sepanjang Jalinsum sudah bersih dari warung remang-remang.

Untuk warung yang belum dibongkar, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan untuk segera mengosongkan warung, kalau sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan tidak diindahkan, pihaknya akan melakukan eksekusi.

Namun demikian, ia mengaku terdapat kendala dalam melakukan pembongkaran warung-warung tersebut. Kendala yang paling utama yaitu masih adanya sambungan listrik PLN.

Terpisah, Sekretaris GP Ansor Kabupaten Batubara, Husnul Zein menjelaskan, keberadaan warung remang-remang (kitik-kitik) di wilayah Kabupaten Batubara khususnya di seputar kawasan Limapuluh adalah aib yang sudah sejak lama ditanggung oleh masyarakat.

Menurut Husnul, alasan ekonomi tak harus serta merta merusak budaya serta kearifan lokal yang sebenarnya dimiliki oleh daerah itu yang jauh lebih baik dari pada keberadaan warung remang-remang.

Selama ini, kata Husnul, warung remang-remang kerap menjadi tempat maksiat yang dikarenakan alunan serta dentuman musik yang berlanjut hingga larut malam juga disinyalir kuat dapat menjadi salah satu lokasi peredaran minuman keras, praktek pristitusi bahkan lokasi peredaran narkoba. (*)
Editor
:
SHARE:
komentar
beritaTerbaru